
Tak jauh dari kediaman milik Keyra, dua ratus orang anggota mafia Black dragon juga mulai beraksi, mereka mulai memasuki kediaman besar milik Aldo dengan sangat perlahan dan juga hati-hati.
Meskipun mereka masih belum mengetahui jika Aldo merupakan seorang leader mafia, tapi mereka tak ingin meremehkan lawan yang saat ini mereka datangi, terlebih lagi saat ini Hardi yang merupakan kepercayaan dari tuan Hermawan yang memimpin rencana pembunuhan terhadap Aldo.
Jadi mereka harus benar-benar bersih dan tak meninggalkan jejak sama sekali, karena Hardi termasuk orang yang sangat perfectionist, hingga sampai saat ini tidak ada orang yang mengetahui sisi lain dari asisten Tuan Hermawan itu selain anggota mereka sendiri.
Mereka berjalan dengan mengendap-endap dan langsung memasuki rumah Aldo yang sudah gelap, namun hardi sedikit memiliki keraguan saat ini, ada sedikit hal yang janggal menurut nya.
Bagaimana mungkin mension sebesar ini tidak ada satu orang pun yang menjaganya? Jangankan body guard, bahkan security pun tidak ada di tempatnya.
Hardi yakin jika mension itu tidak seperti yang terlihat dari luar, dia begitu penasaran dengan rahasia besar mension milik Aldo. Mungkinkah Aldo saat ini sudah mengetahui keberadaan mereka? Hingga dia pergi meninggalkan mension besar nya untuk bersembunyi? Ataukah dia memang sengaja memiliki strategi tersendiri untuk menjebak mereka semua?
Pertanyaan demi pertanyaan terus terngiang-ngiang dalam fikiran Hardi, tidak mungkin seorang pengusaha besar seperti Aldo tidak memiliki pengikut, setidaknya untuk seorang bos yang kini tengah naik daun itu, paling tidak dia harus memiliki sepuluh hingga dua puluh orang body guard.
Sedangkan tuan Hermawan yang merupakan orang paling kaya nomor 3 di kota C saja saat ini memiliki 200 orang body guard sekaligus seribu orang anggota mafia untuk menjaga usahanya.
Bagaimana mungkin Aldo sebagai orang terkaya nomor dua tidak memilikinya? Hardi terus berfikir dengan sangat keras, dia tak ingin terkecoh dengan taktik yang di gunakan oleh musuhnya itu, sekalipun dia telah malang melintang selama belasan tahun di dunia bawah, nyatanya baru kali ini matanya melihat kehidupan keluarga Damian yang sebenarnya.
Mension milik Aldo meskipun terlihat luas, tapi tidak ada satu pun barang mewah di dalamnya, bahkan saat kaki mereka melangkah menuju ruang tamu, tidak ada satu sofa pun yang terpasang disana.
Itu sudah sama persis seperti rumah kosong! Bangunan tak terpakai yang sudah di tinggalkan oleh pemiliknya selama beberapa waktu hingga terlihat tidak terurus.
"Sisir semua tempat dan dapatkan pemuda itu! Bos ingin membunuh nya sendiri!" perintah Hardi, seluruh anggota black dragon pun langsung menyebar, mereka mencari di setiap kamar untuk bisa menemukan sosok Aldo.
Namun nihil, jangankan untuk bertemu, bahkan bayangannya saja mereka tak bisa melihatnya. Mungkin Aldo sudah melarikan diri karena merasa takut terhadap tuan Hermawan.
Hardi mengepalkan tangannya, dia begitu emosi saat tahu dari anak buahnya jika mension itu kosong, terlebih saat ini bos besar mereka telah menunggu di luar. Apa yang harus dia katakan pada Tuan Hermawan nanti? Pria itu pasti akan menghukum dirinya yang tak becus melakukan pekerjaan dengan baik.
__ADS_1
Sementara mata-mata yang di kirimkan tuan Hermawan sudah mengatakan dengan sangat jelas, bahwa Aldo ada di mension itu sejak pagi. Hardi merasa sangat yakin jika di dalam mension besar itu pasti ada tempat lain.
Tempat yang tersembunyi atau pun ruang bawah tanah, dengan cepat Hardi pun menyuruh semua anggota mafianya untuk terus mencari.
Tak...
Tak...
Tak...
Langkah Hardi terdengar begitu nyaring, dia sangat yakin jika tempat itu merupakan jalan utama untuk menemukan Aldo, Hardi berusaha untuk mencari kunci, tapi dia tak bisa menemukannya.
Hingga akhirnya mata Hardi melihat sebuah guci dengan kepala naga di atasnya, mulut naga itu terbuka dan sebuah bola berwarna kuning terletak dengan sempurna di dalam nya.
Hardi menyuruh anak buahnya untuk menggeserkan guci itu, atau dia juga bisa memutarnya yang penting pintu rahasia itu terbuka, namun setelah berkali-kali mencoba, tidak ada pintu yang terbuka satu pun, hingga akhirnya dia menyuruh seseorang untuk menekan bola kuning di dalam mulut naga itu.
Kreeek...
"Ayoo.. Sepertinya mangsa kita ada disana!" ucap Hardi langsung berjalan menuruni anak tangga diikuti oleh kedua ratus orang anak buahnya.
Akhirnya mereka pun sampai di lantai paling bawah di ruangan itu, namun yang mengherankan di bawah sana mereka melihat begitu banyak penjara kosong dengan ukuran 1x1,5 meter.
Kreeek...
Pintu itu pun kembali tertutup, kini mereka semua terkunci di ruangan bawah tanah yang sangat pengap. Hardi sempat mengutuk perbuatan Aldo namun sesaat kemudian, dia pun segera melangkahkan kembali kakinya untuk mencari tahu apa yang ada di ruangan bawah tanah itu.
Situasi sepi tiba-tiba saja menjadi riuh, ratusan peluru meluncur ke arah mereka dengan sangat cepat hingga beberapa anak buah Hardi saat ini tak sempat mengelak dan akhirnya mati dengan kepala berlubang, bahkan ada beberapa dari mereka yang juga terkena peluru tepat di jantung atau pun perut nya.
__ADS_1
Hardi terbelalak kaget melihat keadaan anggota mafia nya, dia semakin yakin jika tempat itu adalah jebakan, terlebih saat ini anak buahnya telah banyak yang mati. Hingga membuat Hardi naik pitam dan berteriak memanggil Aldo dengan suara yang sangat nyaring.
"Aldoo! Badjingan! Keluar kau! Jangan bersembunyi seperti pecundang! Kemari dan lawan aku kalau kau benar-benar memiliki kemampuan!" teriak Hardi.
Prok...
Prok...
Prok...
Suara tepuk tangan menggema, Aldo muncul bersama dengan seluruh anggota mafianya, saat ini mereka telah membawa berbagai srnjata tajam.
Ada clurit, kapak, linggis, palu bahkan ada juga yang membawa pisau yang sudah berkarat, Hardi semakin yakin jika saat ini dia di jebak masuk ke dalam ruangan itu, sementara Aldo menyeringai seraya mengangkat gelas campaigne milik nya.
"Selamat datang di tempatku tuan Hardi Wibowo! Jika kau fikir aku takut padamu, kau salah! Aku tidak pernah takut pada siapa pun!" ucap Aldo santai. Dia mendudukkan dirinya di atas kursi yang baru saja diambil oleh anak buahnya.
"Baiklah.. Mari kita mulai untuk bersenang-senang! Kalian boleh membantai mereka dengan sepuas hati kalian!" ucap Aldo memberikan sedikit pidato pada anak buahnya.
Akhirnya perkelahian pun tak bisa lagi di hindari, Hardi terpaksa harus melawan anggota mafia Aldo yang jumlahnya 7x lipat lebih banyak dari anggota yang di bawanya.
Bak...
Buk...
Bak...
Buk...
__ADS_1
Duagh...
Terdengar suara pukulan dan juga tendangan yang di lancarkan oleh anak buah Aldo, mereka dengan penuh semangat membunuh satu persatu orang suruhan Hermawan dengan cara yang paling sadis, tak hanya di cincang, mereka juga bahkan memasukan daging itu ke dalam kresek hitam dan akan segera di lemparkan ke dalam mobil tuan Hermawan.