
"Matikan semua alat yang ada di gerbang depan dan gerbang belakang! Biarkan mereka masuk! Kita akan segera berpesta malam ini!"ucap Nathan pada anak buah Keyra yang di tugaskan untuk mengawasi kediaman.
Mendengar perintah Nathan, Roni dengan cepat mematikan semua alat identifikasi wajah yang ada di setiap gerbang kediaman Keyra, dia juga dengan sengaja mematikan alat pendeteksi dan alarm yang ada di setiap pintu masuk.
Semua orang sudah bersantai dan akan menikmati mainan yang baru saja mereka dapatkan dan tentu saja akan mereka sambut dengan penuh suka cita.
Sedangkan di luar, para pembunuh bayaran sudah menyelinap masuk menuju ke dalam mension besar milik Keyra.
"Sepertinya pemilik rumah ini benar-benar sangat bodoh! Bagaimana bisa dia memasang jebakan di setiap dinding rumahnya tapi membiarkan pintu gerbang nya tidak di kunci!" oceh salah satu pembunuh bayaran yang di angguki rekan-rekannya.
Mereka juga tak menduga akan bisa memasuki mension Keyra dengan sangat mudah, bahkan tanpa penjagaan sama sekali.
"Apa dia tak takut jika hartanya di bobol oleh perampok? Benar-benar payah!" oceh yang lainnya sambil menunjukkan senyuman yang mengejek.
Namun seseorang dari mereka menyadari kejanggalan yang terjadi, dia juga memperingatkan rekan-rekannya agar berhati-hati, terlebih lagi saat memasuki gerbang kediaman milik Keyra tadi dia merasakan ada sesuatu hal yang aneh.
"Jika dinding pembatas saja dia jaga dengan begitu ketat, sudah pasti mension ini akan lebih berbahaya lagi untuk kita masuki! Kita harus tetap waspada jangan sampai kecolongan, mension ini sudah pasti tidak aman untuk kita!" ucap nya memperingati agar tak semberono, apalagi dia melihat cctv di setiap tempat.
Tapi peringatan yang dia berikan tentu saja tidak diindahkan oleh rekan-rekan nya, mereka telah merancang skema baru dalam otak masing-masing, siapa yang tidak tergiur dengan barang mewah yang ada di dalam mension megah ini? Sepatutnya mereka bisa mendapatkan paling tidak 10% dari kekayaan sang pemilik sebagai bonus tambahan.
Mereka pun mulai berjalan dengan mengendap-endap, bahkan beberapa orang di antara mereka memisahkan diri dari rekan nya yang lain dan mulai berjalan sendiri untuk menemukan sesuatu yang berharga.
Otak licik mereka tiba-tiba saja berfikir untuk merampok sedikit dari harta yang di miliki sang pemilik mension untuk mereka bawa pada keluarganya.
__ADS_1
Tap...
Tap...
Tap...
Terdengar langkah kaki seseorang menuju lorong mension besar itu, para pembunuh bayaran pun langsung bersembunyi dan menyelidiki siapa yang datang, tapi mereka di buat terbelalak kaget karena saat ini di hadapan mereka tidak ada siapa-siapa, hanya langkah kakinya saja yang terdengar.
Beberapa orang pembunuh bayaran langsung merasa ciut, bukan takut pada manusia melainkan mereka mulai merasakan banyak hal yang aneh di mension besar itu. Apa mungkin mension ini berpenghuni? Ataukah ada hantu yang menjaga tempat ini?
Mereka mulai saling pandang, tak tahu apa yang saat ini mereka fikirkan dan rasakan, hanya saja bulir-bulir keringat mulai jatuh dari dahi hingga seluruh tubuh mereka membuat baju hitam yang mereka kenakan pun terlihat basah.
Seseorang memberi kode untuk bergerak, dan mereka pun mulai kembali melangkah secara perlahan, di tangan mereka kini berbagai senjata api mulai terlihat, meskipun perasaan gugup masih melanda fikiran mereka, nyatanya tugas besar itu harus mereka selesaikan malam ini juga.
Hingga akhirnya mereka melihat pemandangan danau besar yang sangat indah di belakang mension Keyra, para pembunuh bayaran itu pun langsung berhenti dan memperhatikan sekeliling.
Bagaimana bisa ada danau yang begitu luas di belakang rumah? Ini benar-benar sangat aneh dan juga tidak masuk akal, sekaya apa pun seseorang, paling akan membangun kolam renang, dan bukan danau seperti itu.
Akhirnya karena rasa penasaran, mereka pun mulai mendekat ke arah danau, tak lama muncul sesuatu dari kejauhan, itu terlihat seperti pohon tumbang yang terseret air.
Mereka kembali saling pandang, sepertinya para pelayan di mension itu tidak sanggup bekerja dengan baik, hingga batang pohon pun tidak di singkirkan dari danau.
Tak sampai 5 menit, batang pohon itu semakin dekat dengan mereka, kali ini terlihat raut wajah yang sangat pucat seperti tak memiliki darah, mereka terdiam sesaat sebelum akhirnya berlari kocar-kacir dari danau itu.
__ADS_1
Ternyata itu bukan lah batang pohon, melainkan dua ekor buaya besar yang sedang menyamar, karena pekikan dan teriakan dari mereka akhirnya kedua ekor buaya itu pun membuka matanya dan melihat ke arah para penyusup yang mengganggu tidur mereka.
"Cepat lari.." satu persatu dari mereka pun mulai menjauh dari danau dan mencari jalan keluar dari sana, namun naas karena gerbang belakang tempat mereka masuk tadi nyatanya sudah tak ada lagi dan berganti dinding tebal dengan tinggi tujuh meter.
Akhirnya mereka pun tak bisa keluar dari sana dan hanya bisa mencari tempat persembunyian saja. Sedangkan kedua ekor buaya besar itu sudah mulai naik ke darat dan mencari sesuatu untuk makan malam mereka.
Para pembunuh bayaran itu pun merasakan ketakutan yang menjadi-jadi, padahal sebelumnya mereka telah sepakat untuk merampok seluruh harta yang ada di dalam mension itu dan membaginya secara adil.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Beberapa orang pembunuh bayaran itu terpelanting dan langsung menabrak dinding tembok disana saat kedua buaya itu mengetahui tempat persembunyian nya dan langsung menyerang mereka dengan mengibaskan ekornya.
Mereka langsung terjatuh dengan beberapa tulang yang patah dan juga retak, betapa berbahaya nya kedua buaya yang sedang kelaparan itu, mereka langsung mendekat dan memakan tubuh dari para pembunuh bayaran yang di serang nya tadi hingga darah mereka berceceran.
Para pembunuh bayaran yang saat ini masih hidup dan melihat rekan mereka mati dan menjadi santapan lezat kedua buaya besar itu pun mulai merasa ketakutan, badan mereka mulai menggigil dengan mata yang terlihat sedikit berkaca-kaca.
Sedangkan kedua ekor buaya itu masih asyik mengunyah daging segar yang kini jadi menu hidangan terbaru mereka. Tanpa memikirkan jika saat ini masih ada belasan orang yang tersisa dan memperhatikan kelakuan keduanya di balik tempat persembunyian nya.
Para pembunuh bayaran yang melewati gerbang depan pun kini menghadapi kesulitan yang sama dengan kemunculan 3 ekor anjing buas, ketiganya bahkan tak menggonggong seperti biasa dan langsung menyerang mereka dengan taring nya, hingga 3 orang pembunuh bayaran akhirnya mati setelah leher mereka terkena terkaman taring tajam sang penjaga mension.
__ADS_1
Sedangkan mereka yang masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri mulai mencari jalan keluar dan berlari dengan cepat menuju ke arah belakang mension Keyra dan berharap agar rekan nya mampu membantu kesulitan mereka.