Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Bonus Chapter 01


__ADS_3

Mohon maaf sebelumnya jika novelnya tiba-tiba tamat, dan readers merasa ceritanya masih menggantung, sebenarnya author akan melanjutkan cerita tentang Kyara, namun tentunya di novel yang lain. Dan ini adalah sepenggal kisah untuk kelanjutan novel baru author yang berjudul "BIDADARI BESI".


...----------------...


Seorang pemuda terbangun dari pingsannya, entah berapa lama dia tak sadarkan diri, matanya mengerjap perlahan untuk menyesuaikan diri dengan ruangan yang kini ditempatinya.


Gelap...


Hanya itu yang dia lihat dan rasakan, bahkan samar-samar hidungnya mencium bau amis darah, pemuda itu bangun dengan tertatih-tatih, seluruh tubuhnya terasa perih dan juga sakit, ini adalah kesakitan yang luar biasa untuknya.


Dia mencoba untuk menggerakan kakinya perlahan, berjalan dalam gelap, mencoba meraba sekeliling, dia yakin saat ini dirinya ada disebuah ruangan yang entah dimana.


Bruk...


Tiba-tiba pemuda itu terjatuh saat kakinya tersandung sesuatu, dia mencoba untuk menggerakan tangannya, meraba apa yang telah membuatnya terjatuh, hingga akhirnya tangannya merasakan sesuatu, itu tubuh seseorang yang terbaring dilantai, dan kulitnya terasa sangat dingin.


Mungkin orang itu telah mati cukup lama, pemuda itu bergerak dengan beringsut, dia mencoba mencari sesuatu sebagai pegangan, hingga akhirnya tangannya menyentuh dinding.


"Ternyata benar! Ini adalah sebuah ruangan." gumamnya seraya terus meraba-raba untuk mencari saklar dan menghidupkan pencahayaan dikamar gelap itu.

__ADS_1


Tak...


Akhirnya pemuda itu berhasil menyentuh saklar, dan lampu langsung menyala dengan sangat terang. Pemuda itu menutup matanya, dia harus bisa menyesuaikan penglihatannya secepat mungkin, agar tahu sedang berada dimana dan memikirkan jalan keluar dari tempat itu.


Saat matanya mulai terbuka, pemuda itu terlihat begitu terkejut, bahkan hampir pingsan saat tahu jika mayat yang tadi tanpa sengaja tersandung dengan kakinya adalah tak lain dari papanya sendiri.


"Papaaaa..!" pemuda itu berteriak sangat kencang seraya mendekati mayat papanya, dia melihat dengan mata dan kepalanya sendiri jika saat ini sang papa telah pucat dengan tubuh lebam dan terdapat luka tusuk dikerongkongannya.


"Tidaaaak! Aldo sialan! Kau pasti akan menyesal! Aku bersumpah akan membalas perbuatanmu hingga berkali lipat. Dasar manusia tak punya hati, berani sekali dia membunuh papaku!" ucapnya seraya mengepalkan tangan hingga jari-jarinya memutih.


Pemuda itu adalah David, meskipun seluruh tubuhnya telah dipenuhi lebam dan juga di kuliti, nyatanya pemuda itu masih memiliki kesempatan untuk bernafas, dia masih hidup meski dengan tubuh penuh luka dan merasakan sakit yang sangat perih.


David menggebrak meja untuk melampiaskan amarahnya, akhirnya dia tahu jika saat ini tengah berada diapartemen milik sang ayah, David berjalan perlahan mencari sesuatu, dia membutuhkan ponsel untuk menghubungi Bima dan juga Wulan, tapi naas tak ada satupun ponsel ditempat itu.


Bahkan telepon juga telah dimatikan, dengan sekuat tenaga dia berjalan menuju pintu keluar, mencoba untuk meraih handle pintu, ternyata pintu terkunci, bahkan nomor sandi pun telah diganti.


David berjalan menuju ke dapur, dia mencari air untuk membasahi kerongkongan nya yang kering karena terus berteriak, bahkan lemari es pun kosong, dia kembali berjalan dengan sempoyongan ke arah kamar mandi.


Tapi lagi-lagi dia dibuat mengeram marah, bahkan air kran pun tak hidup. Apa yang harus dia perbuat sekarang, di apartemen itu tak ada sambungan telepon, tak ada makanan, bahkan air pun kosong.

__ADS_1


David mencoba untuk berjalan kearah jendela, dia ingin membuka jendela dan berteriak meminta pertolongan, tapi lagi-lagi dia dibuat kesal, bahkan jendela pun tak bisa terbuka, sepertinya Aldo memang sudah memperhitungkan semuanya hingga David tak memiliki jalan keluar dari tempat itu.


"Sial! Dasar aldo bajingan! Sepertinya dia sengaja mengurungku disini bersama mayat papa tanpa makanan dan setetes air pun. Dia juga telah mengunci seluruh tempat ini agar aku tak bisa kabur dan menyelamatkan diri, dia pasti ingin membuat aku mati perlahan-lahan! Dasar manusia tak memiliki nurani!" teriak David dengan sangat kencang hingga tenggorokannya semakin sakit.


Sementara diluar begitu banyak orang yang lalu lalang melewati apartemen milik Adrian, mereka sedikitpun tak bisa mendengar teriakan pemuda itu, karena Aldo juga telah membuat ruangan itu kedap suara.


"Aldo sialan! Kau benar-benar iblis keji!" rutuk David dengan nafas tercekat, akhirnya dia pun ambruk dilantai. David belum melangkahkan kakinya ke kamar, andai saja pemuda itu tadi berjalan kesana, dia pasti akan berteriak karena kamar itu juga telah licin, tanpa ada satu pun barang yang tersisa.


Bahkan tempat tidur, handuk, selimut hingga cangkir dan piring pun telah habis dibawa oleh anak buah Aldo. Hanya meninggalkan barang-barang yang tak berguna.


Kini David hanya bisa meratapi kebodohannya karena telah bersinggungan dengan pemuda iblis itu, andai saja dia memperhitungkan dengan matang dan menyelidiki terlebih dulu identitas dari Aldo, mungkin dia tak akan sesial ini.


Sedangkan Aldo dan Kyara, saat ini tengah tertawa terbahak-bahak melihat nasib apes yang menimpa David, sebenarnya ini adalah rencana bocah berusia lima tahun itu, dia yang menyadari jika David masih hidup, menyuruh seluruh anak buah Aldo untuk mengangkat barang-barang yang sekiranya bisa berguna untuk pemuda itu, bahkan Kyara juga membawa semua pakaian yang ada di dalam lemari tanpa menyisakannya sedikit pun.


"Hahaha... Dasar laki-laki bodoh! Dimasa lalu kau sudah banyak menyiksa momy dengan sangat parah, dan ini hanyalah seujung jariku saja! Tunggu saja! Pembalasan yang sebenarnya pasti akan lebih menyakitkan lagi dibandingkan ini!" ucap Kyara dengan mata yang dipenuhi kabut dendam.


Aldo hanya tersenyum manis seraya mengusap lembut rambut calon putri sambungnya itu, dalam hati dia bersyukur karena bisa menjadikan bocah kecil bagian dari keluarga Damiannya.


Dimasa depan, siapa pun harus berfikir dua kali untuk berurusan dengan keluarga itu, bagaimana pun juga keberadaan Keyra dan Kyara adalah ancaman yang paling berbahaya. Jangan lihat wajah cantik dan bentuk fisiknya yang aduhai, nyatanya sepasang ibu dan anak itu bak malaikat pencabut nyawa dan dewi kematian saat berurusan dengan musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2