Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 50


__ADS_3

Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu di sebuah kediaman megah milik Bastian, para pelayan yang saat itu sedang duduk di dapur pun segera berlari menuju ke depan untuk membukakan pintu.


Mereka sudah terbiasa dengan kelakuan seluruh majikan nya yang sering pulang larut bahkan terkadang pulang subuh, hingga dua atau tiga orang pelayan terpaksa harus berjaga setiap malam agar tak terkena hukuman dari bos mereka.


Bastian tinggal di rumah itu bersama istri dan juga ketiga anak nya, kelakuan dari anak-anak Bastian pun tak jauh berbeda dengan kelakuan sang ayah yang sering pulang larut. Bukan karena bekerja, melainkan mereka terbiasa hang out bersama teman-teman nya, ada yang clubbing, nonton, bahkan ada juga yang mengunjungi tempat perjudian.


Istri Bastian bernama Meli, selain galak, Meli juga suka menghambur-hamburkan uang dengan tidak jelas. Bahkan terkadang Meli juga tak pulang dengan alasan pergi piknik dengan teman-teman sosialitanya.


Kehidupan yang mewah dan juga bergelimang harta membuat seluruh anggota keluarga nya menjadi semakin bebas, mereka tak pernah memperdulikan apa pun selain kesenangan.


Bahkan Meli tak tanggung-tanggung, selain memiliki seorang suami, dia juga memiliki seorang pria simpanan yang membuatnya semakin tak betah tinggal di rumah dan sering sekali menghabiskan waktunya bersama sang kekasih.


Ketiga anak Bastian bernama Harry, Gino dan Dhea. Harry adalah seorang mahasiswa abadi di sebuah kampus mewah yang ada di kota itu, dia sudah berkuliah selama sepuluh tahun, tapi belum juga bisa mendapatkan gelar, karena selain bodoh, putra Bastian yang satu ini terkenal playboy dan juga tukang buat onar.


Sedangkan Gino merupakan seorang ketua dari mafia Black Cobra, dan anggota mafia inilah yang selama ini mendukung seluruh usaha yang di lakukan oleh Bastian, hingga pria tua itu berani berbuat semena-mena terhadap orang lain karena merasa memiliki backing yang cukup kuat.


Dhea merupakan anak paling bungsu dari Bastian dan Meli, dan satu-satunya anak perempuan di rumah itu, hingga Bastian dan Meli begitu memanjakan nya.


Dhea baru saja berusia 18 tahun, tapi kehidupan malam sudah menjadi candu bagi gadis yang satu ini. Dia sering kali pergi clubbing bersama teman-teman nya dan pulang menjelang subuh dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Kriet...


Seorang pelayan membuka pintu untuk menyambut kedatangan tuan nya, Gino datang bersama Bastian yang masih menenteng tas kerja, Bastian baru saja pulang dari markas mafia milik putranya untuk membicarakan tentang penyerangan terhadap Keyra agar bisa mendapatkan kembali berkas-berkas penting yang telah di rebut oleh Keyra.


Setelah memberikan tas kerja nya pada pelayan itu, Bastian langsung menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar tidur miliknya bersama dengan sang istri. Sedangkan Gino berjalan menuju kolam renang untuk merileks kan fikiran nya.


Gino mendudukkan dirinya pada sebuah kursi, tepat di samping kolam renang. Pemuda itu di buat pusing dengan permintaan papa nya yang ingin menyerang rumah Keyra, sedangkan dia tak bisa menemukan satu pun informasi tentang wanita yang menjadi rival dari sang ayah hingga membuat Gino merasa frustasi dan bertanya-tanya. Mungkinkah Keyra di lindungi oleh mafia lain yang lebih kuat dan lebih hebat di bandingkan mafia milik nya?


Karena jika memang benar Keyra hanya orang biasa, sangat mustahil jika hacker nya tak bisa membobol informasi apapun tentang wanita itu. Terlebih Gino juga merasa penasaran dengan sosok Keyra yang mampu membuat perusahaan papanya bangkrut.


Gino bukan lah anak kemarin sore yang bisa di bodohi begitu saja, hingga akhirnya dia juga mengerti jika saat ini orang yang menjadi lawan papa nya itu bukan lah orang biasa, besar kemungkinan jika wanita itu juga memiliki kartu truft hingga sanggup berbuat sedemikian rupa.


"Huft.." Gino menarik nafas kasar, entah apa lagi yang saat ini tengah di fikirkan pemuda itu hingga berkali-kali mengusap wajahnya dengan kasar, sementara Bastian langsung tidur dengan sangat lelap di dalam kamar pribadinya.


Ting tong...


Ting tong...


Tak lama kemudian seorang pelayan langsung muncul dari dapur, dia berlari dengan sangat cepat dan langung membukakan pintu, namun matanya sedikit melotot saat tak menemukan keberadaan orang yang telah mengganggu waktu menggosip nya dengan pelayan yang lain.


"Loh... Kenapa tak ada siapa-siapa?" tanya pelayan itu sambil celingak celinguk sendiri melihat sekitar, bulu kuduknya di buat berdiri karena rasa takut yang tiba-tiba saja menghinggapi nya.


Selama bekerja di rumah milik keluarga Bastian, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah dia menemukan hal yang ganjil seperti itu, hingga berfikir jika saat ini salah satu anggota keluarga majikan nya sedang mengerjai dirinya.


Pelayan itu pun segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu kembali, dia sedikit takut dengan kejadian saat ini, dan beranggapan bahwa ada hantu di rumah milik keluarga Bastian.

__ADS_1


Sementara itu tepat di samping rumah milik Bastian beberapa orang berpakaian hitam bersembunyi di balik tembok, salah seorang dari mereka membawa sebuah karung yang berisi tubuh seorang wanita yang telah mati.


Mereka sengaja tidak memperlihatkan diri dengan segera dan berniat untuk mempermainkan seluruh anggota kediaman itu, hingga setelah mengetuk pintu tadi orang-orang itu bersembunyi kembali di balik kegelapan.


Gino yang melihat pelayan nya sudah kembali ke dapur pun segera bertanya, dia penasaran dengan orang yang bertamu ke rumah nya, sedangkan pelayan itu di buat ketakutan, wajah nya terlihat sangat pucat.


"Siapa yang datang bi?" tanya Gino sambil menatap wajah dari pelayan nya itu.


Mendapatkan pertanyaan dari Gino, pelayan itu tak langsung menjawab, dia hanya menggelengkan kepala nya ke kanan dan ke kiri.


Gino tak habis fikir dengan pelayan itu, yang hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaan darinya. Dia pun segera mengulang kembali pertanyaan nya.


"Siapa yang datang?" kali ini Gino bertanya dengan suara yang agak keras dan sedikit membentak, dia merasa risih dengan sikap yang di tunjukkan oleh pelayan itu, hingga membuat wanita itu mendongak dan menjawab pertanyaan Gino dengan terbata-bata.


"I-itu i-itu tuan muda, di luar tidak ada siapa-siapa" ucap nya dengan gugup.


Bruk...


Terdengar suara benda jatuh di teras depan rumah milik Bastian, Gino langsung berjalan dengan sangat cepat untuk membuka pintu.


Krieeet...


Saat pintu terbuka, nampaklah di hadapan Gino saat ini sebuah karung besar berisi sesuatu yang tidak dia ketahui. Dengan cepat Gino langsung membuka ikatan karung itu dan membukanya.


Bruk...

__ADS_1


Ada sesosok mayat seorang wanita yang keluar dari dalam karung itu, hingga membuat Gino sedikit kaget, dia tidak mengenali wanita itu, tapi entah kenapa ada orang yang dengan sengaja membuang mayat itu di teras rumah nya.


"Siapa dia?" tanya Gino entah pada siapa sambil mengerutkan kedua alis nya, apalagi dia juga bisa melihat dengan jelas seluruh luka yang ada di tubuh korban yang saat ini tengah mati


__ADS_2