
"Papaaa.." teriak Aldo sambil mendekat ke arah sang papa yang kini tengah di rawat oleh dokter pribadinya.
Tanpa sengaja Aldo melihat secarik kertas di lantai kamar sang papa, kaki Aldo pun mulai melangkah mendekati kertas itu dan segera memungut nya, mata Aldo membeliak kaget saat membaca surat yang kini berada di tangannya, tak lama tangan nya pun mengepal dengan sangat kuat.
Sorot mata Aldo berubah semakin tajam dengan raut wajah yang semakin dingin.
Tuan Alexander yang melihat cucunya tengah di bakar emosi pun segera mendekati Aldo dan menepuk pundak cucu kesayangan nya itu.
Tangan pria tua itu langsung saja mengambil kertas yang kini ada dalam genggaman tangan Aldo, dan langsung membacanya.
Terlihat nafas tuan Alexander seperti tertahan saat membaca surat ancaman yang kini berada di tangannya.
Isi surat :
Jika kau masih menginginkan ibu kesayangan mu hidup, maka temui aku besok malam jam sepuluh di gudang kosong yang berada di jalan xxxx
"Siapa bajingan yang berani mengancam keluarga kita Aldo?" tanya tuan Alexander sambil menatap wajah cucunya.
"Sepertinya mereka anggota mafia Black Sky yang telah di bantai oleh Key dan juga Ara malam kemarin kek" ucap Aldo menebak-nebak.
"Harus kah kakek mengerahkan seluruh anggota Black Devils untuk meratakan mereka?" tanya tuan Alexander lagi.
"Tidak kek, tujuan mereka adalah aku, aku akan mengurus masalah ini dengan baik" ucap Aldo sambil bergegas kembali ke dalam kamarnya dan mengambil ponsel nya.
Dengan segera Aldo pun menghubungi Antony agar mempersiapkan seluruh anggota mafia nya untuk menyerang markas Black Sky, sedangkan dirinya akan pergi menuju ke gudang kosong untuk menyelamatkan mamanya yang kini sedang di sekap.
Tak lupa Aldo pun menelpon Keyra dan memberi tahu situasi di dalam mension.
Tuuut... Tuuut...
Suara panggilan telpon tersambung, tak lama Keyra pun segera mengangkat panggilan itu.
📱"Hallo.." ucap Keyra
📱"Maaf.." ucap Aldo pelan
📱"Untuk?" tanya Keyra tak kalah singkat
📱"Aku tak bisa mengajak keluarga ku untuk melamar mu hari ini" jawab Aldo
__ADS_1
📱"Apakah ada masalah?" tanya Keyra lagi.
📱"Mamaku di culik, dan papa ku dalam keadaan sekarat saat ini" jawab Aldo
Keyra hampir saja menyemburkan air hangat yang ada di mulut nya mendengar jawaban dari Aldo. Sedangkan Kyara yang saat ini duduk di samping momy nya itu terlihat sangat tenang.
Bocah itu seperti nya telah menduga kejadian itu, setelah pembantaian yang dia dan juga momy nya lakukan malam kemarin.
📱"Apa kau butuh bantuanku?" tanya Keyra
📱"Tidak.. Aku akan menyelesaikan masalah ini segera, aku tak ingin melibatkanmu dalam masalah ku" ucap Aldo mengakhiri percakapan pagi mereka.
Setelah menelpon Keyra, Aldo pun bergegas menuju ke markas mafia milik nya, ya Aldo adalah seorang leader mafia dengan julukan iblis pembantai.
Mafia yang dipimpin oleh Aldo bernama Eagle Eye, merupakan mafia terbesar dan nomor 1 di kota C, tapi tak ada satu pun yang mengetahui wajah dari pimpinan mafia itu, karena Aldo selalu menyembunyikan wajahnya di balik topeng tengkorak putih nya.
Aldo bergerak dengan cepat menuju ke hutan, tanpa sepengetahuan orang-orang jika di kedalaman hutan itu berdiri sebuah mension besar dan sangat luas yang merupakan markas dari mafioso yang di pimpin oleh Aldo.
Bahkan jalan untuk bisa memasuki hutan itu pun di penuhi dengan banyak sekali jebakan yang mematikan.
Aldo mengendarai mobil sport milik nya dengan kecepatan penuh, hingga akhirnya dia pun sampai di markas nya dalam waktu dua jam.
Tap...
Tap...
Tap...
Aldo mulai melangkahkan kaki nya menuju tempat itu, topeng tengkorak berwarna putih itu telah bertengger di wajah tampannya.
Aura dingin dan beringas pun muncul begitu Aldo datang.
Bahkan para mafioso itu terlihat begitu tertekan hanya dengan kehadiran Aldo.
"Selamat datang King!" semua mafioso itu pun memberikan hormat pada Aldo sambil membungkukkan sedikit badan nya.
Aldo hanya mengangguk dingin mendengar sapaan dari seluruh anak buah nya itu.
"Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang markas mafia Black Sky?" tanya Aldo.
__ADS_1
Salah satu dari anggota mafioso nya pun maju dan memperlihatkan sebuah informasi.
Aldo mengangguk puas dengan kinerja dari orang-orang nya dalam mencari informasi.
Kemudian Aldo pun berjalan menuju ke kursinya.
"Malam ini, aku ingin kalian menyerang markas Black Sky dan habisi mereka semua tanpa sisa!" ucap Aldo.
Sedangkan para anggota mafia nya hanya mengangguk paham mendengar perintah dari pemimpin mereka.
Akhirnya mereka pun segera berdiskusi mengenai strategi penyerangan terhadap mafia Black Sky, mulai dari plan A, plan B, Plan C mereka ungkapkan satu persatu untuk menunjang kesuksesan mereka dalam membumi hanguskan seluruh anggota mafia Black Sky.
Aldo sengaja hanya akan membawa seratus orang bawahan nya yang memang sudah sangat ia percayai untuk membantunya menyelamatkan sang mama, sedangkan anggota mafia yang lain akan langsung berangkat menuju markas mafia Black Sky untuk melakukan penyerangan.
Malam harinya, seluruh anggota mafia Eagle Eye sudah mulai bergerak dari markas mereka yang berada di tengah hutan, tujuan mereka hanya satu, mengunjungi markas mafia Black Sky yang ada di pelosok kota tersebut dan segera membuat api unggun.
Berbagai senjata api telah mereka persiapkan dengan sangat rapi, tak tanggung-tanggung mereka pun membawa banyak sekali bazoka dan juga bom untuk menghancurkan seluruh markas Black Sky malam ini.
Aldo memang memerintahkan seluruh anggota mafia nya untuk meratakan, yang berarti melenyapkan nyawa orang-orang itu sekalian menghancurkan tempat nya.
"Mari kita beri hadiah orang-orang kotor yang telah berani mengusik keluarga king dengan menjadikan mereka sebagai santapan binatang buas! Dan meratakan markas mereka dengan tanah!" teriak Antony membakar semangat para anggota mafia Eagle Eye saat perjalanan menuju pelosok kota.
Para anggotanya pun langsung berteriak penuh semangat, kali ini mereka dengan senang hati akan membantai orang-orang tak tahu diri itu dengan sangat mengerikan agar tak ada lagi yang berani macam-macam dengan kelompok organisasi mereka.
Sedangkan Aldo beserta seratus orang anggota lainnya telah bergerak menuju ke gudang kosong, keseratus anggota nya sengaja menyebar dan mencari tempat persembunyian masing-masing.
Mereka hanya akan keluar setelah mendapatkan perintah dari Aldo.
Bruuumm...
Bruuumm...
Suara mobil itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi, saat ini Aldo hanya di temani oleh salah satu anggotanya saja, agar tak menarik kecurigaan dari orang-orang yang kini menyekap sang mama.
Prok... Prok.. Prok...
Seorang pria tua dengan perut buncit muncul, tubuh nya yang pendek beserta rambut kriting nya yang terlihat seperti mie yang kering, di tambah lagi dengan hidung besar dan juga jidat lebar nya yang membuat penampilan pria tua itu semakin buruk dan tak sedap untuk di pandang, bertepuk tangan saat Aldo muncul di depan gudang kosong itu.
"Selamat datang tuan Aldo Damian" ucap nya di sertai senyuman sinis nya.
__ADS_1
"Kaaau!" ucap Aldo sambil menggertakkan giginya.