
Antony hanya bisa mengusap dada mendengar ucapan Aldo, sedangkan Keyra tersenyum tipis, dia tak bisa membayangkan sulit nya hidup Antony memiliki bos seperti Aldo, selain keras kepala dan dingin, ternyata Aldo juga orang nya pemarah.
Dengan cepat Aldo melemparkan kunci mobil pada Antony yang langsung di tangkapnya, Antony tak mau menyulut kemarahan pemuda itu lagi, dia sudah cukup kesal karena selera makannya terganggu, bos nya selalu saja memiliki alasan untuk membuat dia benar-benar seperti orang bodoh.
Antony bergerak cepat menuju parkiran, sementara Aldo menggandeng Keyra menuju lantai 1, keduanya mengacuhkan tatapan dari seluruh karyawan yang di lewati, meski banyak tatapan kagum, memuja hingga tatapan iri yang mereka rasakan.
Siapa mereka hingga bisa membuat Aldo dan Keyra peduli? Keduanya tak butuh pengakuan atau apapun dari orang sekitar, selama tidak mengganggu kenyamanan hidup mereka. Dengan santai Aldo menggandeng tangan Keyra seraya menatap wajah wanita di sampingnya dengan penuh kelembutan.
Seluruh karyawan Aldo sontak berbisik-bisik dengan rekan kerjanya, mereka nampak takjub dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat, bagaimana bisa bos mereka yang begitu dingin tiba-tiba menggandeng seorang wanita? Terlebih dia memperlakukan wanita itu seperti seorang kekasih.
"Apakah itu benar-benar bos kita?" tanya salah seorang karyawan wanita pada rekan kerja nya, yang di tanya hanya menggelengkan kepala, dia juga tak yakin jika yang baru saja melewati meja kerjanya itu bos nya.
"Apa si bos kesambet hantu jeruk purut? Sejak kapan dia mau dekat dengan seorang wanita? Kalau di lihat-lihat, sepertinya wanita itu juga tak asing!" sahut karyawan yang lain ikut menimpali.
"Benar! Rasanya aku juga pernah melihat wanita itu! Tapi dimana ya?" seorang karyawan wanita menopang dagunya sambil mengingat-ingat wajah Keyra.
"Benar! Wajah itu rasanya sangat familiar sekali.. Tapi dimana aku melihatnya?" karyawan lain pun mulai ikut bergosip.
Brak...
Terdengar seseorang saat ini menggebrak meja hingga mengagetkan semua rekan kerjanya yang masih melongo dengan fose berfikir yang tidak tidak masuk akal.
"Hei! Kenapa kau menggebrak mejaku bodoh? Kau minta di hajar ya!" mereka berteriak saat menyadari ada seseorang yang menggebrak meja sambil tertawa.
"Astaga.. Kalian semua itu benar-benar kudet! Kurang update.. Hahaha..." ucap si pelaku penggebrakan meja itu sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Apa maksudmu hah? Memangnya kau tahu siapa wanita yang bersama bos kita itu?" tanya yang lain sambil bertolak pinggang, mata mereka melotot saking kesalnya.
"Astaga.. Ternyata kalian benar-benar nggak tahu! Wanita itu namanya Keyra Amelia! Dia itu pemilik KK Corporation yang sedang naik daun itu" jawabnya sambil tertawa cengengesan.
Karyawan yang lain pun melongo kaget, mereka baru ingat jika mereka sering melihat wajah Keyra berseliweran di majalah bisnis, sebagai seorang pebisnis wanita terkaya di kota C, bahkan sudah memiliki puluhan kantor cabang yang tersebar di seluruh daerah di negara itu.
"Astaga.. Dia benar! Aku baru saja ingat jika tadi aku baru melihatnya di sampul majalah bisnis, seorang wanita yang memiliki tangan dingin hingga mampu menghasilkan uang trilyunan dalam waktu satu minggu! Benar-benar cocok dengan bos kita!" ucap salah seorang dari mereka sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang majalah bisnis.
"Benarkah? Berikan padaku! Aku juga ingin melihatnya!" ucap karyawan yang lain ikut berebut untuk melihat majalah itu.
Sreeet...
Karena terlalu banyak tangan yang terus saling menarik, akhirnya majalah itu pun robek, hingga mereka semua melotot dan saling menyalahkan.
"Eeh.." para karyawan itu pun melirik dan melihat orang yang baru saja sampai disana, mata mereka hampir saja copot karena kaget, itu adalah bos besar mereka sekaligus kakek dari Aldo yaitu tuan Alexander.
"Siang tuan..!" ucap mereka serempak seraya berbaris rapi dan menundukkan kepala nya. Tuan Alexander hanya menganggukkan kepalanya, menjawab sapaan dari karyawan nya.
Dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Aldo diikuti oleh asisten pribadinya, sepertinya saat ini tuan Alexander memiliki urusan yang sangat penting dengan Aldo, hingga pria tua itu pun datang langsung menyambangi perusahaan milik cucunya.
Sementara Aldo saat ini telah sampai di rumah Wiguna, dia melirik kesana kesini memperhatikan semua orang yang hadir di sana, matanya menatap tajam pada Adrian yang kini tengah tertunduk lesu setelah kematian putri kesayangan nya.
Terlebih wajah David yang masam, dia benar-benar terpukul setelah kematian Tiara, dia masih terus mencari tahu siapa orang yang bertanggung jawab di balik kematian kakak kesayangan nya itu.
Dia benar-benar sangat emosi hingga tak bisa menahan diri dan ingin mengamuk, terlebih saat ini para tamu yang datang terlihat berbisik-bisik menceritakan kematian Tiara yang tak wajar, membuat pemuda berusia 21 tahun itu mengepalkan tangannya dengan erat.
__ADS_1
Aldo melangkah masuk untuk menyalami tuan rumah sekaligus mengucapkan bela sungkawa, dia juga sedikit mendengar bisik-bisik dari pelayat yang lain tentang penyebab kematian Tiara.
Aldo hanya tersenyum tipis, dia sangat tahu jika apa yang terjadi pada Tiara adalah ulah dari calon putri sambungnya, tapi dia juga tidak bersimpati sedikitpun karena hal itu sangat wajar dan pantas di dapatkan oleh gadis jahat dan tak memiliki hati nurani seperti Tiara.
Anggap saja itu sebagai balasan atas perbuatan nya di masa lalu yang telah menyakiti fisik dan juga psikis Keyra. Aldo hanya bisa menatap mereka dengan dingin, tak pernah terbersit dalam fikirannya jika dia harus datang ke rumah keluarga biadab itu sekalipun untuk sekedar bersilaturahmi.
Drrrt...
Drrrt...
Ponsel David dan Adrian berbunyi bersamaan, keduanya segera pamit untuk mengangkat panggilan, Adrian dan David berjalan menjauh dari para tamu yang datang dan langsung menerima panggilan itu.
Tak lama keduanya pun kembali dengan wajah yang merah menahan emosi, sepertinya orang yang di suruh untuk meretas seluruh panggilan dan juga pesan dari ponsel milik Tiara telah menemukan jawabannya.
Brak...
Terdengar suara pintu yang di banting oleh David, dia tak menyangka jika kakak perempuan nya itu berurusan dengan orang-orang yang berbahaya yang merupakan bagian dari mafia kelabang merah.
Terlebih saat dia mendengar semua yang di rencanakan oleh Tiara untuk menculik Kyara dan menjadikan nya sandera agar Keyra putus dengan Aldo. Mata David terlihat sangat marah, kini dia semakin yakin jika kematian Tiara ada hubungannya dengan Keyra dan Aldo.
Kalau pun kedua orang itu tidak berhubungan dengan Tiara, sepertinya mafia kelabang merah ini tahu jika Tiara merupakan anggota keluarga Wiguna sehingga menyebabkan mereka membunuh Tiara untuk menekan keluarga mereka.
"Lihat saja nanti! Aku pasti akan membalaskan dendam kematian kakak ku pada kalian semua! Sepertinya Aldo bagian dari anggota mafia itu! Aku harus menyuruh orang-orang kepercayaan ku untuk mengawasi gerak gerik pemuda itu mulai sekarang!" ucap David bertekad dalam hatinya.
Giginya menggertak dengan tangan yang terkepal, dia berjanji dalam hatinya tidak akan membiarkan orang-orang yang terlibat dalam kematian Tiara itu lepas tangan begitu saja.
__ADS_1