
"Kau benar Ara.. Mereka memang tidak bisa menyambut tamu mereka dengan baik" ucap Keyra sambil mengangkat tubuh bocah mungil itu dan mendudukkan nya di atas pangkuan nya.
Anggota mafia yang mendengar ucapan dari kedua wanita berbeda usia itu entah kenapa nyali mereka mulai ciut, saat ini mereka seolah sedang berhadapan dengan dua ekor binatang buas yang sangat ganas, terlebih mata Keyra sejak tadi seolah tak berkedip menatap mereka semua.
"Dasar wanita sin*ing! Apa begitu caramu bertamu di rumah orang lain? Pantas saja kau di lahirkan di keluarga kelas rendah! Ternyata kau memang tak pantas bergaul dengan orang yang tidak sederajat dengan mu!" cibir Tiara dengan sarkas.
Keyra hanya memutar bola mata nya keatas mendengar ucapan dari Tiara, sepertinya gadis di hadapannya itu kekurangan pelajaran hingga dengan beraninya mengata-ngatai Keyra.
"Siapa yang kau sebut tidak sederajat nona Tiara? Bahkan jika seluruh hartamu dan harta seluruh keluarga mu di kumpulkan, belum tentu bisa menyaingi 10% jumlah kekayaan ku! Dan kau mengatakan kita tidak sederajat? Akh.. Kau benar! Orang-orang biadab seperti mu dan juga seluruh keluarga mu memang tidak memiliki derajat apa pun! Kau tak pantas mendapatkan rasa hormat sedikit pun!" ucap Keyra semakin memprovokasi Tiara.
"Kau? Jangan kau fikir karena putri kecilmu itu bisa melukai salah satu orang ku lalu kau menjadi besar kepala Keyra! Saat ini kau sedang berada di tempat ku dan kau harus tunduk pada peraturanku!" ucap Tiara.
Keyra tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan semberono dari gadis itu, sepertinya Keyra memang benar-benar harus memberi pelajaran agar gadis itu tahu tinggi nya langit dan rendah nya bumi.
"Kau terlalu sombong Tiara! Jika kau fikir caramu itu bisa membuat ku takut, kau salah! Seorang Keyra yang pernah berkali-kali berhadapan dengan kematian tidak memiliki rasa takut. Kau lah yang seharusnya takut padaku! Karena mungkin setelah hari ini kau tidak akan pernah bisa lagi melihat matahari pagi!" ucap Keyra sambil menunjukkan senyuman sinis.
Tiara benar-benar sudah kehabisan kesabarannya saat ini, tangan nya dengan cepat menarik senjata yang berada di punggung salah seorang anggota mafia yang ada di belakang nya dan langsung menodongkan senjata api itu ke depan Keyra dengan mata yang menyorot marah.
Sedangkan Keyra hanya tertawa melihat kelakuan gadis itu, dia juga menggelengkan kepala nya sambil terus menunjukkan sikap memprovokasi.
"Apa kau bisa menggunakan pistol itu Tiara? Bahkan tangan mu itu tak pernah mengangkat senjata apa pun selain pisau pemotong steak, dan lihatlah tubuh yang kau banggakan itu! Tubuhmu terlalu lemah untuk bisa menjadi seorang pemangsa! Kau terlihat seperti kelinci kecil yang sangat imut di depanku!" ucap Keyra.
Dor...
__ADS_1
Dor...
Dor...
Tiara menarik pelatuk pistol itu dan mengarahkan nya pada Keyra dan juga Kyara, namun karena minim nya pengalaman membuat ketiga peluru yang di tembakkan oleh Tiara hanya mengenai dinding.
Keyra tertawa melihat tubuh Tiara yang bergetar saat menembak, Keyra pun menggerakan tangan mungilnya dan mengambil pisau lipat yang terpasang di betis indahnya.
Syut...
Clap...
Pisau itu menembus betis Tiara dan langsung mengoyak daging nya, Tiara melotot melihat kecepatan tangan Keyra yang seringan kapas dan juga selembut angin, namun bidikan nya tepat mengenai sasaran.
"Aaaargh..." teriak Tiara seraya memegangi betisnya yang terluka, darah segar mulai mengucur dengan sangat deras dari luka tikaman itu. Tiara terus meringis merasakan sakit, namun kebencian dimatanya jelas tak akan berkurang pada Keyra.
"Apa kau tahu? Kau itu terlalu payah. Bagaimana bisa kau menginginkan posisi ku sebagai calon nyonya muda Damian, jika menembak saja kau tak becus! Kau hanya akan menjadi beban untuk keluarga Aldo jika tak memiliki kemampuan!" lanjut Keyra.
Tiara mendelik mendengar ucapan dari Keyra, apa hubungan antara dirinya yang tidak bisa menggunakan pistol dengan keluarga Damian? Sebagai seorang nyonya muda, dia hanya berkewajiban untuk menjaga penampilan nya sebaik mungkin agar tidak mempermalukan sang suami.
Terlebih keluarga Damian saat ini termasuk golongan sepuluh keluarga besar terkaya yang menduduki peringkat nomor 2 di kota C. Sudah barang tentu nyonya mudanya harus selalu berpenampilan cantik dan menawan agar bisa ikut mendongkrak popularitas sang suami.
"Kau tahu Keyra! Aku bisa saja melaporkan mu pada polisi karena telah berani melukai ku! Dan kau akan di benci oleh semua orang!" ucap Tiara sambil menyunggingkan senyuman mengejek.
__ADS_1
"Sayang nya kau tidak akan pernah bisa melakukan hal itu Tiara! Karena sebelum kau sampai di kantor polisi, mungkin kau sudah menjadi mayat!" ucap Keyra dengan sangat santai.
Tiara semakin berang melihat kelakuan Keyra, wanita yang saat ini ada di hadapannya itu bukan hanya menginjak harga diri nya, melainkan juga telah berani mengancamnya.
"Kalian semua! Bunuh wanita keparat itu bersama putrinya! Aku akan memberikan bayaran dua kali lipat lebih besar dari pada pekerjaan kalian tadi!" ucap Tiara memberikan perintah pada anggota mafia yang ada di belakangnya.
Mendengar bayaran dua kali lipat, tentu saja membuat anggota mafia itu senang hati, dengan gerakan yang sangat cepat, mereka pun segera maju dan bersiap untuk menyerang Keyra dan juga Kyara bersama-sama.
Brak...
Pintu terbuka dari luar setelah di terjang oleh dua ekor singa putih yang kini mulai berjalan masuk ke dalam rumah. Anggota mafia langsung melotot tajam, bagaimana bisa ada dua ekor singa yang masuk ke dalam rumah itu? Sementara rumah yang kini mereka diami itu tidak berada di dalam hutan.
Tapi kenapa kedua raja hutan itu datang dan masuk kesana? Di saat semua orang mundur dan mulai bersiap mengeluarkan senjata mereka, Keyra dengan sangat santai memanggil kedua hewan peliharaan nya itu dengan menjentikkan jarinya.
Auuuuum...
Grrrr...
Kedua singa itu pun segera mendekat ke arah Keyra, sementara Tiara terbelalak. Bagaimana bisa kedua singa itu begitu penurut terhadap Keyra? Dia benar-benar tidak mengenal Keyra yang saat ini ada di hadapannya. Ini seperti bukan Keyra mantan sahabat nya itu.
"Jack! Jill! Kemari!" panggil Keyra pada kedua hewan peliharaan nya.
Setelah di panggil namanya keduanya hewan itu pun segera mendekat dan langsung mendusel-duselkan kepala nya di kaki Keyra, bahkan salah satu singa itu dengan santai nya menjilati tangan Kyara dan membuat bocah itu tertawa dengan sangat lantang karena merasa kegelian.
__ADS_1
"Bukankah kalian berdua lapar? Maka hari ini kalian boleh berpesta dan memangsa manusia yang mana pun yang kalian suka!" ucap Keyra pada kedua hewan peliharaan nya itu seraya menunjuk satu persatu wajah Tiara dan juga orang-orang yang membantunya itu.
Mata kedua singa itu terlihat berbinar, ini adalah pesta yang terbaik yang di berikan majikan mereka, jika biasanya mereka harus berburu makanan di hutan, kali ini dengan sangat dermawan nya sang majikan telah mengumpulkan seluruh mangsa di satu tempat dan keduanya bisa langsung melahapnya dengan santai.