
Aldo tertunduk lesu mendengar jawaban dari Keyra, hatinya terasa begitu pedih saat satu-satunya harapan dan juga cintanya kini telah kandas dan hanya menjadi impian tak nyata.
Sedangkan Keyra terlihat melirik ke arah bocah yang ada di samping nya sambil tersenyum manis.
Kyara langsung memeluk tubuh Aldo sambil mengusap rahang tegas milik pria yang baru saja di tolak oleh sang momy.
Aldo melirik bocah itu sambil tersenyum kecut, ini adalah kali pertama nya dia di tolak, dan ini juga kali pertama nya jatuh cinta.
Mungkinkah saat ini dewi fortuna tengah menjauh dari hidupnya? Dan membelokkan takdir cintanya? Aldo hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit yang saat ini di terimanya.
Sedangkan Kyara langsung mengajak Aldo dan juga Keyra untuk duduk dan menikmati makan malam nya.
Aldo terlihat tak bersemangat, nafsu makan nya pun langsung menghilang seketika.Tapi demi menghargai Keyra yang telah meluangkan waktu untuk makan bersama nya, Akhirnya Aldo pun mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut nya meskipun itu pahit.
"Momy, kenapa momy menyimpan nama pria tua itu dengan tulisan D Adrian? Jangan bilang D itu adalah inisial dari Dady" ucap Kyara sambil menatap sang momy.
Aldo hampir saja menyemburkan seluruh makanan yang ada di mulutnya saat mendengar ucapan Kyara. Sedangkan Keyra hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Devil.." ucap Keyra membuat Aldo bisa bernafas lega, akhirnya ketakutan Aldo pun menghilang saat mendengar ucapan dari Keyra.
"Ooh.. Ara ngerti, Devil itu artinya setan kan momy? Hahaha.. Benar pria tua itu memang mirip seperti setan dari pada manusia" ucap Kyara sambil tertawa dengan sangat keras.
"Tapi kenapa nomor om Lucas momy tulis C Lucas? Maksud nya apa?" tanya Kyara kembali.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Aldo berdegup sangat kencang saat mendengar pertanyaan itu, ingin rasanya saat ini dia pergi dari meja itu dan segera kembali ke mension nya.
Sedangkan Keyra masih tetap diam dengan santai sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulut nya.
Kyara terlihat begitu penasaran dengan jawaban yang akan di berikan sang momy, dengan cepat bocah itupun turun dari kursinya dan segera menggelayuti tangan sang momy.
__ADS_1
Keyra menyipitkan matanya ke arah Aldo, pemuda itu terlihat pura-pura masa bodoh dan fokus pada makanan nya, padahal dia telah memasang telinganya dari tadi untuk mendengar pengakuan dari Keyra.
"Captain.." ucap Keyra singkat dan sangat pelan.
Aldo hampir saja tak mendengar ucapan dari Keyra dan hendak meminta Keyra untuk mengucapkannya sekali lagi. Namun dia segera menghentikan niatnya dan kembali pada mode dingin nya.
"Lalu kenapa nomor nya om Aldo momy simpan dengan nama O Aldo?" tanya Kyara kembali sambil menatap wajah Keyra.
Aldo pun melirik ke arah Keyra dan menunggu jawaban dari mulut wanita itu.
"Momy salah ketik" ucap Keyra sambil kembali menyuapkan makanan nya.
"Padahal om Aldo save nomor momy dengan tulisan Honey" ucap Kyara sambil kembali duduk di kursinya.
Keyra mengerutkan dahinya mendengar ucapan bocah itu, sedangkan Aldo saat ini sudah berkeringat dingin, wajahnya terlihat sangat merah.
Dia benar-benar tak menyangka jika bocah itu akan membocorkan rahasianya. Sekarang Aldo tak bisa lagi menghabiskan makanan nya, perasaan canggung pun melingkupi hati Aldo dan juga Keyra.
Setelah selesai makan, mereka pun segera kembali ke mobil masing-masing, Keyra berniat untuk kembali ke mension nya, sedangkan Aldo akan kembali ke kantor.
Dia tak ingin seluruh keluarga nya tahu jika saat ini dirinya tengah patah hati.
"Kalau kamu benar-benar serius dengan ucapan mu tadi, bukankah seharusnya kedua orang tua mu yang datang ke rumahku dan melamarku untuk mu?" ucap Keyra pelan sambil meneruskan langkah nya.
Aldo tertegun sejenak mendengar ucapan dari Keyra, hatinya kali ini kembali di buat berbunga-bunga, jantungnya seakan hendak melompat dari tempat nya.
"Astaga.. Sepertinya aku melupakan sesuatu" ucap Aldo sambil bergegas masuk ke dalam mobil nya dan langsung meluncur mengikuti mobil Keyra.
Sementara itu di mension milik Aldo saat ini, nyonya Stella tengah bercerita pada suami dan juga ayah mertuanya tentang kunjungannya pagi tadi ke rumah Keyra.
Nyonya Stella juga mengungkapkan penyesalan nya terhadap kata-kata yang dia ucapkan saat itu di hadapan Kyara.
Tuan Alexander bersama tuan Dimitri mendengarkan ucapan nyonya Stella itu sambil sesekali meneguk teh yang ada di cangkir mereka.
"Sudahlah ma, jangan terlalu di pikirkan lagi. Bukan kah mama juga sudah tahu bagaimana sifat putra kita? Dan tentang Key, berikan dia dan juga putrinya itu waktu untuk bisa berfikir jernih. Papa yakin sebenarnya mereka berdua itu orang yang sangat baik, hanya saja mungkin saat ini mereka masih menyimpan kepahitan itu di hati hingga belum bisa memaafkan mama" ucap tuan Dimitri panjang lebar sambil mengelus rambut nyonya Stella.
__ADS_1
Sebenarnya kedua pria itu pun merasa sedih melihat nyonya Stella yang terpuruk dalam penyesalan mendalam nya, tapi apa yang bisa mereka lakukan untuk merubah dan memperbaiki segala hal yang sudah kepalang rusak dan juga hancur?
Kini nyonya Stella menangis sesenggukan di dada tuan Dimitri, perasaan bersalah terus saja bergelayut dalam hati nya, apa lagi melihat putra semata wayang nya yang tak lagi mau berbicara dengan nya, bahkan sering membuang muka saat tanpa sengaja bertatapan mata dengan nya.
"Lebih baik besok mama kembali saja ke negara J ya pa, biar kalian berdua saja yang tinggal di sini.. Semoga cepat atau lambat Keyra dan juga Aldo bisa memaafkan kesalahan mama" ucap nyonya Stella sambil mengusap air matanya.
Tuan Dimitri tersentak kaget mendengar ucapan istrinya, bukankah selama ini nyonya Stella yang paling antusias untuk bertemu dengan calon menantunya? Lalu kemana semangat yang kemarin menggebu-gebu itu? Apakah penyesalan nya itu tak bisa membuat putra nya itu memaafkan dan kembali saling menyayangi seperti dulu?
"Eheem..." terdengar suara tuan Alexander berdehem, tuan Dimitri dan nyonya Stella langsung melirik ke arah tuan Alexander.
Sepertinya keduanya telah melupakan keberadaan pria tua itu hingga sedari tadi saling memeluk dan terus mempertontonkan kemesraan mereka.
Sadar akan kesalahan nya, nyonya Stella pun langsung melepaskan pelukan suaminya dan segera menunduk di hadapan ayah mertuanya itu.
"Maafkan Stella pa.." cicit nyonya Stella pelan.
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar langkah kaki menuju ke arah mereka, tak lama Aldo pun berdiri di ambang pintu sambil berlari dan memeluk tuan Alexander.
Kakek nya pun di buat kaget melihat kelakuan dari cucu dinginnya itu dan langsung saja bertanya pada Aldo.
"Ada apa Aldo?" tanya tuan Alexander
"Besok temani Aldo untuk melamar Keyra ya kek" ucap Aldo.
Krik...
Krik...
Krik...
__ADS_1
Hening..
Tak ada satu orang pun yang bersuara, semua yang tengah duduk di ruang keluarga itu langsung diam, tak menjawab ucapan Aldo.