
Kyara menyunggingkan senyuman tipis, niatnya untuk mengerjai orang-orang yang berniat buruk terhadap dirinya telah terwujud. Kini bocah itu kembali berfikir haruskah dia membantai para mafia yang telah di sewa oleh Tiara itu?
"Ayo Ara, kita pergi!" pria itu telah kembali setelah membayar semua makanan yang di pesan oleh Kyara, tapi bocah itu hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca hingga membuat pria itu bingung.
"Loh.. Kok Ara sedih?" tanya nya sambil memperhatikan wajah Kyara.
"Om.. Semua makanan itu.. Bagaimana cara Ara membawanya?" tanya Kyara sambil mendongak !menunjukkan wajah sedihnya.
"Hais.. Itu cuma masalah kecil. Ayo pergi! Biar om yang bawa semua makanannya!" ucap pria itu kembali sambil menenteng semua bungkusan makanan milik Keyra.
Bocah itu menyunggingkan senyuman sinis, tapi dalam sekejap berubah menjadi senyuman manis. Tidak ada yang lebih beruntung di bandingkan Kyara, selain makanannya di bayarkan oleh penculik itu, saat ini dia berjalan dengan sangat riang layaknya bocah pada umumnya, sedangkan si penculik berubah jadi upik abu di belakang tubuhnya dan menenteng begitu banyak kantong miliknya.
Bahkan si penculik tidak tahu jika saat ini dirinya tengah di kerjai oleh Kyara, dia tetap berfikir kalau bocah di hadapannya saat ini sama saja seperti bocah yang lain. Jadi dengan santainya membukakan pintu untuk Kyara dan memberikan semua makanan yang tadi telah di belinya.
Kyara menyambut semua makanan itu dengan senang hati, sementara si penculik memberi kode pada rekan-rekannya untuk segera meninggalkan tempat itu.
Bruuum....
Bruuum...
Mobil pun meluncur di ikuti 4 mobil lain yang merupakan rekan dari para penculik itu. Kyara hanya tersenyum kecut saat melihat keempat mobil yang mengikuti mobil yang saat ini di tungganginya itu dari kaca spion.
'Mereka sangat bodoh! Harusnya mereka menyiapkan seribu orang anak buah untuk menculikku!' umpat Kyara dalam hati.
"Om.. Nama om siapa?" tanya Kyara dengan mulut mengembang penuh dengan makanan. Si penculik itu tentu saja merasa sangat gemas dengan tingkah bocah di sebelahnya itu, pantas saja klien bos nya meminta untuk menculik bocah itu, ternyata dia memang sangat imut dan lucu.
"Nama om Hardi!" ucap nya sambil tersenyum manis. Kyara membalas dengan tersenyum sambil memperhatikan jalan yang di laluinya.
"Sepertinya kita salah jalan om! Ini bukan jalan pulang ke rumah Ara!" ucapnya sambil cemberut. Bocah ini benar-benar pandai bersandiwara hingga Hardi pun di buat gelagapan dan tak tahu harus menjawab apa.
"Tadi om Aldo menitipkan Ara sama om! Jadi kita sekarang ke rumah om dulu. Nanti pasti om Aldo jemput Ara!" ucap Hardi meyakinkan. Kyara hanya mengangguk dan terus menikmati semua makanan yang ada di tangannya dengan santai.
__ADS_1
Hardi menarik nafas lega, sepertinya akan sangat sulit untuk terus membohongi bocah ini! Dia terlalu pintar meskipun usianya baru 5 tahun. Sedangkan Kyara masa bodoh, dia tak perduli dengan apa pun, lagipula saat ini sepuluh mobil hitam sudah mulai terlihat dari kejauhan, sudah pasti itu Aldo beserta anak buahnya.
Akhirnya mobil yang di tunggangi oleh Kyara pun sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana, Hardi segera membukakan pintu mobil dan membantu Kyara untuk turun.
"Ini rumah om.. Ara masuk dulu ya! Om mau menghubungi om Aldo dulu sebentar!" ucap Hardi sambil mengeluarkan ponselnya. Kyara berjalan memasuki rumah itu, matanya melirik ke kiri dan ke kanan, melihat setiap sudut rumah yang kini jadi tempat dia akan di kurung.
Tuuut...
Panggilan pun tersambung, dengan sangat cepat seorang pria langsung menjawab panggilan Hardi.
📱"Bagaimana?" tanya pria di seberang telepon dengan cepat tanpa berbasa basi.
📱"Aman bos, anak itu sudah ada di tangan kami! Kami sudah membawanya ketempat biasa!" jawab Hardi sambil celingak celinguk, dia takut Kyara akan mendengar pembicaraan rahasia nya dengan bos mafia itu.
📱"Kerja yang sangat bagus Hardi! Aku akan segera mentransfer sisa upah kalian sekarang juga!" ucap pria itu sambil tertawa dan menutup panggilan telepon dari Hardi.
Sementara di tempat lain saat ini, Tiara tengah bersantai di atas tempat tidurnya, dia sudah merasa tak sabar lagi untuk mendengar berita baik dari orang-orang yang telah di sewanya.
Drrrt...
Tak lama kemudian ponsel Tiara berdering dan menunjukkan nomor si ketua mafia di layarnya, wajah Tiara berubah sumringah, dia sangat yakin jika orang-orang yang dia sewa itu akan berhasil menculik Kyara.
📱"Ya.." ucap Tiara dengan suara sedatar mungkin, dia berusaha menjaga wibawanya di depan orang-orang sewaannya, meskipun saat ini jujur saja hatinya dag dig dug saat akan mendengar berita yang di ucapkan si ketua mafia itu.
📱"Target sudah berada di tempat kami! Lunasi segera bayarannya dan akan ku share lock nanti!" ucap pria itu.
Tiara ingin sekali meloncat saking bahagianya, tapi dia berusaha untuk menjaga ketenangannya, dan bersikap biasa saja.
"Baiklah!" ucap Tiara sambil mematikan sambungan telpon yang masih terhubung. Dengan segera dia juga mengirimkan sisa pembayaran orang-orang itu, lewat mobile banking miliknya.
Lima menit kemudian, Tiara sudah mendapatkan pesan dari si ketua mafia, dia tersenyum manis, saat ini Kyara sudah berada di tangannya, dan sebentar lagi dia juga akan segera mendapatkan Aldo, pria tercinta nya.
__ADS_1
Dia juga melihat wajah Kyara dari photo yang di kirim oleh ketua mafia itu, bocah itu terlihat begitu bahagia, bahkan sedang tertidur nyenyak di sebuah kamar dengan tumpukan makanan yang sangat banyak.
"Lihatlah... Sebentar lagi kau pasti akan menjadi milikku Aldo! dan kau Keyra! Mau tidak mau kau harus kembali pada papaku. Hahaha... Tiara memang paling cerdas!" ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak dan memuji dirinya sendiri.
Tiara kembali menyambar ponsel miliknya dan menelpon seseorang, setelah itu bergegas untuk berganti pakaian. Hari ini dia akan segera memperlihatkan pada dunia, apa pun yang seorang Tiara inginkan, maka harus bisa dia miliki, bagaimana pun caranya.
Drrrt...
Ponsel Keyra bergetar, wanita itu bangkit dari tempat tidur nya dan langsung mengambil ponselnya. Nomor yang tidak di ketahui memanggil, sepertinya putri kesayangannya itu telah berhasil menjebak sang rival cinta hingga ada panggilan masuk untuknya.
Tut...
Panggilan langsung di terima oleh Keyra, terdengar suara seorang pria dari ujung sana.
📱"Hallo!" Keyra mengangkat panggilan dengan malas-malasan, hingga suara dari pria di ujung panggilan pun membuatnya terjengkat kaget.
📱"Kalau kau mau putrimu itu selamat! Datang ke alamat ini malam ini juga jam sepuluh. Jangan harap bisa melapor pada polisi, atau putrimu akan celaka!" ucap pria itu sambil menutup sambungan telepon nya.
Keyra hanya tersenyum kecil mendengar ucapan pria itu, siapa takut?
"Permainan akan segera di mulai!" ucap nya dengan seringaian kejam yang tercetak di wajahnya.
...----------------...
Jangan lupa untuk terus mendukung karya terbaru dari author ya! Meskipun hanya 45 bab insya allah author akan kembali membuka GA di novel terbaru tersebut.
Author juga berharap reader bersedia mendukung karya author yang lain.
__ADS_1
GA 5 dan GA 6 dibuka serentak mulai hari ini, di kedua novel di atas. Dan pengumuman pemenang pada tanggal 1 maret 2023 ya. Di tunggu kembali dukungan nya readers. 🙏🙏🙏