
"Astaga.. Kenapa kalian semua berlari ke arah ku? Enyah dari sini dan tembak saja kedua singa itu!" ucap Tiara saat melihat beberapa orang anggota mafia bayaran nya sudah mulai mendekat.
Akhirnya orang-orang itu pun segera berbalik dan menarik pelatuk pistol mereka masing-masing, semuanya mengarahkan tembakan pada kedua singa yang terus mengejar itu.
Dor...
Dor...
Dor...
Terdengar suara tembakan bersahutan, kedua singa itu dengan sigap meloncat kesana kemari menghindari serangan timah panas yang bisa saja melubangi tubuh mereka.
Sementara Keyra dan Aldo tetap santai sambil meneguk kopi hitam yang tersaji sambil sesekali saling melirik, Tiara semakin jengah melihat tingkah laku keduanya, ingin rasanya dia memukul kepala Keyra dengan kayu atau pun besi agar wanita itu mati sekalian dan tak jadi duri dalam kehidupan percintaan nya.
Kyara menatap ekspresi wajah Tiara sambil menyunggingkan senyuman tipis, dia tahu jika gadis yang ada di hadapannya saat ini sedang cemburu, dan bisa saja melakukan sesuatu hal yang buruk pada momy nya, karena itu juga Kyara tetap memasang kewaspadaan tinggi pada Tiara.
"Dasar ja*ang sialan! Berani sekali dia menatap wajah kekasih ku seperti itu! Lihat saja nanti, cepat atau lambat aku pasti bisa menyingkirkan dia dan juga anaknya itu dari sisi Aldo." gerutu Tiara sambil mengepalkan tangan nya.
Wajah Tiara semakin buruk apalagi saat ini dadanya juga mulai berdenyut nyeri, detak jantungnya seolah terpacu lebih cepat, apalagi melihat tatapan teduh Aldo pada Keyra membuat hatinya semakin teriris.
"Apa kurang nya aku sampai-sampai Aldo lebih memilih wanita ja*ang itu di bandingkan diriku yang cantik dan kaya! Apa aku harus jadi janda dulu agar Aldo tertarik padaku? Benar-benar sial!" umpat Tiara.
Dia semakin tak tahan melihat kemesraan dari dua sejoli yang ada di hadapannya, apa lagi saat ini betisnya juga terasa semakin sakit, dia harus memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat itu dengan cepat dan segera menyembuhkan luka nya.
"Lihat saja nanti! Jika kau tak bisa menjadi milikku maka Keyra juga tak bisa memiliki mu Aldo!" gerutu Tiara dengan suara pelan.
__ADS_1
Kyara memperhatikan gerak bibir gadis itu, dia sangat paham apa yang di ucapkan nya. Dia juga mengetahui niat Tiara hanya dengan membaca gerak bibir nya saja.
Dor...
Dor...
Dor...
Suara tembakan lagi-lagi terdengar, saat ini anggota mafia bayaran Tiara hanya tersisa 6 orang lagi, sementara yang dua puluh lima orang lain nya telah meregang nyawa dengan luka cakar ataupun gigitan di leher nya.
Kedua singa putih itu juga semakin buas dan tak terkendali, keduanya menerkam kesana kemari tanpa niat untuk berhenti.
"Hentikan semua ini Key! Apa kau sudah gila? Kau ingin membunuh semua orang? Dasar iblis!" teriak Tiara.
Keyra hanya melirik dengan ekor matanya, saat ini dia tak peduli apa pun yang orang lain katakan, baginya apa pun itu yang bisa membuat hatinya senang, maka dia akan melakukan nya.
"Harusnya kau berfikir dengan benar Tiara! Siapa yang iblis sebenarnya? Aku baru tahu jika putri dari seorang Adrian Wiguna benar-benar pandai bermain kata-kata! Kau benar-benar gadis yang tak tahu malu dan juga tak tahu diri!" ucap Aldo seraya menatap tajam Tiara.
Raut kebencian tercipta dari wajahnya, dia benar-benar risih dan jengah dengan gadis seperti Tiara. Seumur hidup Aldo, ini adalah kali pertama dia bertemu dengan gadis rubah, Tiara benar-benar tak tahu malu.
Mendengar ucapan tajam dari Aldo, hati Tiara semakin dilanda kebencian, Keyra telah membuat pria yang dia cintai memandang buruk pada dirinya, bukan nya sadar Tiara malah semakin menjadi.
"Kau itu benar-benar pria bidoh Aldo! Apa yang kau lihat dari wanita seperti Keyra? Dia itu tidak sebaik yang kau fikirkan! Cuma aku yang tulus mencintaimu! Dia itu hanya benalu! Wanita ja*ang yang suka merebut milik wanita lain!" teriak Tiara sembari menunjuk wajah Tiara dengan jari telunjuk nya.
"Turunkan tangan mu dari wajah calon istriku! Atau aku tak akan segan-segan untuk menghajar mu Tiara!" teriak Aldo sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Hatinya mulai menjadi panas, terlebih saat ini wanita tebal muka dan tak punya otak itu terus menerus menunjuk wajah Keyra dengan jari kotornya.
"Aldo! Kau harus percaya padaku! Wanita seperti dia tak pantas untuk mu! Dia itu bekas istri papa ku! Dia bahkan telah berusaha untuk merebut papa ku dari mama! Dia itu cuma wanita ja*ang!" teriak Tiara.
Plak...
Plak...
Plak...
Tiara segera memegang kedua pipinya yang terasa sakit juga panas, bahkan saat ini hatinya semakin berdenyut nyeri melihat pembelaan dari Aldo.
Aldo sendiri tak peduli dengan perasaan Tiara, dia dengan santainya menampar wajah Tiara yang telah berani menghina Keyra.
"Kaulah wanita ja*ang dan tak tahu diri itu Tiara! Kau bahkan menghalalkan segala macam cara hanya untuk bisa mendapatkan ku! Apa kau fikir aku bodoh hingga tak bisa membedakan mana berlian dan yang mana batu kali?" ucap Aldo dengan suara menggelar.
Bruk...
Tiara langsung ambruk di atas lantai, hati nya benar-benar hancur saat mendengar ucapan sarkas dari Aldo, betapa buruk nya pandangan pemuda itu terhadap dia yang begitu mendambakan kehadirannya, bahkan cintanya tak sanggup meluluhkan kekerasan hati pemuda itu untuk bisa melihat sedikit saja sisi baiknya.
Sementara anak buah Aldo juga saat ini di buat melongo dengan mulut yang menganga. Mereka hampir saja meloncat dari lantai saat mendengar ucapan Aldo yang begitu panjang lebar.
Jika bukan karena mereka mendengar sendiri dengan telinga nya, pasti anak buah Aldo juga tak akan percaya, bos mereka yang dingin dan begitu irit dalam berbicara, hari ini berhasil memuntahkan ucapan pedas dari mulut nya dengan begitu panjang lebar.
Sementara Keyra dan Kyara hanya tersenyum tipis, bagi mereka berdua sudah tak heran lagi jika Aldo mengucapkan kalimat yang panjang dan lebar, karena mereka memang sudah terbiasa berbicara dengan Aldo, terlebih Kyara yang cerewet, dia sangat senang mengganggu Aldo jika pemuda itu tetap diam.
__ADS_1
Aldo menatap sengit wajah Tiara, hatinya benar-benar sudah muak melihat gadis yang kini tertunduk lesu di atas lantai itu.
"Apa kau sadar seburuk apa dirimu itu Tiara? Jangan kan untuk menjadi pasangan hidupku! Untuk menjadi pelayan ku saja kau tak pantas. Dan ingat.. Mulai hari ini jauhi Keyra dan Kyara! Kalau kau masih berusaha untuk menyakiti mereka, jangan salah kan aku bila bertindak tegas!" ucap Aldo sambil mencium pucuk kepala Keyra.