Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 64


__ADS_3

Semua anggota mafia beserta Tiara terlihat saling memandang setelah mendengar ucapan dari Keyra, tentu saja mereka tak ingin jadi santapan kedua hewan buas itu, tapi bagaimana cara mereka keluar dari sana? Sementara saat ini kedua singa itu sudah menunjukkan taring mereka.


Tiara terlihat menggigil ketakutan, jika tadi dirinya masih bisa bersikap arrogant terhadap Keyra, sangat berbeda dengan sikap nya saat ini, dia adalah satu-satunya perempuan dan kakinya juga saat ini tengah terluka, lalu bagaimana cara dia keluar dari tempat itu?


Keyra menatap satu persatu orang yang saat ini tengah ketakutan di hadapan kedua peliharaan nya itu, senyum mengejek pun langsung tersungging dari bibirnya. Dia begitu menikmati kesenangan saat ini, apalagi sang putri kecilnya itu dengan santainya menuangkan kopi hitam ke cangkir yang baru dan menyiapkan nya untuk sang momy.


Tiara semakin mengutuk Keyra dalam hati, dia benar-benar tak menyangka jika gadis miskin itu akan memiliki kemampuan begitu besar, meskipun saat ini dia bersama dengan 30 orang yang telah di sewa nya, tetap saja dua ekor hewan buas peliharaan Keyra jauh lebih menakutkan di bandingkan anggota mafia.


Tak...


Tak...


Tak...


Terdengar suara langkah kaki yang berat dari halaman rumah, mereka sudah mulai merasa tenang dan berfikir jika saat ini pemimpin mereka telah mengirimkan bantuan, tapi begitu pintu terbuka, mata mereka terlihat begitu terbelalak karena yang saat ini muncul di hadapan mereka adalah seorang pemuda tampan dengan kaos polos berwarna putih polos dan celana cha*go selututnya.


Tiara berbinar melihat kedatangan Aldo, dia berfikir untuk memainkan sandiwara untuk menjatuhkan Keyra di hadapan pemuda itu dan berusaha untuk kembali mengambil hatinya.


"Aldo..! Lihat apa yang telah di lakukan oleh wanita liar itu terhadap kaki mulusku! Hiks... Hiks..." ucap Tiara sambil terisak-isak dan menunjukkan betisnya yang masih tertancap pisau lipat milik Keyra.


Meskipun beberapa anggota mafia tadi telah menawarkan bantuan untuk mencabut pisau itu dari kaki Tiara, tapi gadis itu tetap ngeyel dan tidak ingin mencabutnya. Dia tak ingin tubuhnya di pegang oleh pria-pria jelek itu.


Apalagi jika mereka harus memakaikan perban, sudah pasti kaki indah nya itu akan di raba-raba dengan alasan agar kainnya tidak melorot atau pun agar bisa terpasang dengan benar.


Dan Tiara tidak ingin melakukan hal itu! Saat melihat Aldo memasuki rumah itu, Tiara berfikir untuk mengambil simpati dari pemuda yang menjadi incarannya selama beberapa bulan terakhir itu, maka inilah yang terjadi saat ini.


Tiara mencoba untuk mendekati Aldo dan menunjukkan kakinya yang terluka, tapi Aldo sama sekali tidak melihat ke arah Tiara, matanya masih terus saja tertuju pada wajah cantik dari seorang wanita yang kini tengah santai meminum kopi.


Begitu langkah Tiara tinggal sedikit lagi menggapai nya, Aldo mengangkat tangan nya sebagai kode agar Tiara berhenti, dia tak ingin gadis itu semakin dekat padanya.


"Berhenti di sana!" ucap Aldo dengan dingin.

__ADS_1


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar langkah kaki yang lebih banyak lagi, ada sekitar sepuluh orang pria muncul seraya menyeret sesuatu di tangan mereka.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Kesepuluh orang itu pun langsung melemparkan orang yang tadi di seretnya tak jauh dari kaki Keyra, ada sekitar 5 orang pria dalam keadaan babak belur, wajah mereka bahkan sudah tak bisa di kenali lagi.


"Astaga paman! Makhluk apa yang kau lemparkan pada momy? Bahkan Ara tidak yakin jika itu manusia! Lihatlah wajah mereka benar-benar hancur dan juga sangat jelek!" ucap Kyara dengan sarkas.


"Mereka berlima itu pemimpin mafia yang telah menculik Ara! Papi sengaja menyuruh orang-orang untuk menangkap mereka dan memberikan pelajaran yang setimpal karena telah berani bersekutu dengan wanita iblis itu!" ucap Aldo panjang lebar, tak lupa dia juga menunjuk wajah Tiara yang semakin pucat.


Dia yang berencana untuk menjatuhkan Keyra di hadapan Aldo, tapi malah mempermalukan dirinya sendiri.


Keyra mengangkat dagu salah satu dari kelima orang itu dengan sepatunya, dan melihat wajah orang yang berusaha untuk berbuat jahat pada putri kecilnya itu, dia tersenyum dengan begitu lembut, tapi tak lama kemudian, sebuah suara membuat mata semua orang membola.


Kratak...


Krak...


Keyra dengan cepat mematahkan leher pria itu kemudian dengan tanpa merasa bersalah langsung menendang wajahnya, hingga tubuh pria yang telah mati itu menabrak dinding.


Duagh...

__ADS_1


Brak...


Terdengar suara retakan tulang dari pria yang di tendang nya, anak buah mafia itu pun semakin ketakutan, mereka sudah mulai kehilangan kepercayaan dirinya, terlebih setelah menyaksikan dengan mata dan kepala mereka sendiri, sekejam apa wanita itu pada musuhnya.


Mereka mulai menyesali tindakan mereka yang tergiur oleh uang hingga akhirnya saat ini harus berhadapan dengan seorang wanita iblis yang sangat mengerikan seperti Keyra.


Sementara Aldo mulai berjalan mendekati Keyra dan ikut mendudukkan dirinya di samping sang kekasih, kemudian tangannya meraih cangkir baru dan ikut menikmati kopi hitam dengan tontonan seru di hadapannya.


Bruk...


Tiba-tiba saja Tiara menjatuhkan dirinya, dia bersimpuh tak jauh dari kursi Keyra dan berusaha untuk mendapatkan perlindungan dari wanita yang dulu pernah jadi sahabat baik nya itu. Tiara begitu mencintai hidupnya, bagaimana bisa dia mati begitu cepat? Dia harus selamat.


"Key.. Kumohon jangan lakukan ini padaku! Bukan kah kita berdua pernah menjadi sahabat di masa lalu?" ucap Tiara memohon belas kasihan dari Keyra meskipun sikap arrogan nya belum sepenuhnya hilang dari kata-kata yang diucapkan nya.


Keyra hanya melirik dengan ekor matanya, dia tak ingin lagi berurusan dengan gadis gila hormat dan juga pemuja kekuasaan seperti Tiara, meskipun benar jika di masa lalu mereka pernah bersahabat, tetap saja, Keyra belum menagih hutang sakit yang dulu pernah di terima sang pemilik tubuh aslinya dari Tiara.


"Astaga.. Apa yang kau lakukan Tiara? Sejak kapan gadis kaya raya seperti mu itu tunduk di depan wanita miskin sepertiku?" tanya Keyra seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Aldo dan membuat pemuda itu tertawa riang.


Dia sangat suka dengan tindakan Keyra yang seolah tengah menggoda nya, ini adalah kali pertama Keyra bersikap seperti itu pada Aldo, dan tentu saja Aldo wajib merekamnya dalam memori otaknya. Untuk dia kenang seumur hidup.


Tiara melotot mendengar ucapan dari Keyra, tadinya dia berfikir dengan berbuat seperti itu Keyra akan merasa kasihan dan melepaskan dirinya, ternyata Keyra malah mencibir tindakan nya itu.


'Dasar wanita iblis! Lihat saja nanti setelah aku berhasil keluar dari tempat ini! Aku pasti akan membalas perbuatan mu itu berkali lipat lebih kejam dari pada yang kau lakukan padaku saat ini!' gumam Tiara dalam hati sambil menarik nafas panjang.


Aaargh...


Aaaargh...


Terdengar teriakan demi teriakan dengan begitu keras, saat ini kedua singa itu mulai bermain dengan ke tiga puluh satu orang anggota mafia bayaran Tiara.


Mereka mulai berlarian dengan sangat kacau di ruangan yang kecil itu sambil berusaha untuk menyelamatkan diri dari cakaran dan juga gigitan kedua singa putih peliharaan Keyra.

__ADS_1


__ADS_2