
Keyra yang melihat Jay bersujud di kaki nya hanya menarik nafas panjang, dia tak menduga jika pria tua yang merupakan ketua mafia white tiger itu hanyalah seorang pecundang.
Sedangkan Jay sudah bergidik ketakutan, dia segera bangkit dan langsung berlari menuju meja kerjanya, di buka nya sebuah laci tempat tumpukkan surat-surat berharga milik nya.
Dia berfikir untuk melakukan negosiasi dengan Keyra, dan menukar nyawanya dengan seluruh kekayaan milik nya. Keyra hanya tersenyum kecut melihat kelakuan dari pria tua itu, entah dimana dia menyimpan otak nya saat ini, yang jelas itu makin meyakinkan Keyra jika Jay bukan lah pemimpin dari mafioso White tiger yang sesungguhnya.
"Ambil ini! Ini adalah seluruh harta yang ku kumpulkan selama dua puluh tahun" ucap Jay sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya.
Salah seorang dari anak buah Keyra pun maju dan mulai membuka berkas itu, dia juga menyunggingkan senyuman kecut saat melihat jika harta yang di miliki oleh Jay tak sampai 5% dari jumlah harta keseluruhan milik Keyra.
"Apakah mafia yang kau pimpin itu begitu miskin hingga bos nya saja hanya memiliki harta secuil seperti ini?" tanya nya sambil memandang remeh pada Jay.
Jay memejamkan mata nya saat mendengar cibiran dari anak buah Keyra itu, bagaimana mungkin dia akan mengeluarkan seluruh aset milik nya? Dia juga masih membutuhkannya untuk bertahan hidup di masa depan.
Keyra melipat tangannya di depan dada, mata wanita itu terpejam mendengar ucapan dari anak buah nya itu, bukan benar-benar tidur, Keyra hanya ingin membiarkan orang-orang nya kembali bersenang-senang dengan pria buncit yang sudah gemetaran itu.
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan, membuat semua orang berbalik ke arah pintu, sedangkan Keyra masih nyaman dengan posisinya tanpa memperdulikan siapa yang datang menuju ke tempat itu.
__ADS_1
Kriet...
Pintu terbuka, seorang bocah perempuan masuk kedalam ruangan, dia berjalan dengan langkah pendek nya sambil memegang sumpit di tangan kanan dan kirinya.
Bocah itu terlihat sangat santai, dia bahkan bersiul dengan sangat merdu hingga membuat Jay membelalakan matanya. Siapa bocah itu? Dan kenapa anak buah Keyra tidak menghadang nya? Fikir Jay sambil menatap kedatangan dari si bocah dengan wajah penasaran.
Sedangkan yang di tatap terlihat sangat acuh, dia sama sekali tak memperdulikan orang yang saat ini tengah memperhatikan nya dan tetap berjalan dengan santai.
"Paman lihat ini! Aku menemukan sepasang mata di lantai dan aku sudah menusuk nya dengan sumpit makan ku! Seperti nya memakan daging segar jauh lebih enak dari pada yang sudah matang!" ucap bocah itu yang tak lain adalah Kyara sambil menunjukkan sepasang mata yang sudah dia tusuk dengan sumpit nya.
Jay semakin bergetar, bagaimana bisa ada iblis kecil di tempat nya? Dan dari mana asal bocah ini? Kenapa dia tak takut dengan darah dan malah membawa dua bola mata yang telah di cungkil nya itu ke hadapan Jay?.
Sedangkan Kyara yang melihat Jay masih memelototinya segera memalingkan muka, bocah itu sungguh tak suka jika pria tua dan jelek di depan nya itu terus memperhatikan dirinya.
Kyara pun mendekat ke arah Jay sambil menunjukkan seringai kejam nya, dia berdiri sambil memperhatikan Jay yang saat ini masih berlutut di hadapan sang momy.
Jay menelan paksa salivanya, siapa sebenarnya bocah ini? Dan apa katanya tadi? Matanya lebih indah di banding mata yang sudah di cungkil? Jangan sampai bocah itu melakukan hal yang sama pada dirinya seperti pada korban sebelumnya.
Jay menatap Kyara penuh ketakutan, meskipun bocah yang ada di hadapan nya ini masih berumur lima tahun, entah kenapa dia merasa harus berhati-hati dan waspada padanya, aura bocah itu terlihat begitu mengerikan, hingga akhirnya pria tua itu pun menunduk.
Keyra perlahan membuka matanya saat mendengar suara putri kecilnya itu, dia melotot melihat kelakuan dari putrinya yang jauh dari kata waras, sambil memperhatikan sepasang sumpit yang ada di tangan Kyara.
Ini adalah pertama kalinya dia melihat kelakuan sang putri, sedangkan anak buah nya terlihat menyeringai saat iblis kecil itu mulai memasuki ruangan Jay. Mereka tahu jika Kyara datang maka masalah ini tak akan berakhir dengan cepat.
__ADS_1
Bocah itu pasti akan melakukan sesuatu yang membuat musuh-musuh nya mengalami trauma sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk bunuh diri.
"Apa yang kau lakukan disini Ara?" tanya Keyra sambil menatap putri kecil nya.
Kyara melirik ke arah sang momy, dia juga menunjukkan wajah polos nya sambil berlari dan menghempaskan dirinya dalam dekapan sang momy.
"Ara hanya ingin sedikit bermain momy! Kenapa momy tidak mengajak Ara untuk bersenang-senang?" tanya bocah itu sambil mengedip-kedipkan kedua matanya dengan lucu.
Jay hampir menjatuhkan rahang nya saat mendengar rengekan dari bocah itu, bagaimana bisa seorang bocah berusia lima tahun bersandiwara dengan begitu alami nya? Padahal baru saja dia menunjukkan tatapan beringas nya sambil menunjukkan dua bola mata korban nya.
Dan saat ini, bocah itu terlihat begitu manis sambil bergelayut di tangan sang momy, bahkan matanya terlihat begitu polos seolah tak pernah melakukan dosa sekalipun.
Anak buah Keyra yang melihat reaksi dari Jay hanya tersenyum kecil, mereka yakin jika saat ini Jay tengah bingung dengan kelakuan nona muda mereka yang penuh topeng.
"Baiklah... Kau boleh bermain sekarang!" ucap Keyra sambil menurunkan Kyara dari pangkuan nya membuat bocah itu tersenyum sumringah.
Ini adalah kesempatan untuk nya menyiksa Jay, dan Kyara tak mungkin melewatkan kesenangan ini begitu saja tanpa memberikan kejutan yang menyenangkan untuk musuh nya.
Kyara dengan cepat melangkah menuju Jay, bocah itu menunjukan senyuman smirk saat bertatapan dengan calon mangsanya, dan dengan secepat kilat bocah itu pun berlari sambil memutarkan badan nya, kaki kanan nya dengan cepat menendang dada kiri Jay membuat pria tua itu tersungkur.
Dugh...
Tendangan Kyara sangatlah kuat hingga membuat Jay tersungkur, sudut bibir pria itu mengeluarkan sedikit darah. Jay benar-benar kaget dengan kelincahan dan juga kekuatan yang di miliki oleh bocah itu, hingga dia pun tak waspada dan menjaga keseimbangan tubuh nya.
__ADS_1
Bruk...
Tubuh Jay terguling ke belakang, pria tua itu meringis sambil memegang dada nya yang sakit akibat tendangan Kyara.