Ibu Cerdas Putri Jeniusku

Ibu Cerdas Putri Jeniusku
Part 80


__ADS_3

Brak...


Pintu di dobrak dengan sangat keras oleh David, dia baru saja mendapatkan informasi dari salah seorang mata-matanya jika sebelum kejadian pembunuhan yang menimpa Tiara, kakak perempuannya itu sempat berusaha untuk menemui Aldo di kantornya.


Namun Aldo memilih untuk mengacuhkan gadis itu, dan menghindarinya hingga membuat Tiara sedih dan menangis.


"Awas saja kau Aldo! Aku tak akan membiarkanmu hidup tenang setelah kau menyakiti hati kakakku! Dasar badjingan! Kau harus mati di tanganku!" ucap David dengan tangan yang terkepal, wajahnya sudah merah padam karena amarah yang mulai naik hingga ubun-ubunnya.


Dengan segera pemuda itu mengganti pakaian, dia mengambil sebuah pistol dan di sisipkan di dalam bajunya, kali ini dia sudah bertekad bulat, dia harus menghabisi Akdo apa pun yang terjadi.


Sementara di kamar lain, Adrian juga tengah bersiap, hari ini dia harus menemukan Kyara dan membawanya ke tempat yang jauh, dia harus bisa membuat Aldo dan Keyra berpisah agar bisa kembali bersatu dengan mantan istri siri nya itu.


Betapa miripnya kelakuan ayah dan anak itu, keduanya sama-sama memiliki niat buruk terhadap orang lain, bahkan tidak menyadari berapa besar kesalahan yang telah di perbuat nya pada Keyra maupun Kyara.


Bruuum...


Bruuum...


David mengendarai motor besarnya dengan sangat cepat, hari ini dia harus segera bertemu dengan teman-teman nya dan membuat rencana besar untuk Aldo. Dia tak mau membiarkan pemuda itu hidup tenang setelah menyakiti hati kakaknya.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, saat sedang berusaha mencari, semua temannya tengah berkumpul, mereka sedang menikmati minuman keras sembari tertawa cekikikan, David segera duduk dan bergabung dengan mereka.


"Hai Bro!" sapa David sembari mengangkat tangannya dan ber-tos ria bersama semuanya.

__ADS_1


"Wah! Tumben bos besar datang dengan wajah kusut? Kenapa muka lu bro? Macam cucian yang belum di setrika saja!" tanya salah seorang temannya.


David terdiam sejenak, tapi tak lama kemudian dia menceritakan semua rencananya, David juga bercerita tentang kematian Tiara yang tak wajar membuat wajah teman-teman nya pun ikut buruk.


"Lu serius kan bro? Jangan gila lu!" ucap salah seorang dari mereka yang belum percaya dengan pendengaran nya.


David menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan itu, dia juga menunjukkan rekaman cctv yang di dapatkan nya pada srmua temannya, dari cctv itu terlihat Tiara yang berjalan dengan anggun dan penuh senyuman, memasuki perusahaan Aldo. Namun sepuluh menit kemudian Tiara kembali keluar dengan wajah yang sangat kusut, bahkan terlihat sedih.


Teman-teman David yang melihat itu pun di buat terkejut, mereka berfikir jika Tiara telah di lecehkan oleh Aldo, hingga emosi mereka ikut meledak, David kini memperlihatkan kondisi terakhir Tiara setelah meninggal, mata semua orang terbelalak kaget, mungkinkah ini perbuatan Aldo yang tidak ingin bertanggung jawab pada Tiara? Hingga penuda itu nekat menyiksa dan juga membunuh Tiara dengan begitu sadis?


Akhirnya mereka pun sepakat untuk membantu David, mereka akan menyerang dan membunuh Aldo malam ini juga, setelah membuat rencana dengan sangat matang, akhirnya mereka pun pergi menuju mension milik Aldo, mereka telah menggunakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah.


Mereka berangkat menggunakan sepeda motor, ada juga yang menggunakan mobil, total jumlah teman David yang ikut ada sekitar 50 orang, mereka membawa senjata tajam seperti golok, clurit, linggis dan juga pisau lipat.


Tindakan mereka saat ini tertangkap cctv rumah Aldo, tapi pemuda itu masih tetap bersantai di balkon kamarnya seraya menikmati Wine di tangannya.


Alarm rumah Aldo berbunyi begitu David dan teman-teman nya mulai memasuki kediaman mewah itu, sejenak mereka takjub dengan pernak-pernik dan ornamen rumah Aldo hingga tidak menyadari jika mereka telah ketahuan oleh tuan rumah.


Mereka terus berjalan melewati ruangan demi ruangan untuk mencari kamar Aldo, sementara yang mereka cari saat ini tengah menikmati malam seraya berseluncur di dunia maya.


Krieeet...


Mereka mulai memasuki satu persatu kamar yang ada di mension besar itu sambil terus waspada menatap sekitar, terlihat dari gerak-gerik mereka yang belum berpengalaman, hingga membuat beberapa anak buah Aldo yang mengawasi cctv menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dasar orang-orang bodoh! Sepertinya mereka benar-benar masih amatir! Berani sekali mereka datang ke kandang harimau, benar-benar cari mati!" umpat salah seorang dari anak buah Aldo seraya terus memperhatikan gerak gerik dari para penyusup itu.


"Diamlah Jack! Kau ini benar-benar cerewaet! Seperti wanita saja!" oceh kawannya menanggapi.


"Kau juga sama bodohnya seoerti mereka Ron! Lihatlah gaya mereka! Dasar penjahat amatiran!" ucap pria yang di panggil Jack itu menanggapi.


Sementara David dan teman-teman nya masih terus menyusuri mension besar itu mencari keberadaan Aldo, mereka di buat pusing dengan banyak nya barang yang ada di sana, terlebih saat mereka salah bergerak sedikit pun, barang-barang itu bisa saja terjatuh dan pecah hingga menimbulkan suara keras dan membangunkan penghuni rumah.


"Sial! Dimana si badjingan Aldo itu? Kita sudah mencarinya ke semua tempat, tapi tetap saja tak menemukan batang hidungnya!" ucap salah seorang teman David.


Dia benar-benar sudah sangat lelah karena sejak tadi terus berkeliling mencari kamar Aldo, tapi belum juga menemukannya.


Teman-teman David yang lain pun mulai merasa jenuh, sedangkan waktu terus bergerak dan sudah menunjukan pukul 03:00 dini hari, dan mereka belum juga menemukan keberadaan Aldo.


"Apa mungkin si badjingan Aldo itu bersembunyi di suatu tempat agar tak ketahuan? Dasar pecundang! Setelah dia menyakiti Tiara seperti itu, rupanya bos besar itu bersembunyi! Cuih... Benar-benar memuakkan!" rutuk yang lain.


Ctak...


Seluruh lampu di mension itu tiba-tiba saja menyala, dan 500 orang anak buah Aldo telah berdiri berjajar mengelilingi mereka, pandangannya terlihat sangat tajam, dengan wajah yang tidak ramah.


David dan teman-teman nya bergidik ngeri melihat perawakan orang-orang yang sangat besar itu, wajah mereka terlihat sangar, dan otot mereka terlihat begitu menonjol karena mereka menggunakan kaos yang press body.


"Selamat datang di mension keluarga besar Damian! Sepertinya penyambutan kami sangat terlambat hingga membuat kalian semua terlihat lelah!" ucap Aldo yang tiba-tiba saja muncul dengan seringaian khas yang tercetak dari wajahnya.

__ADS_1


David dan teman-teman nya terlihat kaget, mereka tidak menyangka jika Aldo memiliki anak buah yang sangat banyak, selain itu mereka juga baru sadar jika saat ini bukan mereka yang memburu, melainkan mereka lah buruannya.


__ADS_2