
"Ingatlah untuk selalu berhati-hati Aldo! Nampak nya musuh yang kita hadapi saat ini cukup rumit, dan jika benar tuan Hermawan Pratama itu merupakan orang yang dekat dengan gadis itu, sudah di pastikan jika saat ini keluarga kita dalam bahaya!" ucap tuan Alexander dengan serius.
Aldo hanya mengangguk, dia juga sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu para anggota mafia itu menyerang rumah besarnya, selain menggunakan penjagaan yang sangat ketat, Aldo juga diam-diam telah menambah cctv, hingga tidak ada satu pun sudut ruangan di kediaman Aldo yang tidak terawasi oleh kamera.
Aldo juga telah memesan beberapa robot kecil buatan Kyara, agar dirinya bisa terus memantau apa yang terjadi di dalam keluarganya. Dia tak ingin kalah langkah oleh dua mafia yang sebenarnya berada di bawah levelnya saat ini.
Mengingat mafia yang di pimpin oleh Aldo merupakan mafia nomor satu yang paling tersohor dan sangat di takuti orang. Terlebih mafia Eagle eye tidak pernah menerima pekerjaan apa pun, mereka hanya bekerja untuk Aldo.
Tak seperti mafia yang lain yang mau menerima pekerjaan kotor dari kliennya, selain membunuh mereka juga merampok dan menghancurkan kehidupan orang lain, Aldo tidak ingin anggota kelompok nya menjadi buruk, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mempekerjakan anggota mafioso nya itu pada beberapa perusahaan cabang yang di milikinya.
Sehingga mereka tidak kekurangan uang dan yang penting semua anggotanya itu selalu menuruti perintah dari Aldo. Tanpa melakukan sesuatu hal yang merusak citra mafianya.
Di tempat lain saat ini beberapa anggota mafia telah bergerak diam-diam, mereka menargetkan Aldo setelah bos mereka yang bernama Hermawan Pratama itu menemukan sebuah rahasia jika selama ini wanita yang jadi simpanan nya itu memiliki ketertarikan terhadap Aldo.
Pria berusia 40 tahun itu terlihat sangat murka hingga dia ingin membantai keluarga Aldo, dia sangat yakin jika kematian kekasihnya itu berhubungan dengan pemuda pemilik perusahaan Damian corporation.
Dia tidak ingin mendengar apa pun penjelasan yang di berikan oleh mata-mata nya dan langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menghancurkan Aldo. Sementara anggota mafia kelabang merah juga memiliki dendam pada Keyra, saat pembantaian yang terjadi di rumah sederhana yang berada tak jauh dari hutan itu, ternyata ada satu orang yang masih selamat dan memberi tahu mereka siapa orang yang telah melakukan pembantaian.
Anggota kelabang merah sangat tidak terima saat mengetahui jika ketua mereka telah mati di tangan Keyra, jadi mereka pun telah membuat rencana untuk membalaskan dendam.
Mereka kini tengah berusaha untuk meretas data milik Keyra, sayangnya hacker mereka tidak berhasil mendapatkan apa pun dan hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. Sepertinya informasi tentang Keyra tertutup sangat rapat hingga mereka hanya mengetahui jika wanita itu memiliki mension mewah di jalan xxx dan merupakan pemilik perusahaan KK Corporation.
__ADS_1
Mereka segera bergerak menuju rumah Keyra dengan berbagai penyamaran yang sempurna, ada yang menjadi pedagang asongan, pengamen, tukang sol sepatu bahkan pengemis. Selama beberapa hari rumah Keyra maupun rumah Aldo telah menjadi sasaran para mafia yang ingin menyerangnya, sayang nya mereka tidak mengetahui jika saat ini Aldo dan Keyra bahkan telah mengwtahui rencana yang mereka buat nerkat dari robot lalat ciptaan Kyara.
Keyra hanya bersantai di rumah, dia sengaja menutup perusahaan nya dalam beberapa hari karena tak ingin jika karyawannya mendapatkan masalah, sedangkan dirinya saat ini telah siap untuk menghancurkan kedua kelompok mafia itu.
Aldo juga saat ini melakukan hal yang sama, dia sengaja menyuruh tuan Dimitri dan juga tuan Alexander untuk berlibur je suatu tempat bersama orang-orang kepercayaannya. Karena Aldo telah merancang rencana penjebakan bagi orang-orang yang berani mengusiknya.
"Lakukan dengan baik! Bantai seluruh anggota keluarga Damian! Terutama pria brengsek yang bernama Aldo itu! Pemuda sialan itu telah membuat Tiara berpaling dariku!" ucap tuan Hermawan sembari mengepalkan tangannya dan meninju meja.
Sementara saat ini anggota mafia kelabang merah pun telah bergerak, mereka muncul bersamaan dengan anggota mafia Black dragon hingga membuat kedua pemimpin mafia itu berseteru.
Keduanya berfikir jika saat ini rivalnya itu telah mendapatkan bayaran dari seseorang untuk menghancurkan tarvet mereka masing-masing, hingga akhirnya kedua kelompok itupun mulai sadar jika target mereka berbeda hanya saja rumahnya yang berhadapan.
"Apa maksudmu dengan pemuda sialan hah? Kami datang kemari untuk membunuh wanita ja*ang yang telah melenyapkan ketua kami!" ucap salah satu anggota mafia kelabang merah seraya merogoh saku celana nya dan menunjukkan photo Keyra.
Mata tuan Hermawan berbinar melihat wajah cantik Keyra, bandot tua itu kini berfikir untuk menjadikan Keyra sebagai salah satu bagian dari koleksi wanitanya. Dia juga bisa melihat jika Keyra bahkan jauh lebih cantik dari semua ja*ang yang pernah di tidurinya.
"Berapa harga wanita itu? Katakan padaku!" ucap tuan Hermawan sambil merogoh cek dari jas nya.
Anggota mafia kelabang merah jadi tak mengerti kenapa pria tua itu menanyakan harga di saat tidak ada pertukaran? Hingga akhirnya ucapan dari asisten tuan Hermawan menyadarkan mereka semua.
"Bos kami menginginkan wanita itu! Tugas kalian hanya menculiknya dan pastikan wanita itu baik-baik saja! Dan kalian semua akan mendapatkan bayaran yang sesuai dengan kerja keras kalian." ucap Hardi sang Asisten.
__ADS_1
Mata anggota mafia kelabang merah langsung berbinar, terlebih saat ini mereka bisa menentukan sendiri harga untuk target mereka. Untuk apa mereka membunuh wanita itu? Jika mereka bisa mendapatkan tambang uang dari tuan Hermawan dengan memberikan wanita itu sebagai bahan pertukaran.
"Kami memberikan harga dua milyar untuk wanita itu!" ucap salah satu dari anggota mafia kelabang merah.
"Sepakat! Dua milyar! Aku akan menunggu kalian membawa wanita itu disini! Dan setelah itu aku akan memberikan bayaran untuk kalian!" ucap tuan Hermawan tanpa berfikir panjang.
Apa artinya uang dua milyar untuk seorang hartawan seperti dirinya? Dia bahkan bisa mendapatkan wanita cantik itu sebagai teman tidurnya malam ini.
Hati tuan Hermawan berbunga-bunga, begitu juga dengan anggota mafia kelabang merah, sebentar lagi mereka akan segera menjadi orang kaya.
"Ternyata wanita itu bernilai fantastis! Hahaha... Ayo kita masuk dan seret wanita itu segera! Aku sudah tidak tahan ingin mencium bau uang!" ucap salah seorang dari mereka seraya berlari dan langsung melompati pagar mension milik Keyra.
Anggita yang lain pun mengikuti langkahnya, mereka berebut untuk segera mendapatkan Keyra.
"Ini benar-benar peruntungan kita! Sebentar lagi kita akan jadi orang kaya!" ucapnya dengan mata yang cerah, senyum seringai tersungging dari bibir mereka.
"Ayooo..." ucap yang lain segera menerobos masuk ke arah mension miliki Keyra.
Sementara tuan Hermawan saat ini juga sudah mengerahkan seluruh anggota mafia miliknya untuk segera masuk ke dalam rumah besar milik Aldo.
Sepertinya kedua kelompok mafia ini akan segera mendapatkan hadiah besar saat ini dari Keyra dan juga Aldo. Mereka belum tahu saja, sekali mereka masuk ke dalam mension itu, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bisa keluar dalam keadaan hidup-hidup.
__ADS_1