
Antony langsung kembali menuju ruang kerjanya, dia tak ingin berlama-lama lagi di dekat ruangan Aldo yang lebih mirip ruang eksekusi itu, terlebih lagi mata bos nya yang tiba-tiba saja melotot saat tanpa sengaja dirinya memandang Keyra membuat Antony jadi sedikit lebih waspada.
'Jangan sampai gaji bulan ini di potong si bos gara-gara aku melirik bu Keyra! Semoga saja bos killer itu lupa dan tak memperpanjang masalah ini' gumam Antony dalam hati sambil melirik ke arah pintu ruang kerjanya, takut jika ada orang lain yang mendengarkan umpatannya.
Antony melirik jam dinding di ruangannya, tepat menunjukan pukul 12:00 matanya langsung berbinar, ini waktu yang tepat untuk melarikan diri dari Aldo! Dengan langkah cepat Antony pun keluar dari dalam ruang kerjanya dan langsung berlari menuju resto yang terletak di depan perusahaan milik Aldo.
Antony berjalan dengan sangat cepat, pemuda itu bahkan mengacuhkan para pegawai yang menyapanya sejak di lantai 7 tadi, fikiran nya sedang galau dan dia butuh sesuatu yang manis dan juga dingin untuk menyegarkan dirinya kembali.
Pilihannya langsung jatuh pada segelas cofee ploat, Antony ingin makan siang dengan porsi besar hari ini agar kuat menghadapi omelan bos nya saat dia kembali ke kantor nanti. Dia tak ingin nafsu makannya hilang, terlebih jika Aldo marah, pasti Antony akan mendapatkan hukuman. Yang paling sering adalah potongan gaji hingga 80%.
Sungguh bos yang sangat baik hati dan juga perhatian, hingga terkadang dirinya ingin sekali membongkar kepala bos nya itu dan melihat dengan matanya sendiri letak otak kanan dan kiri Aldo. Siapa tahu saja tertukar atau pun bergeser dari tempatnya.
Antony kadang heran melihat Aldo, saat sedang bersama Keyra atau pun Kyara, pemuda itu selalu menampilkan wajah dan senyum yang manis, tapi lihatlah jika dia berhadapan dengan wanita lain, entah itu rekan bisnis ataupun karyawannya sendiri, Aldo adalah orang yang paling dingin dan juga galak. Sangat berbeda hingga 360° jika dibuat perbandingan.
Aldo tak pernah sekalipun mau berurusan dengan wanita, dimata dia wanita itu sungguh merepotkan, tapi lihatlah saat dia sedang bersama dengan Keyra, Aldo malah bersikap seperti seorang bayi besar yang begitu manja, benar-benar timpang kalau memperhatikan sikapnya dengan baik.
Bahkan seluruh karyawan wanita yang bekerja di perusahaan Aldo, tidak ada satu pun yang berani memandang wajah dingin bos nya itu, meskipun mereka tidak munafik jika Aldo itu memang sangat tampan, namun sikap tegas dan juga keras nya membuat siapapun tak berani berurusan dengan pemuda itu.
Mereka masih sayang dengan pekerjaan nya, Aldo bahkan tak segan-segan untuk memecat siapa pun yang berani menggoda ataupun mencari perhatian terhadap dirinya.
Hingga kehadiran Keyra dan Kyara ke kantor Aldo berhasil mengubah pandangan seluruh karyawan wanita di kantor itu, Aldo memang dingin, keras dan juga sangat kejam, tapi tergantung sebesar apa orang itu melakukan kesalahan, jika hanya melakukan kesalahan ringan, dia hanya meminta Antony untuk menegur nya.
Tapi jika orang itu benar-benar berusaha untuk mencari perhatian Aldo, maka pemuda itu tidak akan segan-segan untuk turun tangan sendiri dan mengusirnya dari perusahaan seperti yang terjadi pada Vena, sekretaris Aldo saat itu.
Drrrt...
__ADS_1
Ponsel Antony pun berdering, dengan cepat Antony segera merogoh saku celananya dan mengambil ponsel milik nya, dia ingin tahu siapa orang yang telah berani mengganggu acara makan besar nya itu.
Boss calling..
Antony hampur melonjak kaget dan memuntahkan makanan yang ada di mulutnya begitu melihat nama orang yang menghubunginya saat ini.
Bukan kah Aldo tadi sedang bersama dengan Keyra? Lalu kenapa pemuda itu menghubunginya? Apakah ada dokumen yang salah atau dia membutuhkan hal yang lain? Antony menggelengkan kepalanya, dia tak tahu apa yang ada di dalam otak bos nya itu hingga lagi-lagi mengganggu kesenangan nya.
Tut... Antony dengan cepat segera menggeser tombol hijau di layar ponselnya untuk menerima panggilan dari Aldo.
📱"Hallo bos!" ucap Antony dengan mulut yang masih penuh makanan.
📱"Siapa yang memberimu izin untuk meninggalkan perusahaan? Cepat kembali! Jika tidak, gajimu akan ku potong hingga 80% bulan ini!" ucap Aldo sambil menutup panggilannya.
Antony langsung tersedak mendengar ucapan Aldo, bahkan makanan yang baru saja dia suapkan ke dalam mulutnya pun sudah tertelan begitu saja tanpa di kunyah, hingga akhirnya pemuda itu pun terbatuk karena makanan itu mengganjal di tenggorokan nya.
Uhuk...
Uhuk...
Wajahnya memerah karena efek batuk yang di keluarkan nya tadi, setelah selesai membayar makanan nya, Antony pun segera melangkah keluar dari tempat itu untuk kembali ke perusahaan milik Aldo.
Tak...
Tak...
__ADS_1
Tak...
Suara langkah Antony terdengar begitu menggema saat sepatu hitamnya menghentak lantai, terlebih saat ini pemuda itu tengah berlari dengan sangat cepat karena takut mendapatkan hukuman dari bos killer nya.
Dengan cepat Antony pun masuk ke lift khusus petinggi perusahaan dan langsung menekan angka 7, lift melaju dengan sangat santai menuju lantai 7, tempat dimana ruangan Aldo berada, Antony serasa menaiki punggung kura-kura karena saking lambatnya.
"Cih.. Sial! Kalau saja aku tahu lift ini begitu lambat, lebih baik aku menaiki lift khusus karyawan tadi! Benar-benar menjengkelkan!" rutuk Antony sambil menonjok dinding lift itu.
Sementara Aldi dan Keyra saat ini masih mengobrol dengan santai di ruangannya, Aldo sengaja memanggil Antony hanya untuk mengajak dia pergi untuk sebuah urusan sekalian mengantar Keyra kembali ke kantornya.
Bagaimana mungkin Aldo menyopir sendiri? Bisa jatuh harga diri dia sebagai bos besar jika melakukan hal itu! Terlebih saat ini Aldo hendak mendatangi rumah keluarga Wiguna, setelah mendapatkan pemberitahuan dari asisten Tiara, jika gadis itu telah meninggal dunia.
Aldo sempat mengajak Keyra, tapi kekasihnya itu beralasan jika saat ini dia ada urusan yang lain, dan Aldo tak mungkin memaksanya. Aldo juga sadar jika di rumah besar keluarga Wiguna nanti, semua anggota keluarga beserta kerabat Tiara juga pasti hadir, dan orang yang mengetahui masa lalu Keyra pasti akan mencibirnya karena datang bersama Aldo.
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu ruangan Aldo pun di ketuk dari luar, Antony langsung muncul tanpa di suruh oleh Aldo. Dengan keringat yang membanjiri wajahnya, Aldo tertawa melihat keadaan Antony, sementara asistennya itu terlihat memasang wajah kecut saat tahu jika dirinya tengah di kerjai oleh bos nya itu.
"Bos!" panggil Antony.
"Siapkan mobil, kita akan mengantar Keyra ke perusahaannya, setelah itu langsung melayat ke rumah keluarga Wiguna!" ucap Aldo.
__ADS_1
"Melayat? Memang siapa yang mati bos?" tanya Antony dengan santainya.
"Bapakmu yang mati!" bentak Aldo yang kesal dengan sikap Antony, pemuda itu terlihat memelototkan matanya mendengar jawaban ketus dari bos killernya itu.