Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 25


__ADS_3

Flash back on


Setelah meletakkan gagang telpon kembali ke tempatnya, Kyara di kagetkan dengan kehadiran Keyra yang tiba-tiba saja telah berdiri di belakang nya sambil bersedekap dada.


Mata Kyara membulat saat berbalik dan hampir saja terjatuh karena kaget, sedangkan Keyra masih diam dalam posisi sebelumnya.


"Siapa yang kamu telpon Ara?" tanya Keyra sambil memperhatikan raut wajah putri kecilnya yang seperti kikuk untuk menjawab pertanyaan momy nya.


"Katakan pada momy, siapa yang kamu telpon Ara?" tanya Keyra kembali sambil menatap bocah yang ada di hadapannya.


"I.. Itu.. A.. Anu mom, kawan" jawab Kyara dengan gugup.


Keyra terus memandang putrinya itu dengan tatapan yang sangat tajam seolah tengah mengintrogasi musuhnya.


"Katakan pada momy, siapa yang kamu telpon malam-malam Ara.. Jangan fikir momy tak tahu semua tindakan Ara selama ini! Momy tahu Ara yang menyebarkan video kebusukan keluarga Wiguna, meretas data seluruh saingan bisnis momy dan menjatuhkan mereka satu persatu, momy juga tahu Ara yang sudah membeli semua saham dari perusahaan yang Ara hancurkan" ucap Keyra membuat Kyara tak lagi bisa berkutik.


Akhirnya bocah itu pun memberi tahukan semua yang dia lihat dari cctv rumah nya, termasuk dengan siapa barusan dia melakukan hubungan telepon dan juga bagaimana nyonya Stella menghina Keyra kemarin di rumah nya.


Kyara bahkan dengan gamblang menceritakan semua yang dia perbuat pada perusahaan milik Adrian, termasuk bagaimana cara Kyara mengusir nyonya Stella saat bertamu ke rumahnya, membuat Keyra kaget dan sedikit tak mempercayai ucapan putrinya itu.


"Masalah orang-orang yang ingin melenyapkan keluarga om Aldo, biar momy saja yang akan mengatasi nya, lebih baik Ara tidur saja" ucap Keyra yang di balas gelengan kepala Kyara.


"Ara juga mau ikut membantai mereka mom" ucap bocah itu sambil mengerucutkan bibir nya.


"Tidak! Ara masih terlalu kecil untuk bisa melawan mereka" ucap Keyra sambil kembali ke kamar nya dan membuka lemari pakaian nya untuk mengambil beberapa senjata.


Bocah itu mengikuti Keyra masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengambil sepasang belati kembar milik Keyra kemudian langsung memainkan belati itu di tangannya.


Gerakan bocah itu terlihat sangat halus saat memutar belati, namun tak nampak takut, Kyara bahkan dengan santai nya menggesekaan bagian yang tajam dari belati itu ke bagian tumpul belati yang satunya.


Mata Keyra melotot melihat atraksi yang di lakukan oleh Kyara, dia sungguh tak menduga jika bocah itu bisa memainkan senjata dengan begitu lihai di tangannya.


"Kalau Ara tak boleh ikut, momy juga tak boleh pergi" ucap Kyara.


Keyra mendesah pelan mendengar ucapan dari putri kecilnya itu, namun dia pun segera menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


"Baiklah.. Ara boleh ikut, tapi ingat untuk tetap di belakang momy, oke?" ucap Keyra.


Kyara pun mengangguk mengiyakan permintaan momy nya itu dengan mantap.


Dalam pikiran, bocah itu pun bergumam "Sepertinya momy tak akan memberikan kesempatan untuk ku bersenang-senang kali ini, baiklah.. Mari cari cara lain agar bisa menikmati hiburan malam"


Akhirnya Keyra dan Kyara pun segera keluar dari mension mereka menuju ke mension milik Aldo dan membawa sekitar seratus orang body guard nya.


"Sial.. Sepertinya kita terlambat" umpat Keyra begitu sampai di halaman rumah Aldo.


Beberapa body guard Aldo telah tergeletak tanpa nyawa, dengan berbagai luka tusuk dan juga luka tembak.


"Siapkan tali... Kita harus memanjat dinding itu!" perintah Keyra yang langsungdi jalankan oleh beberapa orang body guard nya.


"Pecahkan saja kaca jendela nya, kita masuk dari arah sana" ucap Keyra sambil menunjuk beberapa kaca jendela rumah Aldo.


Akhirnya para body guard pun langsung memasang tali dan mulai memanjat satu persatu, kemudian 3 orang di antaranya langsung memecahkan kaca jendela itu dengan menghantamkan gagang senjata laras panjang milik mereka.


Prang...


Prang...


Prang...


Flash back off.


Jleb...


Jleb...


Jleb...


Dengan lincah tangan Kyara langsung menikam satu persatu orang yang tengah berdiri di atas nya, dengan posisi yang tentunya sangat menguntungkan.


Bruk...

__ADS_1


Bruk...


Bruk...


Puluhan orang mulai terjatuh dengan luka tusukan yang menganga lebar di sekitar jantung mau pun perut nya akibat tindakan dari bocah itu.


Dengan cepat, Kyara pun kembali berdiri di samping sang momy, senyum kedua perempuan cantik berbeda usia itu terlihat begitu menyeramkan, apalagi tangan dan wajah mereka telah tertutup oleh darah yang terpercik dari tubuh org yang telah mereka binasakan.


Tuan Dimitri melotot melihat bagaimana cara Keyra dan juga Kyara membantai orang-orang itu, sedangkan tuan Alexander terlihat begitu takjub saat kedua orang di hadapan nya itu mengayunkan senjata mereka dan membunuh dengan tragis, bahkan matanya masih terlihat santai dan tak menunjukan ketakutan sama sekali.


Nyonya Stella? Jangan ditanya.. Perempuan paruh baya itu langsung shock melihat tindakan brutal Keyra, badan nya langsung ambruk dan pingsan seketika.


Tidak salah jika Aldo memilih Keyra sebagai calon istrinya, keduanya terlihat sangat serasi jika di sandingkan saat menghabisi lawan-lawan nya.


Bahkan iblis kecil Kyara terlihat menyunggingkan senyum psikopat nya ke arah anggota Black Sky, siapa yang menyangka jika di dalam tubuh bocah itu tersimpan jiwa seorang gadis berusia 18 tahun yang merupakan seorang hacker yang handal sekaligus pembunuh berdarah dingin.


Prok...


Prok...


Prok...


Keyra menepuk tangannya tiga kali, seratus orang body guard nya pun langsung melesat dengan beringas dan menghajar seluruh anggota mafia Black Sky yang tersisa hingga babak belur.


Mereka bahkan dengan santai mematahkan tangan dan juga kaki musuh nya, hingga jeritan dan teriakan pun terdengar nyaring dan menggema di mension besar Aldo.


Akhirnya tak sampai 30 menit, anggota mafia itu pun berhasil mereka tumpas, Keyra bahkan menyuruh para body guard nya untuk melemparkan mayat orang-orang itu di hutan.


Tuan Dimitri dan tuan Alexander terlihat langsung pucat, keduanya duduk di kursi sambil mengusap kasar wajah mereka.


Para pelayan kini sibuk untuk mengoleskan minyak pada area lubang hidung, telapak tangan dan juga telapak kaki nyonya Stella untuk menyadarkan nya.


Keyra mendekat ke arah tuan rumah, tangan nya merogoh saku celana nya sambil mengeluarkan dua gepok uang dan menyimpan nya di meja, lalu segera menarik tangan Kyara dan mengajak nya untuk pergi.


"Itu adalah uang ganti rugi untuk jendela kaca kalian yang telah di Pecahkan oleh orang-orang ku, kami tidak ingin berhutang budi pada siapa pun. Dan satu hal lagi, katakan pada istrimu, walaupun aku janda dan juga telah memiliki seorang putri, aku bukan wanita lemah dan gila hormat seperti dia!" ucap Keyra sarkas sambil menggendong Kyara keluar dari rumah Aldo.

__ADS_1


Tuan Alexander dan tuan Dimitri kaget mendengar ucapan sarkas Keyra, benar.. Ini adalah kesalahan nyonya Stella, nasib baik Keyra dan juga Kyara masih mau menolong keluarga mereka. Jika tidak? Mungkin saat ini ketiga nya telah menjadi mayat, bahkan kini mereka lah yang berhutang nyawa.


__ADS_2