Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 61


__ADS_3

Akhirnya gadis itu pun mengetuk pintu, dan langsung di buka oleh seorang pria bertato. Pria itu menelisik penampilan gadis yang kini ada di hadapannya, dan segera mengambil ponsel dari kantong celananya, dia memperhatikan wajah gadis itu sambil sesekali melihat layar ponselnya, kemudian mengangguk-anggukkan kepala nya.


"Nona Tiara?" tanya pria itu.


Tiara hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari pria itu dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke dalam.


Di dalam rumah ternyata masih ada sekitar 30 orang pria yang tengah duduk sambil bersantai, mereka menikmati kopi hitam dari cangkir yang tersedia di atas meja, bersama kudapan nya yaitu pisang goreng.


"Dimana bocah itu?" tanya Tiara tanpa berbasa-basi dengan puluhan pria yang saat ini menatap nya dengan berbagai pikiran.


Salah seorang pria itu bangkit dari tempat duduknya dan membawa Tiara ke kamar tengah, tempat Kyara yang saat ini dengan santai nya tidur sambil mendekap beberapa bungkus cemilan di tangannya.


Tiara pun melangkah mengikuti pria itu, dan benar saja, adik tirinya itu seolah sangat nyaman berada di dalam kamar, wajah nya terlihat begitu polos namun kecantikan nya sudah terlihat bahkan saat dia masih berusia 5 tahun.


Wajah Kyara memang tidak mirip dengan Keyra atau pun Adrian, dia adalah perpaduan antara kedua orang tuanya, namun mata lentik dan juga bibir tipisnya benar-benar mirip Keyra.


"Hmm.. Sepertinya dia sangat nyaman! Itu bagus! Dengan begini rencana ku akan berjalan dengan sangat baik malam ini!" ucap Tiara sambil tersenyum tipis, kemudian dia segera keluar dari kamar itu dan langsung ikut bergabung dengan para mafia.


"Jam berapa wanita itu akan datang?" tanya Tiara.


"Sepertinya sebentar lagi bos, apa bos ingin memberikan kejutan lain untuk ibunya?" tanya pria yang saat ini duduk tak jauh dari Tiara sambil menyodorkan sebuah cangkir dan juga teko yang berisi kopi pada gadis itu.


Tiara hanya menggelengkan kepala nya, dia tak mungkin menyakiti Keyra, saat ini yang dia inginkan hanyalah Aldo menjadi miliknya, dan bukan yang lain nya. Lagipula Keyra itu sahabat baik sekaligus mantan istri dari papa nya. Dan Kyara adik tiri sekaligus anak bungsu papanya.


"Tak perlu! Aku tak ingin mengotori tangan ku dengan menyakiti wanita itu! Aku hanya ingin pria yang saat ini menjadi kekasih nya itu menjadi milikku dan wanita itu bisa kembali menikah dengan papa ku!" ucap Tiara sambil meneguk kopi dari cangkirnya.


Bruuum...


Bruuum...


Bruuum...

__ADS_1


Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Keyra pun sampai di depan rumah sederhana itu, penampilan Keyra nampak sedikit acak-acakan menandakan jika wanita itu saat ini tengah frustasi setelah kehilangan putrinya.


Tiara memperhatikan kedatangan mantan sahabat nya itu dari balik tirai kaca, nampak Keyra berdiri sambil memperhatikan situasi sekeliling rumah sama seperti yang Tiara lakukan tadi.


Tapi perbedaan nya, jika Tiara tidak merasakan adanya orang lain di sana, sedangkan Keyra jelas sangat tahu, jika di balik tembok maupun pepohonan rimbun itu terdapat banyak sekali mata yang memandanginya.


"Apakah itu calon istri bos kita?" bisik seseorang yang saat ini tengah bersembunyi di balik dinding pada temannya dan hanya di jawab anggukan kepala.


Sedangkan Keyra nampak menyandarkan tubuhnya pada pintu mobil, dia sengaja membiarkan kunci mobilnya di dalam karena ingin memberikan kesempatan sedikit pada kelinci putih imut yang di bawanya dari mension besarnya tadi untuk bermain.


Drrrt...


Ponsel Keyra pun berbunyi, Keyra melirik tas kecil yang di bawanya dan segera menyambar ponsel miliknya.


📱"Hallo..!" ucap Keyra


📱"Bagus! Ternyata kau punya cukup nyali untuk datang ke rumah ini! Sepertinya kau begitu menyayangi putrimu itu!" ucap suara di seberang panggilan.


📱" Katakan! Dimana putriku?" ucap Keyra dengan datar.


📱" Hohoho... Sepertinya kau begitu merindukan putri kesayangan mu itu ya! Itu bagus! Jika begitu, masuklah ke dalam rumah. Dan kita akan bicara!" ucap si penelepon.


Keyra segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas selempang milik nya, kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju rumah sederhana yang kini ada di hadapan matanya dengan sangat hati-hati.


Sikap Keyra membuat semua orang yang ada di dalam rumah itu spontan tertawa terbahak-bahak, mereka berfikir jika saat ini Keyra benar-benar sedang ketakutan, mereka tak menyadari jika sebenarnya wanita itu hanya berpura-pura dan memainkan drama di hadapan orang-orang yang ada di hadapan nya.


Sedangkan Keyra acuh tak acuh dengan tindakan orang-orang itu, baginya yang terpenting adalah Kyara, jadi bagaimana pun juga penilaian yang di lakukan oleh orang lain itu tidak akan membuat dia tersinggung.


Bukan kah nanti ada saatnya untuk membuktikan di hadapan semua orang, siapa sebenarnya yang pecundang? Apakah dirinya atau kah orang-orang yang saat ini tengah tertawa dengan puas hati? Keyra hanya butuh sedikit waktu untuk terlihat rapuh dan juga lemah.


Tap...

__ADS_1


Tap...


Tap...


Suara langkah Keyra terdengar semakin dekat dengan pintu rumah itu, tangan cantiknya terulur untuk memutar handle pintu kayu yang memisahkan dirinya dengan orang-orang yang menjadi target buruannya kali ini.


Krieeet...


Pintu pun terbuka, Keyra melihat ke dalam ruangan yang ada di rumah itu dan netranya menangkap ada sekitar 31 orang pria dan juga seorang gadis tengah duduk dengan sangat angkuh di hadapan nya.


Gadis itu terlihat begitu congkak, tatapan matanya begitu sinis saat memandang wajah Keyra seolah tengah berkata 'kau tidak ada apa-apa nya dibandingkan diriku yang memiliki segalanya.'


Sedangkan Keyra berpura-pura kaget melihat Tiara ada di antara puluhan orang anggota mafia itu. Mata Keyra terlihat melotot dengan sangat tajam.


"Tiara?" panggil Keyra sambil mengerutkan dahinya.


Tiara hanya tersenyum melihat keterkejutan dari mantan sahabat nya itu, dan tentu saja hal itu membuat Tiara semakin besar kepala dan menunjukan kekuasaan nya.


"Kenapa? Kaget? Ckckck... Kau memang masih sama bodohnya seperti dulu Key! Kau tahu siapa yang menyuruh mereka untuk menculik putrimu? Itu aku!" ucap Tiara sambil menepuk dadanya sombong.


Sedangkan Keyra hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan yang di lontarkan oleh Tiara. Sepertinya gadis itu terlalu angkuh dan merasa dirinya lebih pintar di bandingkan dengan Keyra.


Krieet...


Pintu kamar tengah terbuka, seorang bocah perempuan berjalan dengan riang menggunakan kedua kaki pendeknya, dia juga bernyanyi dengan sangat lantang sambil memutar-mutar tubuh kecilnya.


Kedua tangan nya memegangi ujung gaunnya sambil terus bergerak dan berjinjit dengan sangat lincah..


"Momy..!" panggil nya sambil berlari ke arah Keyra, namun tubuh kecilnya segera di tangkap oleh salah seorang pria berkulit hitam yang berada tak jauh dari Keyra.


"Lepaskan putriku! Apa mau kalian sebenarnya?" tanya Keyra dengan mata yang sudah memerah karena mulai tersulut amarah.

__ADS_1


__ADS_2