
Kyara hanya tersenyum kecil melihat pria tua itu memegang dadanya dan menstabilkan nafas nya. Dia tak langsung memberikan serangan lagi tapi malah berjongkok sambil mencebikkan bibirnya.
"Apakah itu sakit? Astaga kakek.. Sepertinya kaki ku terlalu kencang menendang nya. Padahal tadi hanya main-main saja! Aku jarang berolahraga, jadi tubuh ku sedikit kaku! Tidak menyangka bisa membuat mu jatuh kelantai" ucap bocah itu sambil menunjukkan wajah polos nya.
Jay kembali membelalakan matanya, bocah di hadapan nya saat ini benar-benar seperti rubah, dia pandai menggonta ganti topeng nya dalam waktu singkat. Padahal baru saja dia menendang dada nya dengan begitu ganas, tapi lihatlah senyum manis yang kini menghiasi wajah nya, bocah itu terlihat begitu polos tanpa dosa.
Jay sebenarnya ingin membalas perlakuan Kyara, dia ingin sekali menendang tubuh mungil bocah itu dan menyumpah serapahinya, namun mengingat jika bocah di hadapan nya ini adalah iblis kecil dan juga putri dari Keyra membuat Jay mengurungkan niat nya dan bersikap baik terhadap bocah kecil di hadapannya.
Jay tak ingin hidup nya jadi bermasalah jika sampai bocah di hadapan nya ini marah, apalagi saat ini Keyra masih duduk dengan santai di kursinya sambil memandang bocah itu dengan sangat lembut.
Jay hanya bisa menahan kekesalan nya di dalam hati, dia berjanji pada dirinya sendiri jika dia berhasil lolos dari kematian, dia akan membalas perlakuan dari kedua wanita berbeda usia di hadapan nya itu dengan seribu kali lebih kejam.
Dia tak akan membiarkan mereka bahagia, apalagi saat ini Jay juga sudah kehilangan seluruh anak buah nya karena pembantaian yang di lakukan oleh Keyra beserta anak buah nya.
Jay sempat ciut saat melihat bagaimana cara anak buah Keyra menyiksa anak buah nya, apalagi dengan munculnya bocah kecil yang lebih sadis dari perkiraan nya, membuat Jay harus berhati-hati agar tak menyinggung Keyra dan berakhir dengan kematian.
Jay pun berfikir bagaimana cara dia meloloskan diri dari Keyra, dia harus segera pergi dari tempat itu dan membangun pasukan lebih banyak dan juga lebih hebat dari yang di miliki oleh Keyra. Agar bisa membalaskan dendam anak buah nya yang telah binasa di tangan wanita itu.
"Aku baik-baik saja!" ucap Jay menjawab pertanyaan dari Kyara dengan nada yang di buat sehalus mungkin, dia tak boleh menyinggung bocah itu, atau dia akan kembali mendapatkan serangan yang lebih parah lagi dari bocah psikopat di hadapan nya itu.
Mendengar jawaban dari Jay, Kyara pun langsung tertawa. Dia memuji keberanian Jay yang sudah menjawab pertanyaan nya sekaligus sedikit kesal karena Jay saat ini memasang wajah teraniaya.
Betapa bodoh nya pria tua itu, iblis kecil yang saat ini berjongkok di hadapan nya itu nyatanya lebih kejam dan lebih brutal lagi dari sang momy, walaupun wajah nya selalu terlihat polos dan juga menggemaskan.
Kyara menopang dagu sambil memperhatikan Jay dengan seksama, kepala nya terlihat manggut-manggut. Entah apa yang saat ini tengah di pikirkan oleh bocah itu, nyatanya semua orang pun tak ada yang bisa menebak isi kepalanya.
Bugh....
__ADS_1
Tanpa di duga-duga, bocah itu melayangkan bogem mentah nya tepat di wajah Jay, saking besar nya kekuatan tinju Kyara, beberapa gigi Jay pun sampai copot dan mengeluarkan darah di samping bibir nya.
Mata Jay terbelalak kaget, bukan karena tinju Kyara yang tiba-tiba, tapi karena kekuatan bocah itu nyatanya setara dengan tinju seorang profesional, apalagi buku-buku jari Kyara terasa begitu keras dan tajam menghantam wajahnya.
Tcih...
Jay pun meludah di hadapan Kyara, wajah nya terasa sedikit kesemutan dan membengkak akibat tinju yang di layangkan bocah itu. Bukan main rasanya, itu benar-benar sakit dan sakit, bahkan ini adalah kali pertama pria buncit itu mendapatkan serangan seganas dan juga sekuat itu.
Apa yang di makan bocah ini? Hingga tinjunya saja kuat bahkan dengan tubuh pendek dan juga mungil nya. Jay terus bertanya-tanya dalam hati, dia benar-benar tak habis fikir melihat kelakuan barbar dari Kyara.
Bahkan Keyra sendiri memilih berpura-pura tidur tak perduli apa pun yang akan di lakukan oleh putri kesayangan nya terhadap Jay, sedangkan anak buah Keyra saat ini tengah tersenyum penuh arti.
Mereka begitu menikmati permainan yang di lakukan oleh nona mudanya, yang tanpa aba-aba langsung menghantam wajah musuh nya hingga bengkak dan lebam.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
"Astaga kakek tua! Apa kau tak bisa menangkis serangan ku? Lihatlah wajahmu itu sekarang! Kau terlihat seperti b**i jika di bandingkan dengan manusia" ucap Kyara meledek.
Jay akhir nya menggertakkan giginya, dia benar-benar merasa telah di sepelekan oleh bocah yang kini berdiri tegak sambil melipat kedua tangan nya di depan dada, bahkan setelah dia mengalah dan membiarkan dirinya babak belur, bocah itu masih saja terus memprovokasinya dan membuat emosinya naik hingga ke ubun-ubun.
"Dasar bocah ingusan! Kau fikir siapa dirimu hingga bisa menggertakku?" ucap Jay sambil bangkit, matanya menatap tajam pada Kyara yang saat ini terlihat sedang tersenyum meremehkan.
Meski kekuatan dari bocah itu Jay akui sangat besar, tapi dia juga tak mau mengalah begitu saja, apalagi setelah bocah itu dengan santai nya mengucapkan kata-kata yang telah membuat nya naik darah.
__ADS_1
Jay bersiap untuk melayangkan pukulan ke arah Kyara dengan tangan kanannya, sedangkan bocah itu masih tetap berdiri dengan santai sambil memperhatikan pergerakan tinju Jay yang akan segera mendarat di wajah nya.
Tepat sepuluh centi meter di hadapan wajah nya, Kyara mengelak. Dia menggeser sedikit tubuh nya ke arah kanan hingga Jay memukul angin. Tubuh Jay hampir saja terjatuh saat serangan nya tidak tepat mengenai sasaran.
Jay pun berbalik dan hendak melakukan serangan ulang, tapi nyatanya dia harus kembali menelan pil pahit karena ternyata bocah di hadapan nya telah melayangkan serangan telak di perut nya.
Brugh...
Jay pun terjatuh sambil memegangi perut nya yang sakit, dia meringis sambil mengumpat di dalam hati. Betapa ceroboh nya dia hingga membiarkan dirinya lagi dan lagi jadi bulan-bulanan tinju Kyara.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Duagh...
Kratak...
Tanpa basa-basi Kyara pun melayangkan tiga kali pukulan dan juga tendangan yang sedikit menukik hingga pria di depan nya itu terjatuh, bahkan saat ini Jay merasakan beberapa tulang punggung nya retak dan juga patah.
Betapa brutalnya bocah satu ini, dia bahkan tak memberikan kesempatan pada Jay untuk sekedar menarik nafas, dan terus memberikan serangan susulan hingga pria itu akhir nya tersudut.
Tubuh Jay langsung ambruk di lantai, sementara Kyara menggosok-gosokan telapak tangan kanan nya dengan telapak tangan kirinya. Bocah itu terlihat begitu menikmati penyiksaan terhadap pria itu hingga dia tertawa dengan begitu riang.
Mendengar tawa bocah yang seperti iblis itu membuat Jay merinding, dia benar-benar sial telah berurusan dengan manusia yang tak punya hati nurani itu.
__ADS_1