
Tak...
Tak...
Tak...
Langkah Aldo terdengar kencang saat dia mulai berjalan menuruni tangga menuju ke penjara bawah tanah yang berada di markas Eagle Eye.
Sorot matanya terlihat sangat tajam, wajah nya masih menggunakan topeng tengkorak putih, sebagai seorang ketua dari mafia Eagle Eye yang terkenal sebagai mafia nomor satu di kota C yang memiliki anggota lebih dari 6.000 orang tentu saja Aldo harus terus menyembunyikan identitas nya, dia tak mau jikalau ada salah seorang anggotanya yang berkhianat dan akan berakibat buruk pada keluarga nya nanti.
Dari semua anggotanya itu, hanya ada sekitar 102 orang yang mengetahui identitas sang ketua.
Aldo berjalan dengan langkah yang tegap, ruangan yang suram dan juga pengap tak jadi halangan untuk dia turun langsung menuju ruang penyiksaan, bahkan dirinya kini sudah mulai merancang siksaan apa saja yang akan di terima oleh musuh nya itu karena telah berani mengusik ketenangan keluarganya.
Aldo berjalan sambil menggulung lengan kemeja putih nya, dia juga melihat ke kiri dan ke kanan, memperhatikan seluruh anggota nya yang bertugas untuk menjaga ruang penyiksaan dan juga sel yang sengaja dia buat untuk mengurung musuh-musuh nya.
"Buka!" perintah Aldo begitu langkahnya sampai di ruang penyiksaan.
Penjaga pun langsung membuka pintu dan mempersilakan Aldo untuk masuk.
Di hadapan Aldo kini telah tergantung dua orang pria dalam keadaan tangan dan juga kaki di ikat, keduanya nampak sangat pucat melihat Aldo yang mulai berjalan mendekat kearah keduanya.
"Buka penutup mulut nya!" ucap Aldo.
Antony yang sejak tadi mengikuti Aldo dari belakang pun segera menarik lakban hitam yang menutup mulut kedua orang itu dengan cepat dan tanpa ragu.
Srak...
Suara lakban yang terbuka karena di tarik dengan sangat kencang oleh Antony, kedua orang itu pun memekik kencang, karena bulu-bulu kumis nya ikut tercabut dengan paksa, sedangkan Antony hanya memicing tajam ke arah dua orang itu sambil menyunggingkan senyuman mengejek.
Aldo mendekat dan mulai menarik rambut dari salah seorang musuh nya, hingga wajah orang itu pun mendongak ke arah Aldo.
Raut wajah Aldo yang dingin masih tertutup oleh topeng tengkorak yang di pakainya, namun aura kekejaman memancar kuat dari tubuh pemuda itu.
Bahkan kedua orang itu pun di buat berkeringat dingin hanya karena memandang mata Aldo yang di penuhi kekejaman dan juga niat membunuh.
Hati orang itu pun di buat ketar-ketir saat Aldo mulai mengambil alat cukur dan langsung memotong rambutnya hingga botak, bahkan sampai berdarah dan membuat nya meringis merasakan perih di kepala nya.
"Aku tak memiliki urusan dengan kelompok mu! Kenapa kau menyerang markasku dan membunuh seluruh anggotaku?" tanya pria di sebelah orang yang telah di gunduli Aldo.
Walau pun saat itu dia merasa sangat ketakutan, tapi dia harus mendapatkan penjelasan dari apa yang telah para anggota mafia Eagle Eye lakukan terhadap dirinya dan juga seluruh anggotanya.
"Karena kalian telah berani mengusik ketenangan keluargaku!" ucap Aldo sambil menatap tajam pria yang baru saja bertanya pada nya.
__ADS_1
"Kami tak pernah bersinggungan dengan kelompok mu!" ucap pria itu kembali membela diri.
"Benarkah?" tanya Aldo sambil membuka topeng tengkorak yang sejak tadi bertengger di wajahnya.
Wajah kedua orang itu pun langsung pucat saat mengetahui siapa sebenarnya orang di balik topeng perak yang selama ini menjadi ketua dari mafia Eagle Eye itu.
"Tuan Aldo Damian?" ucap kedua orang itu sambil melebarkan matanya.
Mereka benar-benar tak menduga jika target pembunuhan yang mereka incar selama ini adalah keluarga dari ketua mafia Eagle Eye.
Aldo hanya tersenyum sinis saat melihat kekagetan kedua orang pria yang kini tergantung di hadapannya itu.
"Apa kalian berdua sudah mengenaliku sekarang?" tanya Aldo sambil memainkan pisau di tangannya.
"Maafkan kami tuan Aldo! Kami benar-benar tidak tahu jika anda adalah ketua dari mafia Eagle Eye! Kami hanya di bayar oleh tuan Markus Sebastian untuk melenyapkan anda dan juga seluruh keluarga anda" ucap si ketua itu kembali.
"Tapi sayang nya aku bukanlah orang yang berlapang dada dan bersedia memaafkan kesalahan orang lain" ucap Aldo.
Srak....
Aldo pun segera menggunakan pisau yang tadi dia mainkan untuk menyayat kulit dari si ketua mafia Black Sky, dengan santai dia pun mengukir gambar tengkorak di punggung sang ketua mafia Black Sky itu.
Aaaargh....
Aaaargh....
Aaaargh...
Antony tersenyum manis melihat sang majikan begitu bahagia, bahkan tanpa aba-aba Antony pun mengguyur tubuh orang yang tadi di siksa oleh Aldo dengan air garam.
Byuuur...
Antony langsung mengguyurka satu ember air garam itu ke tubuh sang musuh.
Aaaargh....
Jeritan memilukan kembali terdengar saat air garam itu menyentuh luka yang baru saja di torehkan oleh Aldo.
Sedangkan kawannya sejak tadi terus menutup mata tak ingin melihat bagaimana kesadisan dari ketua mafia Eagle Eye itu menyiksa ketuanya.
Dalam hati dia terus mengutuk tuan Markus Sebastian karena telah menjerumuskan mereka semua ke dalam neraka buatan milik si iblis pembantai Aldo.
Cetar...
__ADS_1
Cetar...
Suara cambuk mulai terdengar, Aldo telah memainkan cambuknya dan langsung menghantam tubuh sang wakil ketua dari mafia Black Sky itu dengan penuh tenaga.
Aaaargh....
Aaargh...
Teriakan dan erangan terus terdengar setiap kali cambuk itu menghantam tubuh sang musuh, bahkan kini sekujur tubuh nya telah di penuhi darah karena Aldo belum juga menghentikan cambukannya hingga orang itu pun akhirnya pingsan.
Byuuur...
Lagi-lagi Antony dengan tak berperasaannya mengguyur tubuh orang yang terluka itu dengan air garam, bahkan kali ini lebih parah.
Antony dengan sengaja menambahkan cuka kedalam larutan air garam itu membuat si musuh yang tadi pingsan pun kembali sadar dan merasakan sakit dan juga perih ditubuh nya.
"Sudah bangun rupanya!" ucap Aldo
Lagi-lagi Aldo pun kembali menyiksa kedua orang musuh yang telah tak berdaya itu, bahkan kali ini Aldo dengan sengaja memberikan serangan listrik berkekuatan tinggi untuk menyetrum kedua orang yang telah tak berdaya itu.
Aaaargh...
Aaargh...
Lagi-lagi suara teriakan kesakitan itu terus terdengar, suaranya begitu menyayat hati, tapi siapa yang peduli? Bahkan seluruh anggota mafia Eagle Eye pun takut pada kekejaman Aldo.
"Lemparkan kedua bajingan itu ke kandang macan!" teriak Aldo sambil membersihkan tangan nya yang telah di penuhi cucuran darah musuh nya.
Dia juga segera memakai kembali topeng perak nya dan bergegas meninggalkan ruang penyiksaan untuk kembali ke kamar nya yang ada di lantai 3 markas Eagle Eye untuk membersihkan diri.
Para penjaga yang berada di ruang penyiksaan itu pun segera menyeret kedua tubuh yang sedang sekarat itu menuju kandang macan, bau daging terbakar menguar dari tubuh kedua orang itu.
Aldo hampir saja memanggang tubuh mereka dengan sengatan listrik itu.
"Itu adalah hukuman yang pantas kalian terima karena berani menyentuh keluarga dari ketua kami!" ucap orang-orang itu sambil melemparkan kedua tubuh yang sudah setengah matang itu ke dalam kandang macan.
...----------------...
GA tahap kedua kembali di buka ya, yuk dukung terus author dengan klik tombol like, subscribe dan komentar nya ya. Jika berkenan silahkan lemparkan vote dan juga gift nya.
Author kembali mencari Sepuluh orang pendukung terbanyak untuk mendapatkan gift dari author ya. Pemenang akan langsung di umumkan pada tanggal 7 januari 2023.
Selamat beristirahat semuanya 🙏🙏🙏
__ADS_1