
Bruuuum...
Bruuum...
Mobil melaju semakin cepat menuju rumah keluarga besar Permana, nyonya Rahma tersenyum dengan sangat riang, terlebih saat ini putra kesayangan nya bersama sang suami akhirnya bersedia membantu dia untuk membalaskan dendam.
Dia bahkan tak pernah menyelidiki terlebih dahulu kekuatan seperti apa yang saat ini tengah dirinya singgung, yang terpenting baginya dia bisa membalaskan dendam terhadap keluarga Wiguna lewat Keyra dan juga Kyara.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mobil itu pun memasuki perumahan elit, dan terparkir dengan sangat apik di depan sebuah rumah megah dengan lahan yang begitu luas.
Nyonya rahma segera keluar dari mobilnya dan berjalan dengan santai memasuki rumah, beberapa pelayan yang bekerja di rumahnya pun menyapa wanita paruh baya itu dengan sangat sopan.
Meskipun dia merupakan istri dari salah seorang petinggi kemiliteran, nyonya Rahma adalah seorang pebisnis yang begitu ambisius, dia mendewakan uang dan menganggap segala hal bisa dia selesaikan dengan cara yang cepat dan juga akurat.
"Asalkan ada uang, apa pun yang aku inginkan pasti bisa aku dapatkan! Lihatlah pembalasan ku Bima Sanjaya! Kau telah berani merebut tender besar dariku! Dan sebentar lagi kau pasti akan menangis darah saat aku menyiksa mantan menantu dan juga cucu kesayangan mu itu! Tua bangka bau tanah seperti mu harusnya diam saja di rumah dan tidak mencari masalah denganku!" ucap nyonya rahma menggerutu sembari melangkahkan kakinya.
Sorot matanya yang di penuhi dendam dan keserakahan di tambah gaya berjalan nya yang begitu angkuh membuat beberapa orang mundur untuk dekat dengan wanita paruh baya itu, meskipun jejak dan tindakan nya di dunia bisnis begitu melejit hingga pernah menjadikan keluarga Permana sebagai orang nomor satu dalam dunia bisnis beberapa tahun lalu, tapi dalam dua tahun terakhir namanya seolah tenggelam.
Saat ini dunia bisnis tengah di buat ricuh dengan kemunculan pebisnis muda bernama Keyra Amelia, seorang janda beranak satu yang masih berusia muda namun semakin sering wara-wiri di majalah bisnis.
__ADS_1
Tangan dinginnya ternyata mampu membuat ysaha pashion yang di gelutinya melejit dan membuat dia semakin kaya dan terkenal, terlebih saat ini usahanya telah bertambah dan membuka beberapa perusahaan cabang.
Keyra juga banyak mengincar pengusaha kecil untuk dia bimbing dan akhirnya dia rekrut untuk bekerjasama di bawah naungan KK Corporation miliknya.
Tak hanya bisnis perhiasan dan juga pashion, bahkan saat ini Keyra juga sudah membuka beberapa bisnis baru seperti Mall dan juga restoran. Hal inilah yang mendongkrak namanya hingga dia di kenal sebagai pebisnis wanita yang tangguh dan paling tersohor, terlebih perusahaan mana pun yang berani bersaing dengan KK Corporation akan mengalami kerugian dan juga kebangkrutan.
Banyak pengusaha yang mulai mengajukan kerjasama dengan perusahaan yang di pimpin oleh Keyra, mereka sudah merasakan keuntungan besar saat si bos wanita itu mulai turun tangan untuk menangani bisnisnya.
Kelicikan sekecil apa pun tak pernah luput dari ketajaman matanya, bahkan Keyra juga memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang-orang yang berniat untuk menjatuhkan usaha dan kerja keras nya.
Siapa yang berani berhadapan dengan wanita cantik itu? Bahkan dalam jarak 5 meter saja mereka tak akan pernah bisa mendekat, selain asisten dan sekretaris nya, masih ada sekitar 6 orang body guard dengan badan tegap nya yang siap menghalau segala macam serangan terhadap bos wanita itu.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Keyra pada salah seorang kepercayaan nya setelah dia mendudukkan dirinya di sofa.
"Seperti yang pernah saya ucapkan sebelumnya bos, perusahaan itu kalah bersaing dengan perusahaan milik tuan Bima Sanjaya, sepertinya nyonya Rahma ingin menggali kuburan nya sendiri dengan bermain-main dengan anda!" ucap seseorang yang bernama Ivan.
Dia adalah orang kepercayaan Keyra sekaligus pemimpin dari sebuah mafia yang telah di taklukkan oleh Keyra satu tahun yang lalu.
Ivan dan yang lainnya di berikan kesempatan untuk mengabdi pada Keyra, selain memiliki kemampuan dalam menganalisa sesuatu, Ivan juga jago bela diri, dia telah berkali-kali menunjukkan kesetiaan nya dengan ikut menumpas mafia yang berani mengusik ketenangan Keyra.
__ADS_1
"Berikan hadiah yang setimpal untuk wanita tua itu! Dan pastikan dia tahu siapa lawan yang dia singgung kali ini! Kurasa keluarga Permana itu belum pernah terkena batunya saat bertindak ceroboh pada orang lain!" ucap Keyra.
"Sepertinya hal itu tidak di perlukan bos! Nona muda bahkan telah membongkar kedok dan kebusukan wanita itu di media! Saya yakin dalam waktu tak lama lagi wanita itu akan masuk rumah sakit karena shock atau terkena serangan jantung!" ucap Ivan menyeringai.
"Jangan campuri kesenangan putri kesayangan ku! Kalian semua pergi ke rumah itu dan buat keributan di sana! Kalau perlu obrak-abrik saja kediaman mereka dan curi dokumen penting milik mereka! Kurasa dengan membuat wanita tua itu malu saja tidak cukup! Kita harus lebih keras lagi agar dia tak semena-mena terhadap orang lain di masa depan!" ucap Keyra.
Ivan mengangguk dengan patuh, apa pun yang di perintahkan oleh bos nya itu adalah hal yang harus dia selesaikan dengan segera, tanpa menunggu perintah dua kali dari Keyra, Ivan pun segera menghubungi orang-orang nya untuk bersiap melakukan peregangan otot sekaligus bermain petak umpet nanti malam.
Sementara Kyara saat ini telah kembali berselancar di atas papan keyboard nya, dia telah mengumpulkan semua bukti-bukti kesalahan dan juga kecurangan yang di lakukan oleh nyonya Rahma terhadap beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan nya.
Dia juga telah mengirimkan bukti-bukti itu pada rekan bisnis nyonya Rahma, hingga akhirnya kericuhan pun tak bisa lagi di atasi.
Beberapa pemilik saham langsung menarik seluruh aset aset mereka dari perusahaan milik nyonya Rahma, mereka juga mengancam akan melaporkan nyonya Rahma pada pihak yang berwajib.
Tentu saja hal itu menjadi pukulan berat untuk nyonya Rahma yang tiba-tiba saja bangkrut, terlebih pada malam harinya rumah dia pun dimasuki sekitar 300 orang penyusup yang membuat kekacauan dengan mengobrak abrik barang milik nya dan mencuri dokumen penting nya.
Ini adalah kesialan yang bertubi-tubi, apalagi di layar kaca saat ini, pemberitaan tidak jauh dari tindak tanduknya selama ini yang selalu mencurangi orang-orang yang bekerja sama dengan nya.
Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan dari Nyonya Rahma Permana hingga dia ambruk karena terkena serangan jantung dan akhirnya menjadi cacat.
__ADS_1
Nyonya Rahma terkena stroke setelah menerima kabar itu, sebagian tubuhnya tak bisa lagi dia gerakan seperti biasa, bahkan untuk berbicara saja sangat sulit, karena mulut nya kini telah miring sebelah.
"Sepertinya wanita tua itu sudah menerima hadiah perkenalan ku! Sangat bagus!" ucap Keyra seraya menyandarkan punggungnya ke kursi.