Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 76


__ADS_3

Tap...


Tap...


Tap...


Para anggota mafia itu masuk dengan mengendap-endap, mereka berjalan dengan sangat pelan agar tak membangunkan pemilik rumah yang tengah terlelap.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, seluruh lampu yang ada di setiap ruangan juga telah di matikan, anggota mafia itu mulai tersenyum, mereka meyakini panen besar yang akan di dapatkan.


Mereka pun mulai menyebar dan mencari jalan masuk yang berbeda, ada yang mencoba untuk merusak pintu, jendela, bahkan beberapa di antaranya kini berusaha membongkar kaca rumah itu dengan peralatan yang lengkap.


Mereka bekerja sama dan melancarkan aksinya dengan sangat cepat. Tak ingin kehilangan mangsa besar yang akan di dapat, apalagi saat ini tambang uang telah terpampang di depan mereka.


"Ayo cepat!" ucap salah seorang mengintruksi.


Mereka pun mulai meloncat masuk ke dalam mension milik Keyra dengan berbagai cara.


Hap...


Hap...


Hap...


Baru saja beberapa orang itu menapakan kaki nya di atas lantai, mereka merasakan sakit yang menjalar dari arah kakinya, mau tak mau mereka pun berusaha untuk menutup mulutnya dan menahan sakitnya di dalam hati.


Mereka tak ingin tuan rumah terbangun dan menjadi waspada. Segera mereka pun mengambil senter dari kocek jaket mereka, ternyata di atas lantai itu kini telah di penuhi dengan berbagai macam jebakan, ada kawat duri, paku payung, pecahan kaca bahkan kelereng.


Mata anggota mafia kelabang merah pun terbelalak, ternyata kedatangan mereka telah di ketahui dan saat ini mungkin pemilik rumah tengah bersembunyi di suatu tempat untuk menghindari sergapan mereka.


"Cepat cari benda apa pun yang bisa menyingkirkan semua sampah ini dari lantai!" ucap salah seorang dari mereka seraya mulai menggerakan kakinya untuk menggeserkan benda-benda tajam dan berbahaya itu dari dekatnya.

__ADS_1


Anggota yang lain dengan sigap segera bergerak, mereka mencari sapu dan mulai membersihkan seluruh pecahan beling dan juga paku payung dari sana.


Bahkan ada beberapa dari mereka yang mulai menyingkirkan kawat berduri itu dengan tangannya hingga akhirnya..


"Aaaargh..." terdengar teriakan anak buah mafia kelabang merah dengan sangat kencang dan mengagetkan semua orang.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Beberapa orang anggota mafia itu langsung ambruk dengan badan yang gosong, bahkan dari lubang telinga mereka terlihat asap yang mengepul. Rupanya kawat berduri yang tadi mereka pindahkan itu mengandung energi listrik berkekuatan tinggi, hingga begitu tangan mereka menyentuhnya, aliran listrik itu langsung berfungsi dan berhasil mengejutkan mereka hingga lupa untuk melepaskan tangan dan akhirnya mati dalam keadaan setengah matang.


"Sial!" rutuk mereka mulai mengumpat begitu melihat beberapa orang temannya yang mati. Akhirnya mereka pun mulai meningkatkan kewaspadaan, dan berusaha untuk tidak lengah lagi.


Nyatanya, meskipun musuh yang saat ini mereka hadapi adalah seorang wanita, tapi ternyata memiliki kecerdasan yang lumayan hingga bisa menumbangkan beberapa orang di antara mereka sekaligus.


Mereka mulai menyebar untuk mencari keberadaan tuan rumah, kamar demi kamar mereka masuki, entah kenapa mereka merasakan ada sesuatu yang janggal sejak tadi.


Mereka seolah tengah berjalan di tempat, bahkan setiap kali mereka membuka pintu, pemandangan yang serupa terus mereka lihat, tidak ada satu orang pun yang tinggal di rumah itu, yang ada hanyalah beberapa jebakan kecil saja.


Sejenak mereka tertegun, apa yang salah dengan rumah ini? Dan dimana pemilik mension ini? Bahkan sejak mereka melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah itu, tidak ada satu pun perabotan rumah yang mereka jumpai.


Mungkinkah mereka salah memasuki rumah? Tapi jelas dari alamat yang di berikan oleh orang kepercayaan mereka itulah rumah milik dari pengusaha wanita yang tengah naik daun itu.


Akhirnya mereka pun mulai bergerak semakin hati-hati dan mulai memasuki sebuah ruangan yang teramat gelap, namun kini di hadapan mereka telah berdiri 500 orang pria berbadan kekar yang menyunggingkan senyuman manis nya.


Prok...


Prok...

__ADS_1


Prok...


Terdengar suara tepuk tangan yang menggema, para anggota mafia itu mulai melirik ke arah dimana suara itu berasal, meskipun dengan pandangan yang kabur, karena pencahayaan tidak sedikit pun masuk kesana.


Ctak...


Tiba-tiba saklar lampu berbunyi, ruangan itu pun menjadi terang benderang, kini mereka bisa melihat dengan jelas seorang wanita cantik tengah duduk di atas kursi, di belakang wanita itu ada sekitar 500 orang laki-laki berdiri dengan berbagai macam senjata tajam dan juga senjata api di tangannya.


Glup...


Mereka pun mulai menelan ludahnya dengan susah payah, akhirnya mereka tahu jika rumah besar yang mereka datangi kali ini benar-benar sarang macan, namun mereka tidak mungkin untuk berbalik dan kabur lagi, karena ternyata di belakang mereka juga telah terlihat begitu banyak pria yang berjaga.


"Apakah begitu senang memasuki kediaman ku tanpa izin?" tanya Keyra seraya menggoyangkan gelas wine di tangannya.


Wanita itu menyesap minumannya dengan sangat perlahan, tapi matanya menatap tajam pada dua ratus orang penyusup yang kini ada di rumahnya.


"Sepertinya kalian sudah tak sabar untuk bermain! Baiklah.. Aku memberikan mereka untuk kalian! Habisi saja, kalau perlu kalian potong-potong saja tubuhnya untuk makan siang anak kalian!" ucap Keyra dengan sarkas.


(* anak yang di maksud oleh Keyra adalah binatang buas yang mereka pelihara di rumah itu)


Anak buah Keyra dengan cepat langsung bergerak, mereka mulai membantai satu persatu para mafia itu dengan sangat sadis. Jeritan dan teriakan mereka teredam di dalam ruangan itu, hingga siapa pun tak akan mendengar nya di luar.


Sementara para anggota mafia kelabang merah saat ini mulai terdesak, mereka terbiasa membunuh musuhnya dengan senjata api, tapi kini mereka malah di keroyok dengan membabi buta, hingga wajah mereka lebam dan beberapa tulang mereka pun patah.


Tak ingin memberikan musuh mereka peluang, dengan cepat anak buah Keyra pun mulai mengambil senjata tajam, mereka dengan santainya memotong saru persatu jari musuh nya hingga teriakan dan jeritan kesakitan kembali terdengar.


Tapi semakin mereka berteriak, anak buah Keyra malah semakin brutal, mereka mulai menyayat tubuh musuh nya dan melemparkan air yang sudah di tambahkan dengan cuka dan juga garam dapur.


Begitu juga Keyra yang semakin antusias, dengan gila nya wanita itu mulai menginjak potongan daging yang berserakan di lantai mensionnya itu menggunakan High heels nya, pemandangan itu sontak membuat anggota mafia kelabang merah menjadi takut.


Mereka yang selama ini terkenal sadis dalam membantai musuhnya, ternyata tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan Keyra dan juga anak buahnya yang lebih mirip di sebut iblis di bandingkan manusia.

__ADS_1


"Hahaha... Ini sangat menyenangkan!" ucap Keyra seraya tertawa terbahak-bahak membuat anggota kelabang merah itu ciut dan semakin ketakutan, pantas saja bos mereka mati di tangan wanita itu! Ternyata dia memang iblis pembantai dan bukan manusia lemah seperti yang mereka fikirkan selama ini.


__ADS_2