
Siang harinya, Keyra di kejutkan dengan kunjungan dari nyonya Stella di mension nya, wanita paruh baya itu membawa beberapa macam kue sebagai hadiah.
Nyonya Stella berniat untuk memperbaiki hubungan nya dengan Keyra dan juga Kyara, apalagi kejadian tadi malam membuat nyonya Stella menyadari betapa bodoh nya dia yang telah menolak seorang wanita yang begitu hebat seperti Keyra.
Kyara hanya berdengus melihat kelakuan tak tahu malu dari nyonya Stella, meskipun Kyara tahu niat wanita itu ingin menjalin hubungan baik dengan momy nya, tapi penghinaan yang di lakukan oleh nyonya Stella tak bisa dia lupakan begitu saja.
Kyara hanya berharap agar wanita itu cukup sadar diri jika dirinya tidak di inginkan oleh Kyara dan juga Keyra.
Nyonya Stella duduk di sofa setelah di persilakan oleh Keyra, dia juga meneguk minuman yang di hidangkan para pelayan di rumah Keyra tanpa ragu.
Kemudian wanita paruh baya itu mulai mengumpulkan keberanian nya untuk mengungkapkan permohonan maaf nya pada Keyra dan juga Kyara.
"Kedatangan tante kesini, selain untuk berterima kasih atas pertolongan kalian, tante juga ingin meminta maaf atas sikap buruk tante" ucap nyonya Stella sambil menunduk.
Jatuh sudah harga diri nyonya Stella dan juga seluruh keangkuhannya saat ini, dirinya di hadapkan dengan dua pilihan. Berbaikan dengan Keyra dan juga Kyara atau kehilangan putranya selamanya.
Nyonya Stella begitu sedih melihat amarah, kebencian dan juga kekecewaan di mata Aldo terhadapnya, jadi dia akan berusaha untuk memperbaiki semua nya dari awal lagi, meskipun dia sendiri juga tak tahu, apakah Keyra dan juga Kyara akan menerima permintaan maaf nya atau tidak.
Keyra tentu sangat mengerti maksud dari wanita paruh baya di hadapan nya, tapi dia juga tak ingin menyakiti hati putri nya dengan langsung memaafkan nyonya Stella.
Akhirnya Keyra pun melirik ke arah putrinya yang tetap diam, tak bergeming dari tempat duduknya.
Keyra sedikit mengerutkan dahinya saat melihat tindakan keras kepala dari putrinya itu, tapi dia juga tak bisa semudah itu untuk memaksa Kyara agar mengubah pandangan nya terhadap nyonya Stella.
Keyra pun menarik nafas pelan sambil menatap wajah nyonya Stella, tampak kebimbangan di mata Keyra.
Meskipun dirinya tak mendengar secara langsung ucapan yang di lontarkan oleh nyonya Stella, tapi Keyra yakin jika Kyara tak mungkin berbohong.
Apa lagi saat dia melihat wajah nyonya Stella yang tertunduk malu di hadapan nya, menunjukan betapa besar nya rasa bersalah yang di rasakan oleh wanita paruh baya itu.
Akhirnya Keyra pun menjawab ucapan nyonya Stella dengan suara yang terdengar santai tapi tentu sangat menusuk hati yang mendengar nya.
"Meskipun orang yang anda hina itu saya, tapi yang merasakan sakit nya adalah putri ku Kyara. Jika anda berniat meminta maaf, itu bukan pada saya melainkan pada Ara" ucap Keyra.
__ADS_1
Nyonya Stella pun melirik ke arah Kyara, berharap bocah itu mau menerima permintaan maaf nya dan memberikan kesempatan kedua pada Aldo untuk bisa kembali dekat dengan Keyra.
"Momy.. Ara ngantuk, ara tidur dulu ya!" ucap bocah itu sambil bangkit dari tempat duduk nya dan melangkah perlahan menuju ke kamar nya.
"Ara.. Tolong maafkan nenek" ucap nyonya Stella sambil memandang wajah bocah itu dengan lembut.
Kyara kembali melanjutkan langkah nya, tanpa menghiraukan permintaan maaf dari nyonya Stella, hatinya terlanjur sakit saat ini. Dia tak ingin memaafkan nyonya Stella dengan mudah.
Tepat saat kakinya berada di tangga terakhir, Kyara pun menoleh dan menatap tajam nyonya Stella.
"Jauhi keluarga ku, dan aku akan memaafkanmu. NYONYA!" ucap Kyara sambil menekankan kata Nyonya.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung nyonya Stella kembali berdetak keras, bocah di hadapan nya bahkan tak mau memanggilnya nenek dan memilih untuk menggunakan kata nyonya sebagai panggilan untuk nya.
Tanpa nyonya Stella sadari, Kyara menyunggingkan senyuman yang sangat tipis dan hampir tak terlihat.
Dia bukan ingin menolak Aldo, hanya ingin membuat keluarga itu jera untuk menghina momy nya.
Kyara juga berfikir jika Aldo kurang memperjuangkan momy nya, hingga sampai saat ini Keyra belum merasakan perasaan tertarik pada Aldo.
Tentu saja hal itu adalah poin penting bagi Kyara, dia ingin agar pria yang jadi suami momy nya suatu hari nanti adalah orang yang tepat dan juga di cintai oleh Keyra dan juga Kyara.
Nyonya Stella tertunduk lesu, bulir bening mulai menetes di pipinya, tanpa dia sadari dia pun menangis merutuki kebodohan nya yang telah menyakiti hati kedua orang itu dengan sangat dalam.
Nyonya Stella pun berpamitan untuk pulang dari rumah Keyra, dan kembali menuju mension milik nya.
Sementara si kecil Kyara saat ini segera melihat cctv dan segera mengirimkan rekaman video tadi pada Aldo dengan caption "Seperti nya dia memang menyesali tindakannya, tapi untuk memaafkan begitu saja, itu tidaklah mungkin. Ara bukanlah orang yang berhati besar, tentu saja penghinaan harus di balas penghinaan agar impas" tulis Kyara.
__ADS_1
Aldo yang melihat pesan di ponselnya pun langsung terbelalak kaget melihat tindakan nyonya Stella, dia benar-benar tak menyangka jika mamanya akan melakukan tindakan bodoh seperti itu dengan langsung mendatangi Keyra dan Kyara.
Ting...
Terdengar suara ponsel Kyara berdering, Aldo telah membalas pesan yang di kirimkan oleh Kyara td.
"Jika begitu, katakan pada papi, apa yang Ara inginkan?" tanya Aldo.
"Jauhi Ara dan momy" tulis Kyara lagi.
Aldo semakin membulatkan matanya saat membaca tulisan yang di kirimkan oleh bocah itu.
Aldo pun mengepalkan tangan nya sambil mengetik balasan pesan untuk Kyara.
"Tidak kah Ara merasa jika selama ini papi sangat menyayangi Ara dan juga momy?" tulis Aldo
Kyara hanya terkekeh membaca pesan yang di kirimkan oleh Aldo, mood nya kembali membaik, dia ingin mengorek isi hati Aldo pada momy nya.
"Benarkah? Tapi kenapa Ara tak tahu kalau om sayang pada Ara dan juga momy?" tulis Kyara kembalil.
Aldo seperti nya mulai terpancing dengan kata-kata yang di tulis oleh bocah itu, tangan nya kembali mengepal dan meninju udara sambil menarik nafas berat.
"Haruskah papi mengatakan betapa papi sangat mencintai momy Ara dan juga Ara? Apakah tak cukup yang selama ini papi tunjukkan di depan kalian berdua?" tulis Aldo
Kyara semakin senang membaca jawaban yang di tulis oleh Aldo, bocah itu pun tertawa terbahak-bahak saat tahu Aldo mulai merasa kesal pada pertanyaan nya.
"Lalu kapan om akan melamar momy? Apakah akan menunggu om Lucas yang terlebih dahulu melamarnya?" tulis Kyara.
Aldo pun menyipitkan matanya melihat tulisan provokasi dari bocah itu, dengan segera dia pun memencet tanda speaker di ponselnya dan merekam ucapannya.
"Kalau perlu, malam ini juga papi akan melamar momy mu" ucap Aldo dan langsung mengirimkan pesan suara itu pada Kyara.
Bocah itu pun tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar ucapan Aldo yang terburu-buru.
__ADS_1
"Dasar bucin.." gumam Kyara sambil membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.