
Bruk...
Tiara mendudukkan bo*ongnya di atas sofa, hari ini dia merasa benar-benar sangat jengkel karena tak bisa bertemu dengan pangeran idamannya. Aldo seolah terus menghindar, hingga membuat Tiara semakin kehilangan kesempatan untuk bisa dekat dengan pemuda tampan itu.
Wulan dan Bimo yang melihat wajah cucunya begitu kusut pun langsung mendekatinya, mereka duduk berseberangan dengan Tiara, tapi sepertinya gadis cantik ini belum menyadari keberadaan pasangan lanjut usia itu.
Dia terus menarik nafas kasar dan bersungut-sungut mengumpati Keyra dan juga Aldo.
"Dasar laki-laki tak peka! Apa bagusnya si Key itu jika di bandingkan denganku yang masih gadis? Dia itu benar-benar buta! Lihat saja nanti.. Cepat ataupun lambat kau pasti akan tunduk di hadapanku dan meninggalkan si janda kegenitan itu!" racau Tiara.
Gadis itu sepertinya sudah hilang akal karena cinta butanya pada Aldo, hingga dia memikirkan trik-trik licik di dalam otak kecilnya. Dia juga akan membuat satu skenario agar bisa merebut Aldo dari Keyra.
"Tiara sayang..." panggil Wulan.
Akhirnya Tiara pun kaget, setelah tahu bahwa saat ini ada Wulan dan juga Bimo di hadapannya. Kakek dan neneknya itu seperti nya sangat penasaran dengan perubahan karakter Tiara yang jauh berbeda dari dulu.
Memang cinta sanggup mengubah segalanya, hal itu juga terjadi pada Tiara yang terus saja mendambakan Aldo. Tiara belum mengetahui jika sebenarnya Aldo itu seorang mafia, hingga dia mulai merencanakan untuk menyewa beberapa orang mafia untuk menculik Kyara, agar bisa memisahkan Keyra dari Aldo.
"Kakek! Nenek! Sejak kapan kalian disini?" tanya Tiara.
Wulan dan Bimo hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari cucunya itu, tentu saja keduanya sudah lama duduk di sana, bahkan mendengarkan seluruh umpatannya sejak tadi.
"Kakek dan Nenek sudah berada di sini sejak tadi! Apa yang membuat cucu kakek ini terlihat begitu kesal?" tanya Bimo.
Tiara hanya tersenyum kecut saat tahu jika nenek dan kakek nya mungkin saja sudah menguping semua rencananya, tapi dia segera merubah raut wajahnya kembali menjadi ceria agar tak ada yang mencurigai niat jahatnya untuk menculik Kyara.
"Aku baik-baik saja kek, ini hanya masalah kecil" ucap Tiara sambil bangkit dari sofa yang sejak tadi di dudukinya, kemudian langsung berjalan menuju ke kamarnya.
Tiara segera merogoh ponsel dari dalam tas miliknya dan menelpon seseorang, dia sangat yakin jika rencananya pasti akan berhasil.
Tuuut.... Panggilan pun tersambung.
📱"Hallo!" terdengar suara pria dari sebrang.
__ADS_1
📱"Aku ingin kalian menculik seorang bocah berusia 5 tahun. Namanya Kyara, dia anak dari Keyra Amelia" ucap Tiara.
📱"Kau tahu nona? Menggunakan jasa kami itu bayarannya sangat mahal!" ucap pria itu lagi.
📱"Aku sanggup bayar berapa pun yang kalian inginkan! Asalkan kalian bisa menculik bocah itu! Dan satu lagi.. Jangan sakiti bocah itu! Aku ingin melihat dia dalam keadaan baik-baik saja!" ucap Tiara kembali.
📱"Baiklah.. Kirimkan photo bocah itu segera! dan jangan lupa untuk mentransfer uang muka nya!" ucap pria itu sambil menutup ponselnya.
Tiara langsung mengirimkan photo Kyara pada pria itu, dia juga mentransfer sejumlah uang sebagai DP untuk melancarkan pekerjaan mereka .
Adrian diam-diam menguping percakapan Tiara dengan pria itu, dia terlihat sangat marah saat tahu jika putrinya itu memiliki niat buruk pada putri bungsunya. Dengan cepat, Adrian pun langsung kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menelpon Keyra.
Tuuut... Tuuut... Tuuuut
Panggilan pun tersambung, tapi sepertinya Kyara masih enggan untuk mengangkat panggilan dari Adrian dan membiarkan panggilan tak terjawab hingga 21 kali.
Adrian belum patah semangat, dia mencoba menelpon Keyra melalui telepon rumah nya.
📞 "Hallo.." terdengar suara dari seberang. Mungkin salah satu pelayan Keyra yang mengangkatnya.
📞 "Tolong berikan telponnya pada Keyra, ini Adrian. Katakan padanya penting" jawab Adrian tanpa basa basi.
Tak sampai 5 menit akhirnya Adrian pun bisa mendengar kembali suara Keyra, meskipun terkesan begitu datar dan dingin.
📞 "Hmm.." hanya itu yang di ucapkan Keyra begitu gagang telpon itu di angkatnya. Dia tak ingin lagi berurusan dengan Adrian. Bahkan Bima dan Wulan pun sering dia acuhkan setelah mengetahui jika pasangan itu adalah orang tua Adrian.
📞 "Tolong jaga baik-baik putri kita.. Aku tak tahu apa yang terjadi saat ini, Tiara menyewa beberapa orang mafia untuk menculik Ara." ucap Adrian.
📞 "Seperti nya anda salah tuan Adrian! Kyara putri saya! Bukan putri kita. Dan terima kasih banyak untuk informasi nya, saya bisa menjaga putri saya dengan baik!" ucap Keyra sambil menutup gagang telpon nya dengan sangat kasar.
Deg...
Deg...
__ADS_1
Deg...
Degup jantung Adrian terasa berdetak dengan sangat cepat. Kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh Keyra sukses membuat pria berusia 43 tahun ini langsung terkejut, dia baru mengingat kesalahan nya yang tidak mau mengakui Kyara sebagai putrinya.
Tik..
Tik...
Tik...
Air mata Adrian pun menetes satu demi satu saat mengingat kembali semua perbuatan nya di masa lalu pada Keyra, dia benar-benar merasa bersalah dan ingin segera menghapus semua itu, tapi sepertinya mantan istrinya itu benar-benar belum bisa memaafkan dirinya.
Andai saja waktu bisa di putar kembali, Adrian tak akan melakukan hal itu, menyia-nyiakan istri sebaik Keyra hanya karena kesalah pahaman, dia benar-benar ingin bertaubat dan kembali membuka lembaran baru, bisa hidup bersama dengan Keyra dan juga Kyara dan berbahagia.
Adrian tak bisa menyalahkan sikap Keyra, dia memang pantas mendapatkan hal itu, hanya saja pria ini ingin mendapatkan kesempatan kedua agar bisa kembali berkumpul bersama mantan istri dan putri bungsunya itu.
Sedangkan di tempat lain saat ini, Keyra sedang tersenyum manis. Akhirnya hal yang paling dia tunggu-tunggu datang juga, kesempatan untuk membalaskan rasa sakit hati si pemilik tubuh yang di tempatinya kini akan menjadi kenyataan.
Kyara juga tersenyum di kamar nya, saat tahu jika Adrian menelpon, dia sengaja mengangkat telpon lain untuk mendengarkan pembicaraan mereka, dan akhirnya saat ini bocah itu tertawa dengan sangat keras.
"Bukankah kakak tiriku itu ingin bermain-main denganku? Baiklah akan ku layani jika seperti itu." ucap Kyara.
Bocah itu langsung bersiap, dia memasukkan semua barang yang sekiranya akan dia perlukan nanti ke dalam tas nya, kemudian mengganti pakaiannya dengan dress cantiknya.
Tak...
Tak...
Tak...
Langkah kaki bocah itu terdengar, para pelayan yang sedang membersihkan mension pun langsung melirik kearahnya dan tersenyum manis. Nona muda mereka memang sangat menggemaskan.
"Momy..!" teriak Kyara saat melihat Keyra bersantai di sofa ruang tamu sambil memejamkan matanya. Bocah itu sudah tak sabar lagi ingin segera membuat pertunjukan yang akan membuat kakak tirinya terkena serangan jantung.
__ADS_1