Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 74


__ADS_3

Setelah beberapa saat berbicara dengan tuan Bima beserta keluarganya, Aldo pun berpamitan untuk kembali ke perusahaannya, terlebih beberapa saat yang lalu dia sudah mendapatkan telepon dari sekertaris barunya jika saat ini tuan Alexander menunggunya di ruang kerja.


Dia tidak ingin berlama-lama tinggal di rumah keluarga Wiguna apalagi setelah melihat tatapan David yang tidak bersahabat dan seolah menaruh curiga terhadapnya.


Meskipun David bukan lah orang yang pantas untuk di anggap sebagai lawan yang tangguh, setidaknya Aldo adalah orang yang sangat waspada, dia tidak ingin ceroboh dalam melakukan sesuatu sehingga menimbulkan efek buruk di kemudian hari.


Antony menyetir sambil sesekali melirik ke arah Aldo yang masih duduk tak bergeming di tempat nya, dia sedikit heran dengan bos nya yang masih santai dan belum melakukan apapun, sedangkan saat di rumah keluarga Wiguna tadi Antony sempat menguping pembicaraan David dengan seseorang lewat telpon untuk terus membuntuti aldo.


"Fokus menyetir! Jangan sampai mobilku menabrak apa pun di depan!" ucap Aldo.


Antony hampir tak percaya dengan pendengarannya, dia fikir Aldo akan menyuruhnya untuk memata-matai David, ternyata dia hanya takut jika mobil nya menabrak.


Antony mendengus kasar, betapa acuhnya Aldo saat ini, bahkan di saat orang lain telah bergerak untuk meretas data pribadi nya, Aldo seolah tutup mata tanpa melakukan hal apa pun hingga Antony merasa jika bos nya itu sudah berubah.


"Sejak kapan kulkas dua pintu itu jadi orang yang santai seperti ini? Bahkan tadi makan siangku saja sampai terganggu gara-gara dia! Tapi lihat sekarang.. Disaat musuh telah bergerak dan mencoba untuk mencari tahu identitas pribadinya dia malah bersantai seolah itu bukan masalah besar!" umpat Antony dalam hati.


Sementara Aldo tidak memperhatikan asistennya, dia saat ini tengah sibuk bermain ponsel sambil sesekali tersenyum kecil. Aldo tengah berkirim pesan dengan Keyra, jadi apapun yang di ucapkan oleh Antony hanya dia anggap angin lalu.


Bukan tidak perduli, hanya saja waktu nya tidak tepat, saat ini dia tengah bahagia karena Keyra mulai mau membalas chatt nya.


Lalu kenapa dia harus memikirkan Antony? Kalau asistennya itu merajuk dan memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan nya pun gampang saja, dia tinggal mencari asisten yang lain.


Kadang Antony merasa geram, tapi kadang dia juga merasa iri pada bos nya yang sudah menemukan seorang pendamping, sangat berbeda dengan dirinya yang masih melajang meski usianya sudah mulai masuk kepala tiga.


Jangankan memiliki istri, bahkan Antony tidak memiliki kekasih, lebih tepatnya Antony belum pernah berpacaran karena terlalu sibuk dengan urusan kantor, terlebih Aldo seringkali meninggalkan perusahaan dan menumpukkan semua pekerjaannya pada asistennya itu.

__ADS_1


Entah sampai kapan Antony akan hidup sendiri, semoga saja Aldo segera menikah hingga dia memiliki kesempatan untuk bisa mencari calon pendamping dimasa depan.


Bruuuum....


Bruuum...


Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Antony pun telah sampai di depan perusahaan milik Aldo, setelah memberikan kunci mobil pada security, Antony pun langsung bergegas untuk mengikuti langkah bos nya menuju lantai 7.


Beberapa orang karyawan mulai melirik saat Aldo dan Antony berjalan melewati mereka, tapi nampaknya bos mereka saat ini sudah kembali pada sifat awalnya yang dingin dan juga tak tersentuh.


Tak ada raut wajah ramah ataupun bersahabat dari wajah pemuda itu, bahkan Aldo berjalan sambil melirik tajam satu persatu karyawan nya yang berusaha untuk mencuri pandang.


Betapa Aldo benci menjadi pusat perhatian banyak orang, dimatanya hanya satu orang saja yang pantas mencuri perhatiannya yaitu Keyra, dan tidak ada tempat untuk wanita lain.


Tap...


Tap...


Tap...


Krieeet...


Pintu pun terbuka, Aldo melangkah masuk dan diikuti oleh Antony, pemuda itu langsung menarik kursi dan mempersilakan Aldo untuk duduk, sementara dirinya tetap berdiri di belakang Aldo.


Bukan untuk menguntit, tapi itulah pekerjaan Antony, lagipula tidak ada satu masalah pun yang di sembunyikan oleh keluarga Damian pada Antony, mereka telah menganggap pemuda itu sebagai anggota keluarga sendiri.

__ADS_1


"Ada apa kek? Sepertinya ada hal penting yang ingin kakek bahas denganku?" tanya Aldo.


Tuan Alexander hanya melirik sebentar sambil mengambil cangkir teh yang tersaji di atas meja, dan menuangkannya dengan santai.


Dia tidak terburu-buru, karena selain ingin berbicara serius dengan cucunya itu, tuan Alexander juga ada sedikit masalah yang harus di bahas dengan Aldo.


"Saat ini ada dua kubu yang tengah mengawasi rumah kita! Kakek sudah menyuruh orang-orang kakek untuk mencari informasi tentang mereka! Sepertinya keluarga Wiguna telah mengirim beberapa orang untuk mencari tahu tentang keluarga kita! Kakek harap kamu tidak ceroboh lagi Aldo!" ucap tuan Alexander.


Aldo mengambil cangkir kosong yang ada di atas meja, dia juga menuangkan teh dengan santai dari teko kecil, dan langsung menyesapnya perlahan.


Uap panas yang mengepul dari teh itu berhasil membuat pemuda itu rileks, dia juga merasakan sensasi pahit yang menenangkan saat teh itu membasahi kerongkongan nya.


Aldo tersenyum tipis, dia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sesuatu yang membuat mata tuan Alexander langsung membola.


Ada banyak sekali catatan bukti kejahatan yang di lakukan oleh Tiara, ternyata setahun yang lalu gadis itu juga pernah terlibat tabrak lari hingga mengakibatkan korban yang di tabrak nya itu tewas.


Tapi karena keluarga nya tak memiliki cukup uang dan juga keberanian untuk menentang keluarga Wiguna, akhirnya Tiara kembali bebas dari hukuman, hingga membuat gadis itu semakin menjadi-jadi.


Tiara juga terlibat masalah dengan beberapa mafia yang di sewanya karena gadis itu selalu menggunakan jasa mafia untuk memuluskan semua rencananya, namun beberapa waktu yang lalu dia tak bisa melunasi sisa pembayaran nya hingga akhirnya dia di cari-cari. Dan yang terakhir Tiara juga bersekutu dengan mafia kelabang merah untuk menculik Kyara dan menekan Keyra.


Tiara hidup dengan memakai banyak sekali topeng kepalsuan, hanya saja keluarga Wiguna tidak pernah mengetahui tindak tanduk gadis itu di luaran.


Mereka selalu beranggapan jika Tiara adalah gadis yang baik dan sangat penurut. Terakhir Aldo juga menunjukkan sebuah bukti yang lebih membuat tuan Alexander naik pitam, ternyata gadis itu adalah simpanan dari ketua mafia Black dragon yang memiliki banyak perusahaan besar di seluruh benua, dan salah satu perusahaan itu ada yang bekerja sama dengan perusahaan milik Aldo.


Tuan Alexander berdiri dari kursinya, dia menyuruh Antony untuk mengirimkan seluruh bukti kejahatan Tiara pada David dan juga Adrian, pria tua itu tak ingin keluarganya menjadi tidak harmonis karena terus di awasi oleh mata-mata yang di kirim oleh Adrian dan juga David. Namun Aldo tidak menyetujui hal itu, dia telah memiliki rencana tersendiri bersama Keyra dan akan membuat kedua mafia itu saling bermusuhan.

__ADS_1


Sepertinya Tuan Hermawan Pratama yang merupakan ketua dari mafia Black Dragon pun memiliki masalah dengan mafia kelabang merah, hingga Aldo dan juga Keyra akan membuat perpecahan itu menjadi permusuhan.


__ADS_2