
"Mau ku? Kau tahu Key? Aku menginginkan Aldo! Kalau kau menginginkan putrimu itu selamat, maka sekarang juga kau harus menelepon Aldo. Putuskan hubungan mu dengan dia, dan sebagai gantinya aku akan melepaskan Ara! Adil bukan?" ucap Tiara tak tahu malu.
Keyra hanya berdecih melihat kelakuan gadis itu, nyali nya lumayan juga ternyata. Belum tahu saja jika yang saat ini dia hadapi bukan lah Keyra yang dulu alim, polos dan juga penurut.
Keyra yang saat ini ada di hadapan mereka adalah seorang wanita yang haus darah, memiliki jiwa psikopat yang tinggi dan sangat menyukai darah. Tentu saja hal itu membuat Keyra tertawa terbahak-bahak.
Dirinya saat ini sedang di ancam oleh seorang gadis yang tak memiliki kemampuan apapun, Bahkan jika harus melawan Kyara sekali pun, gadis itu belum tentu selamat, lalu bagaimana dia akan menghadapi Keyra? Sedangkan Keyra adalah ibu dari begitu banyak binatang buas peliharaan nya. Bahkan singa saja tunduk di bawah kaki Keyra, lalu bagaimana cara Tiara untuk melukai Keyra?
Kyara ikut tertawa dalam gendongan pria yang tadi menangkapnya, bocah itu juga merasa sangat lucu saat mendengar ucapan dari tiara. Bahkan jika Keyra tiada sekali pun, Aldo belum tentu mau dengan Tiara.
"Apa kau fikir kau pantas untuk Aldo? Jika dia memang menginginkan mu, dia tidak akan pernah menghindarimu Tiara! Dia sama sekali tak tertarik dengan mu!" ucap Keyra seraya menatap sinis pada Tiara.
Wajah Tiara terlihat merah padam mendengar ucapan Keyra, meskipun hati kecilnya membenarkan ucapan mantan sahabatnya itu, tapi ego dan ambisinya tak mau kalah, dia harus mendapatkan Aldo, bagaimana pun caranya!
"Apa kau fikir kau dan putrimu itu bisa selamat dari sini Key? Kau terlalu sombong! Kau itu hanyalah seorang janda! Kau bekas papaku! Kalau bukan karena rayuanmu itu, lalu bagaimana bisa seorang pemuda tampan dan juga kaya seperti Aldo bisa tertarik padamu? Kau pasti menggunakan tubuhmu untuk merayunya kan? Dasar wanita ja*ang!" teriak Tiara dengan suara yang sangat menggelegar.
"Apa kau fikir aku seperti mu Tiara? Yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua yang kau inginkan! Kau terlalu naif! Aku bukan lah Keyra yang dulu yang bisa kau bodohi dengan persahabatan palsumu! Dan apa kau fikir karena dulu aku pernah jadi sahabat mu, lalu sekarang kau bebas mengemis pria ku padaku begitu?" jawab Keyra seraya membalikkan pertanyaan pada Tiara.
"Kau? Kau benar-benar wanita licik Keyra! Apa yang tidak ku berikan padamu saat kau menjadi sahabat ku? Dan sekarang aku ingin kau membalas budi padaku dengan memberikan Aldo! Apa aku salah?" tanya Tiara semakin emosi.
__ADS_1
"Kau memang sahabat yang baik Tiara, dan karena kebaikan mu itu juga lah aku dan putriku hampir saja mati karena kau dorong dari tangga! Apa kau lupa dengan kejadian itu? Ataukah aku harus mengingatkanmu kembali tentang betapa jahat dan bejat nya kau dan seluruh keluarga mu? Kalian benar-benar manusia yang munafik! Aku bisa saja menjebloskan mu ke penjara saat itu! Tapi sayang nya aku terlalu berbelas kasih padamu selama ini" ucap Keyra semakin memancing emosi Tiara.
Wajah Tiara semakin menghitam, apa lagi saat ini Keyra mulai mengungkit kembali semua perbuatan buruk nya bersama keluarganya pada gadis itu. Meskipun bibir nya terus menyangkal tapi kenyataannya memang dirinya bersalah atas insiden yang menimpa Keyra.
"Kau itu hanyalah gadis miskin! Kau seharusnya bersyukur karena papa ku bersedia menikahimu saat itu Keyra! Jika tidak! Bahkan sampai mati pun putrimu itu tidak akan pernah memiliki seorang papa!" teriak Tiara semakin menjadi.
"Benarkah? Tapi sayangnya aku tak sudi untuk kembali pada papamu yang bejat itu! Kau dan seluruh keluarga mu itu hanyalah menganggap aku sebagai pelampiasan kekesalan kalian, di mata kalian semua aku tak lebih dari sekedar pembantu gratisan yang kalian pungut dan kalian siksa kemudian kalian buang sesuka hati. Apa kau fikir kau dan seluruh keluarga mu itu masih pantas di sebut manusia?" ucap Keyra sambil menarik sudut bibir nya ke atas, menunjukan ejekan secara langsung.
Tiara terdiam mendengar ucapan Keyra, dia tak tahu lagi harus membalas Keyra dengan cara seperti apa? Nyatanya dengan ancaman saja Keyra sama sekali tidak merasa takut.
Akhirnya Tiara pun tersenyum pahit, sepertinya dia harus bertindak sedikit lebih ekstrim agar Keyra mau menuruti semua keinginannya itu.
Pria itu pun langsung berjalan dengan membawa sebuah pisau lipat yang terlihat sangat tajam, dia berjalan dengan sangat lambat sambil memainkan pisau di tangannya, sudut matanya melirik ke arah Keyra, tapi sayang nya wajah Keyra tetap datar tak menunjukkan ekspresi apa pun.
"Bagaimana jika aku potong saja salah satu jari putrimu itu?" tanya pria itu sambil mengelilingi tubuh Kyara yang berada dalam gendongan salah seorang rekannya dan memainkan pisau lipat nya itu.
Keyra mengedikkan bahunya acuh, dia seolah tak peduli dengan keselamatan putrinya sendiri dan lebih memilih untuk mempertahankan Aldo.
Aaargh...
__ADS_1
Terdengar teriakan kencang dari pria yang tadi memainkan pisaunya itu, awalnya dia hanya ingin berpura-pura untuk menakuti Keyra dengan memotong salah satu jari tangan Kyara, hanya saja bocah itu bergerak dengan sangat cepat, memelintir tangan si pria dan langsung mematahkan nya.
Kratak...
Krak...
Suara tulang yang patah terdengar begitu kencang, situasi rumah itu tiba-tiba saja hening tanpa suara, semua orang melihat ke arah Kyara, tapi bocah itu hanya acuh dan tak memperdulikan semua tatapan yang tertuju padanya, dan memilih untuk melihat langit-langit rumah.
"Apa aku tak salah lihat? Bocah itu bisa memelintir dan mematahkan tangan si Boby dengan tangan kecilnya? Ini benar-benar mustahil!" ucap salah seorang dari anggota mafia yang duduk di belakang Tiara.
Rekan nya yang lain juga ikut melirik, mereka memandang Kyara dengan tatapan yang tak bisa di artikan dengan kata-kata, bahkan beberapa orang kini mulai bergidik ngeri melihat kemampuan dan juga kecepatan yang dimiliki oleh bocah itu.
"Jika bocah sekecil itu sanggup mematahkan tangan si Boby yang kekar, lalu bagaimana dengan ibunya? Jangan bilang kalau saat ini kita berurusan dengan orang yang salah!" ucap salah seorang dari mereka sambil mundur.
Wajah mereka mulai terlihat pucat, saat tahu jika bocah yang tadinya mereka fikir hanyalah bocah biasa itu, ternyata bisa melawan bahkan melukai salah seorang dari mereka. Bahkan bocah itu masih terlihat biasa saja tanpa ekspresi takut atau pun menyesal.
Sikap yang di tunjukkan Kyara tak jauh berbeda dengan Keyra, kedua nya masih santai tak bergeming di tempat nya, bahkan Keyra mulai menarik kursi yang ada di sana dan mendudukkan dirinya.
"Harusnya sejak tadi kalian menyiapkan kursi untukku! Bukan kah tak sopan membiarkan tamu berdiri lama? Kalian benar-benar tuan rumah yang buruk!" gerutu Keyra dengan suara datar nya.
__ADS_1
"Umm.. Sepertinya mereka juga lupa menyiapkan minuman dan cemilan untuk momy!" tambah Kyara sambil melompat dari gendongan pria berkulit hitam yang sejak tadi menahannya.