Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 52


__ADS_3

Meli sangat kesal mendengar teguran sekaligus peringatan dari Bastian, dia baru saja tahu jika pria yang telah di nikahinya selama hampir 30 tahun itu hanyalah seorang pecundang hingga tak berani melawan Keyra.


Dengan penuh kesombongan, Meli pun bergegas pergi dari hotel tempat dia menginap bersama sang kekasih untuk kembali ke rumahnya. Dia ingin sekali mencakar wajah Bastian yang telah mengganggu kesenangan nya bersama pria muda yang selama 6 bulan terakhir ini menjadi kekasih hati sekaligus pemuas nafsunya.


"Dasar bandot tua itu! Berani sekali dia mengganggu waktu ku bersama Leon. Lihat saja nanti, akan ku cakar-cakar wajahnya, bila perlu aku juga akan mematahkan kedua tangan nya itu!" rutuk Meli sambil menggertakkan giginya. Dia begitu kesal dengan Bastian dan segera melajukan mobil nya menuju ke kediaman mewahnya.


Meli benar-benar tak habis fikir dengan kelakuan sang suami, selain bodoh, di mata Meli, Bastian adalah pria yang tak bisa diandalkan. Dia hanya menumpang hidup pada harta kekayaan Meli selama hampir tiga puluh tahun.


"Kalau saja dulu papa tak menjodohkanku dengan pria bodoh itu, pasti sekarang aku sudah hidup nyaman tanpa perlu memikirkan semua kelakuan pria itu! Huh... Dasar pria tak tahu di untung!" lagi dan lagi Meli menggerutu, melampiaskan semua kekesalan hatinya pada Bastian dengan umpatan-umpatan kasarnya.


Sementara itu, di dalam kediaman mewah milik Bastian saat ini tengah terjadi perdebatan panas dan juga tanpa ujung. Dhea dan Harry yang merasa tidak senang dengan ucapan dari sang papa terus saja menggerutu dengan mulut yang di majukan, bahkan keduanya terlihat semakin geram saat tahu apa yang telah di lakukan oleh papanya itu.


"Papa sengaja mengirim orang itu bukan? Seharusnya papa lah yang menerima semua konsekuensi dari kesalahan papa tanpa harus melibatkan kami bertiga!" ucap Hari sambil melotot.


Dhea masih terdiam di tempat nya, dia ingin sekali menampar wajah buruk papa nya itu yang telah semberono menjadikan seluruh anggota keluarga nya sebagai sasaran amarah dari Keyra.


Bastian tertegun mendengar ucapan sarkas yang di ucapkan oleh Harry, dia juga tak menyangka jika keinginan nya untuk merebut harta yang selama ini telah di pindah tangan kan oleh Keyra itu akan berbuntut panjang hingga menyebabkan kematian Lina.


Brak...

__ADS_1


Pintu rumah pun di tendang oleh seseorang dari luar, Meli muncul di ikuti kedua body guard yang selalu mengikutinya kemana pun, wajah nya terlihat sangat marah, dan langsung mengeluarkan umpatan-umpatannya pada Bastian yang saat itu terlihat begitu terkejut dengan perubahan dari sikap sang istri.


"Apa kau bodoh? Seharusnya kau mencari tahu terlebih dahulu informasi tentang wanita itu sebelum memutuskan untuk mengirim seseorang untuk mencuri kembali berkas milik kita! Dan sekarang lihatlah hasil dari kebodohanmu itu! Kau membuat kami semua berada dalam bahaya. Dasar pria idiot!" ucap Meli sambil mendudukkan bo*ongnya di atas sofa.


Matanya mendelik ke arah ketiga anak kesayangan nya sambil kembali melemparkan umpatan yang jauh lebih pedas dari sebelumnya.


"Kalau kau berniat untuk menantang wanita itu, pergi saja ke rumahnya sekalian! Untuk apa kau mengirimkan ja*ang itu kesana dan membuat semua orang dalam bahaya? Aku fikir selama ini pria yang aku nikahi itu benar-benar pintar! Nyatanya kau hanyalah semut bodoh! Kau pria tak berguna yang pernah aku kenal! Benar-benar payah! Kau tak lebih daripada sampah dirumah ini!" ucap Meli sambil menunjuk wajah Bastian dengan jari telunjuk nya.


Bastian yang mendengar ucapan kasar dan juga hinaan yang di lontarkan oleh Meli pun merasa sangat kesal, niatnya hanya ingin menyelamatkan kekayaan mereka dari tangan Keyra, ternyata istrinya itu benar-benar wanita yang tak tahu diri dan tak tahu terima kasih.


Bastian bangkit dari sofa yang sejak tadi di dudukinya, dia menatap tajam wajah Meli sambil ikut menunjuk wajah istrinya itu dengan menggunakan jari telunjuknya.


Meli hanya mengedikkan kedua bahunya dengan acuh, dia juga mengangkat salah satu kakinya dan dia letakan di atas kaki satunya, kedua tangan Meli bersedekap dada, sambil menarik nafas kasar.


"Karena kau telah berbuat bodoh dan menggali kuburan mu sendiri, maka mulai saat ini kau juga harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Aku tak mau tahu bagaimana caramu melakukan itu. Aku tidak ingin ikut campur. Dan ingat satu hal! Kalau sampai terjadi sesuatu pada keluarga ini, aku bahkan tak segan-segan untuk membunuh mu dan mencincang seluruh tubuh keriputmu itu untuk makanan anjing peliharaan ku!" sarkas Meli tak kalah tajam.


Bastian hanya bisa mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar tak tahu harus melakukan apa, bahkan di saat terpojok seperti ini sekalipun, istrinya itu tak berniat untuk membantunya dan malah menyudutkan sekaligus mengancamnya.


Sedangkan ketiga anak mereka saat ini saling berpandangan sambil menaikkan kedua alis nya, ini adalah pemandangan pertama bagi mereka melihat pertikaian besar antara Bastian dan Meli. selama ini mereka berfikir jika papa mereka adalah orang yang paling hebat, nyatanya Bastian seperti kerbau yang di cucuk hidungnya di hadapan Meli.

__ADS_1


"Jika kau tak melakukan tindakan bodoh seperti itu, aku juga tak perlu berbicara kasar padamu Bastian, setidaknya saat ini.. Fikirkan jalan keluar agar bisa secepatnya menyelesaikan pertikaian mu dengan si bajingan Keyra itu! Jangan sampai aku menurunkan pasukan Black Eagle untuk bisa menghancurkan keangkuhan wanita gila itu!" ucap Meli kembali sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju ke lantai dua rumahnya.


Dia merasa sangat lelah hari ini hingga ingin memanjakan dirinya dengan cara berendam di dalam bath tub kesayangannya dengan larutan madu dan juga tebaran kelopak bunga mawar merah.


Ketiga anak mereka pun ikut bangkit dan berjalan menuju kamar mereka masing-masing, meninggalkan Bastian yang saat ini duduk dengan wajah yang sangat pucat, pria ini terlihat begitu tertekan dengan ancaman yang di berikan oleh Meli, terlebih melihat ke tiga anak kesayangan nya yang ikut menjauhinya.


"Dasar sial! Semua ini gara-gara si wanita sialan Keyra itu! Lihat saja.. Aku pasti akan membuat hidup wanita itu hancur hingga tak punya muka lagi untuk bertemu dengan siapa pun!" ucap Bastian sambil mengepalkan tangan kanannya.


...----------------...


Terima kasih banyak untuk semua dukungan dari readers untuk karya receh author selama ini, dan terima kasih juga untuk kesetiaan dari semuanya mengikuti karya author yang masih amatiran ini.


Author juga meminta dukungan nya dari semua readers untuk karya terbaru dari author, insyaallah dalam beberapa waktu kedepan, akan muncul GA 5 di novel tersebut.



Besar harapan author, readers semua sudi singgah dan mendukung karya terbaru dari author, meskipun kali ini author mengusung gendre strata sosial, karena dalam kehidupan masyarakat kita saat ini, status sosial masih saja jadi jurang pemisah dan pembeda sekaligus pemberi jarak antara si kaya dan si miskin.


Selamat beristirahat untuk semua nya, jaga kesehatan selalu, srmoga kita semua di berikan kesehatan dan juga keberkahan dalam setiap langkah.

__ADS_1


Amiiin....


__ADS_2