Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 11


__ADS_3

Author baik hati nih, kasi tambahan extra part nya. anggap aja penebus dosa. 😎😎😎


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"ya ampun... sayang, tadi juga ada sasya lho, sasya baru aja keluar waktu sesil pamit ke kamar mandi, udah deh jangan bikin masalah" ucap Jaka.


"loh.. kok bikin masalah, memang nya salah kalau aku protes sama suami aku yang gak peka.. hah?" balas Vava yang makin meninggi.


"sayang.. udah deh, ngapain juga sih malah bahas sesil, abang gak ada hubungan apa apa sama dia, cuma teman kuliah, trus kebetulan ketemu lagi, hari ini, karena dia gantiin bapaknya menghadiri meeting" ucap Jaka ia memeluk pinggang istrinya yang semakin melar saja karena perut gendut nya.


"ehhh.... aku gak tanya loh ya kalian ada hubungan apa?, Abang sendiri Lo malah memperjelas seolah ada apa-apa, aku makin curiga apalagi ia manggil Abang pake embel-embel mas, nyebelin banget" ucap Vava.


"ya ampun Va... dia memang teman kuliah Abang, cuma dia lebih muda satu tahun dari Abang jadi ya dia sendiri yang inisiatif manggil Abang pake embel-embel mas" jaka berusaha untuk menjelaskan kepada istrinya, agar tidak ada kesalahpahaman.


'abang gak tau aja, sorot di matanya tu kelihatan banget kalau dia suka sama Abang' batin Vava. ia lebih memilih diam malas untuk berdebat lagi.

__ADS_1


"kamu marah?" tanya Jaka, ia menunduk untuk menatap wajah istrinya yang menunduk.


"ini mau periksa dedek apa mau marah marahan" tanya Jaka kemudian, mereka masih di dalam mobil, Jaka masih belum menghidupkan mesin mobil tersebut menunggu istrinya agar tidak marah lagi.


"gak usah, biar aku periksa sendiri" Vava pun membuka pintu mobil, namun belum sempat ia membuka pintu, ia dikagetkan oleh suara ketukan pintu mobil di sebelah Jaka.


Jaka pun segera menarik lengan istrinya agar tidak kabur. setelah nya membuka kaca pintu mobil.


"maaf mas jaka, bisa nebeng sekalian gak?" tanya Sesilia, yang ternyata masih di tempat parkir.


"loh.. kamu belum pulang?" tanya Jaka, "memang nya kenapa dengan mobil mu?" tanya nya lagi.


"oh.. bolehlah... naik kalau gitu?" ucap Jaka.


"maaf.. mas jaka, boleh aku duduk di depan gak? soalnya aku mabuk kalau di belakang" ucap Sesilia tanpa malu-malu.

__ADS_1


"hah??.." Jaka hanya melongo bingung melihat Sesilia dan juga Vava, gak mungkin dong ia meminta istrinya untuk duduk di belakang, tapi tidak enak hati untuk menolak permintaan Sesilia. mereka berteman apalagi kini sedang bekerjasama dengan perusahaan milik ayah Sesilia.


"maaf ya Vava boleh kan kita tukar tempat sebentar, aku beneran mabuk kalau duduk di belakang" ucap Sesilia dengan suara yang dibuat buat seolah benar benar takut duduk di belakang sopir.


"Kalau gak percaya boleh nanya sama sopir aku" ucap nya lagi menyakinkan.


"ohh... mau duduk di depan sini, boleh kok Sil" Vava pun keluar dari mobil.


"terima kasih ya Va, kamu pengertian banget"


Sesil pun masuk ke dalam mobil dan dengan percaya diri nya duduk di sebelah Jaka.


Jaka sendiri menatap wajah istrinya dengan perasaan yang sulit untuk di Artikan, ia pun bersiap siap untuk turun, ia tidak mau jika sampai Vava kabur dan nekat pergi ke rumah sakit sendiri seperti ucapannya terakhir tadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Dikit aja ya, biar pada penasaran kok mau maunya Vava ngalah dan membiarkan kursi yang seharusnya ia duduki di serahkan kepada wanita yang jelas jelas mencari perhatian pada suaminya.


Vava mau pergi sendiri aja kali ya?? 🤔🤔


__ADS_2