Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 86


__ADS_3

Duar...


Duar...


Rumah keluarga Bimantoro pun akhirnya luluh lantah setelah kedua bom rakitan yang dipasang oleh Keyra meledak, hal itu tentu saja menggemparkan semua orang hingga mereka berbondong-bondong untuk mendatangi kawasan kediamannya.


Mereka berharap bisa mendapatkan penjelasan tentang apa yang terjadi dengan keluarga itu, mengingat selama ini keluarga Bimantoro terkenal sebagai orang yang baik dan sangat dermawan sehingga banyak orang yang memujanya.


Tidak tahu saja jika sebenarnya keluarga itu hanyalah kumpulan orang-orang yang berhati busuk dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Ditempat lain, saat ini Adrian tengah mondar-mandir didalam apartemen miliknya, dia merasa sangat khawatir karena sejak tadi ponsel milik mantan istrinya itu tidak aktif, padahal dia sudah menyusun rencana dengan sangat matang agar bisa segera bersatu kembali dengan keluarganya.


Dia merasa takut ada hal buruk yang menimpa mantan istrinya itu, hingga membuat ponselnya off sejak tadi, meskipun saat ini dia juga melakukan sesuatu hal yang sangat buruk, setidaknya dia masih memiliki sedikit rasa peduli terhadap nasib Keyra.


Dia tak ingin wanita itu tertimpa masalah hingga membuat semua rencana yang dibuatnya gagal total, mau tak mau Adrian pun segera melakukan panggilan pada salah satu orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan mantan istrinya.


Tuuuut...


Panggilan mulai tersambung, tak lama terdengar suara klik yang menandakan panggilan itu diterima. Tanpa berbasa-basi, Adrian pun langsung memberikan perintah tegas padanya.


📱"Cari tahu keberadaan Keyra! Dan awasi dia jangan sampai berurusan dengan siapa pun!" ucap Adrian seraya menutup kembali ponsel miliknya.

__ADS_1


Dia tidak ingin terlalu banyak mengulur waktu, terlebih jika sampai Aldo tahu Kyara menghilang, pemuda itu pasti akan segera melapor pada pihak yang berwajib, dan tentu saja itu bukanlah hal yang menguntungkan untuk Adrian.


Sementara Kyara yang berada disalah satu kamar yang ada di apartemen milik Adrian saat ini telah membuka matanya, bocah itu sempat tertidur karena kelelahan akibat terlalu lama menunggu sang penculik untuk membawanya, hingga dia bergadang lewat tengah malam.


"Ternyata apartemen milik bandot tua itu lumayan juga!" ucapnya seraya tersenyum riang, Kyara pun kembali melakukan panggilan telpon pada Aldo dengan menggunakan jam tangan hasil modifikasinya itu, dia ingin tahu keadaan di luar kamarnya seperti apa, sehingga bocah itu bisa memikirkan rencana yang bagus untuk keluar dari tempat itu dan memberi pelajaran pada pria tua yang sialnya itu adalah ayah kandung dari pemilik tubuh sebelumnya.


📱"Ya baby, apa kau baik-baik saja?" tanya Aldo dari seberang panggilan.


📱"Ara baik-baik saja papi, hanya saja tadi Ara ketiduran sebentar!" jawab bocah itu dengan santai.


📱"Syukurlah.. Papi khawatir terjadi sesuatu pada putri cantik papi." ucap Aldo seraya tertawa kecil, tentu saja itu hanyalah sebuah candaan, mana mungkin terjadi sesuatu pada Kyara, nyatanya bukan penjahatnya yang akan menyakiti bocah itu, melainkan Kyara lah yang akan membuat mereka babak belur hingga tak memiliki tulang.


📱"Bagaimana keadaan diluar pi? Apakah ada sesuatu yang janggal atau mencurigakan?" tanya Kyara.


📱"Tidak perlu khawatir, mereka hanya sekitar tiga puluh orang, lagipula saat ini ada seratus orang anak buah papi yang berjaga!" ucap Aldo.


📱"Itu bagus, Ara sudah gatal ingin menghajar pria tua itu! Berani sekali dia menyuruh orang untuk menculik Ara, sepertinya dia ingin merasakan tinju kecil Ara!" ucap Kyara seraya menunjukan seringai di bibirnya.


Aldo hanya tertawa ringan mendengar ucapan bocah itu, tak lama Kyara pun segera mematikan panggilan nya saat telinga tajam bocah itu mendengar beberapa langkah kaki yang mendekat ke arah kamarnya, dan segera bergerak menuju tempat tidur untuk melanjutkan actingnya berpura-pura terlelap.


Krieeet...

__ADS_1


Pintu pun terbuka, Adrian melangkah dengan sangat hati-hati agar tak membangunkan putrinya yang saat ini tengah tertidur dengan sangat pulas, tangannya terulur menyentuh wajah bocah itu, sudut matanya terlihat berair.


Andai saja dimasa lalu dia tidak berbuat buruk dan bertindak keterlaluan, mungkin saat ini dia telah bahagia dengan Keyra, dan membesarkan putri mereka bersama-sama. Tapi dia berjanji untuk kedepannya dia pasti akan menjaga ibu dan anak itu dengan sangat baik melebihi apapun.


"Maafkan papa nak.. Papa salah, papa sudah menyakiti hati kalian berdua hingga momy mu begitu membenci papa! Andai saja waktu bisa diputar kembali, papa pasti akan menyayangi kalian berdua dengan sepenuh hati papa." ucap Adrian seraya mengusap bulir bening yang jatuh dipipinya.


Sementara Kyara masih terus berpura-pura tertidur, dia sama sekali tidak ingin bersikap baik sedikit pun pada pria yang telah menyiksa momy nya. Terlebih setelah dia mengetahui seluruh kejadian dimasa lalu, membuat bocah itu sangat sakit hati dan dendam pada Adrian.


"Bos!" terdengar panggilan dari seseorang di depan kamar Kyara, Adrian segera melangkahkan kakinya keluar dan menemui orang itu, tak lupa dia juga menutup pintu kamar Kyara dengan sangat hati-hati.


"Bagaimana?" tanya Adrian pada orang itu.


"Sepertinya bu Keyra saat ini sedang tidak berada di mensionnya! Kami tak bisa melacak keberadaannya karena hingga saat ini ponsel milik bu Keyra mati!" ucap orang itu kembali.


"Baiklah.. Tetap pantau terus pergerakan di mension besar itu! Sepertinya saatbini ada yang tengah bermain-main dengan kita!" ucap Aldo seraya menerawang kedepan.


"Maksud bos?" orang itu pun kembali bertanya.


"Awasi juga mension milik pemuda itu! Kurasa dia tahu kemana Keyra pergi!" ucap Adrian, matanya terlihat merah, begitu juga dengan wajahnya, dia masih ingat bagaimana Keyra menatap pemuda itu dengan penuh perasaan, hingga membuat dadanya terasa nyeri.


Dia tak ingin membiarkan mantan istrinya itu menikah dengan Aldo, baginya akan lebih baik jika Keyra dan Kyara tinggal bersamanya dan kembali menjadi keluarga.

__ADS_1


__ADS_2