Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 69


__ADS_3

Lucas yang mendengar kabar dari salah seorang pelayan di kediaman nya sangat shock mendengar keadaan sang ibu yang memprihatinkan. Begitu juga dengan ayahnya yang bernama Chandra, dia begitu terkejut terlebih setelah mendapatkan laporan dari asisten istrinya tentang masalah yang terjadi di dalam perusahaan.


Mereka tidak menyangka jika selama ini nyonya Rahma telah melakukan sesuatu hal yang buruk di belakang keduanya, namun hal yang paling mengejutkan adalah tentang keributan yang terjadi di rumahnya. Apalagi tentang dokumen penting milik mereka yang menghilang.


Siapa yang telah bermain-main dengan keluarga mereka dan merampok dengan begitu kejamnya? Bahkan mereka tidak pernah berbuat sesuatu yang bisa merugikan orang lain.


Hanya satu yang saat ini melintas di fikiran mereka, mungkinkah ini perbuatan tuan Bima Sanjaya yang kesal dengan kelakuan nyonya Rahma? Ataukah ada intensitas kuat lainnya yang berdiri dan melindungi keluarga besar itu dari belakang?


Berbagai pemikiran buruk pun muncul, terlebih saat ini keadaan nyonya Rahma tidak memungkinkan untuk di ajak bicara, dan para pelayan yang tinggal di rumah itu juga tidak tahu apa-apa, karena mereka memang tidak tinggal di rumah besar melainkan di sebuah paviliun kecil yang ada di belakang rumah itu.


CCTV di rumah itu juga rusak dan tidak bisa di perbaiki, bahkan CCTV tetangga mereka yang menyorot ke arah depan rumah Lucas pun ikut rusak secara tiba-tiba. Membuat penyelidikan menjadi semakin sulit.


Bahkan cctv yang terpasang di jalan raya dan mengarah ke arah rumah mereka pun seakan telah di retas dan di hapus hingga membuat penyelidikan semakin menemui jalan buntu.


"Siapa sebenarnya orang yang telah di singgung oleh ibu? Aku bahkan tak bisa menemukan bukti sedikit pun hingga saat ini!" ucap Lucas sambil menyugar rambutnya frustasi.


Tuan Chandra hanya mengusap wajahnya kasar, dia juga di buat tak berdaya saat ini. Bagaimana bisa para penyusup itu masuk ke dalam rumahnya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun? Bahkan dia juga tidak bisa menemukan sidik jari para pelaku dari kejahatan yang telah mereka lakukan.


"Entahlah.. Ayah juga tak tahu. Ini adalah pertama kalinya dalam hidup ayah menemukan kasus yang serumit ini. Entah siapa yang telah dia singgung hingga mereka tega berbuat seperti ini pada keluarga kita!" ucap tuan Chandra sambil menghela nafas berat.

__ADS_1


Dia dan putranya terpaksa pulang ke rumah karena situasi nyonya Rahma yang mendesak, padahal tugas mereka begitu menumpuk di kantor, namun demi nyonya Rahma bahkan keduanya rela pulang untuk menjenguk dan merawatnya.


"Sepertinya saat ini kita membutuhkan bantuan dari orang-orang yang berkompeten ayah! Bagaimana pun juga ini masalah yang sangat serius! Seluruh dokumen penting milik keluarga kita telah di curi dan kita tak bisa menemukan pelakunya!" ucap Lucas.


Tuan Chandra hanya bisa menarik nafas lelah. Ini adalah hal yang selalu dia takutkan selama ini, kesombongan istrinya menjatuhkan dia beserta keluarga nya dalam kehancuran.


Lalu apa yang harus dia lakukan? Bahkan dia telah mengerahkan seluruh bawahannya untuk menyisir seluruh tempat itu dan mencari bukti yang bisa saja di tinggalkan oleh sang pelaku.


Tapi hingga saat ini mereka tak bisa menemukan apa pun, hanya kebuntuan yang ada di depan mata. Kini.. Mau menangis pun mereka sudah tak bisa, mereka hanya berharap agar orang yang telah mengambil semua dokumen itu tidak mengusir mereka dari rumahnya.


Sementara di kamar sebelah tepatnya di kamar nyonya Rahma, saat ini wanita paruh baya itu terus saja berteriak dan mengumpat dengan kata-kata yang tidak bisa dimengerti siapa pun. Dia sangat frustasi saat menyadari jika dirinya kini telah jatuh miskin.


Bagaimana nanti penilaian dari teman-teman sosialita nya saat tahu jika dirinya sudah tak memiliki apa-apa? Bahkan dia kini harus duduk di atas kursi roda.


Dia juga menyesal karena terlambat melakukan sesuatu hingga pria tua itu menyerangnya terlebih dahulu dengan menghancurkan seluruh kebahagiaan dan juga kebanggaan nya.


Tuan Chandra dan Lucas hanya bisa menarik nafas lelah, keduanya tak bisa lagi memperingatkan nyonya Rahma karena keadaan nya yang sangat mengkhawatirkan, terutama mereka takut jika penyakit yang di derita wanita itu kembali unfall.


Sementara di tempat lain saat ini, Ivan beserta anak buahnya telah kembali setelah melaporkan seluruh pekerjaan mereka pada Keyra, mereka juga tetap mengawasi rumah nyonya Rahma jangan sampai meninggalkan jejak apa pun.

__ADS_1


Dan Keyra saat ini sangat bahagia saat mendengar kehancuran yang menimpa wanita tua itu, dia terus tertawa sambil meneguk wine di tangannya. Siapa yang menduga jika wanita cantik itu sanggup untuk menghancurkan kehidupan orang lain? Semua orang begitu yakin jika Keyra Amelia adalah wanita yang berhati lembut bak kapas.


Keadaan jauh berbeda terjadi di kediaman tuan Bima Sanjaya, seseorang telah datang ke rumah mereka dan meninggalkan sebuah kardus besar di teras rumahnya.


Semua orang pun merasa aneh dan sedikit bingung, apa isi dari kotak itu hingga sang pengirim harus cepat pergi dari sana setelah meninggalkan hadiah nya.


Kreeeek....


Tuan bima membuka lakban yang melekat pada kardus besar yang kini ada di teras rumah nya, tangan nya terulur untuk membuka kardus itu, semua anggota keluarga nya menanti dengan penuh harap, mereka menantikan apa yang ada di dalam kotak itu.


Begitu kotak terbuka, mata semua orang terbelalak menyaksikan dengan mata merah dan berair, mulut mereka terkatup dengan rahang yang mengeras, itu adalah seonggok tubuh manusia.


Tuan Bima langsung merusak kotak kardus itu, dia begitu penasaran mayat siapa yang telah di kurim ke rumahnya. Begitu kardus itu terbuka, semua orang langsung shock, mereka berlari ke arah mayat itu sambil berteriak,


"Tiaraaaaa..." Adrian menangis sesenggukan sambil memeluk tubuh putrinya yang telah dingin. Begitu juga dengan Bima.


Sedangkan Wulan begitu terguncang melihat tubuh cucu perempuan nya yang telah menjadi mayat dengan tubuh yang penuh darah, bahkan dia bisa melihat jika saat ini di betis Tiara masih tertancap sebuah pisau kecil yang menembus dagingnya.


Siapa manusia yang telah begitu kejam membunuh Tiaranya yang baik hati, bahkan Tiara tak pernah jauh meninggalkan rumah kakek nenek nya selama ini.

__ADS_1


Air mata mengucur dengan sangat deras, mereka begitu terpukul dan sangat sakit, kenapa Tiara harus di siksa dengan sebegitu besarnya? Tubuhnya di penuhi dengan bekas sabetan, bahkan tulang-tulang nya pun banyak yang patah.


Sepertinya Tiara telah di lemparkan dari ketinggian tertentu setelah dia di siksa dengan sangat kejam dan di masukan ke dalam kardus untuk di kirimkan ke rumah keluarga Wiguna.


__ADS_2