
"nenek sayang" ucapku langsung menghambur kepelukan nya.
"dasar bocah" ucap ma Usu yang berada disebelah nenek dengan menggendong sikecil
"ah si embul sayang" ucapku memanggil Rinto anak ketiga ma Usu ku,karena tubuhnya yang super montok
dia mengulurkan tangannya meminta gendong pada Jonathan, Jonathan tersenyum kemudian mengambil alih Rinto dari gendongan ma Usu
"yah.. bocah kita yang nyapa kemana pula dia minta gendong" omelku yang hanya mendapat gelak tawa dari bocah
"jangan angkat yang berat-berat dulu sayang kasian baby" ucap Jonathan
aku tersenyum melihat perhatian nya padaku
kulihat bapak sedang mengobrol dengan nenek
ma Usu bercerita tentang kejadian ketika aku ketahuan disekap Julian, dimana Julian diusir dari kampung oleh pak kades karena mendapat amukan dari tetua adat
Ya Tuhan aku teringat nanda pasti dia ketakutan, tapi untungnya Nanda posisi sedang berada di Makassar karena mama Julian berasal dari Bugis
jadi anak itu gak tau apa-apa, gak tau kalau papa nya dipenjara, gak tau waktu aku di culik
karena selama disekap aku tidak pernah bertemu Nanda
"sayang kamu istirahat dulu, besok kita jenguk Julian bersama-sama" ucap Jonathan
kemudian ma Usu mengambil alih Rinto digendong an Jonathan
bapak sudah istirahat dikamar tamu bersama Raffa, aku kemudian masuk kekamar ku bersama Jonathan.
___________
"mi bagaimana keadaan Nanda" ucap Julian ketika nyonya Marlina menjenguk
"sudah tidak panas, hari ini bisa dibawa pulang, jadi mami hanya sebentar saja jenguk kamu" ucap Marlina
"mami gak perlu tiap hari kemari jenguk julian, mami nanti malah kecapekan jatuh sakit malah makin repot, siapa yang jaga Nanda"
"tenang saja, kalau mami capek mami akan istirahat"
"nyonya anda dipanggil kedalam" ucap pengacara Julian
"mami tinggal dulu nak, seperti nya hari ini keluarga keyra akan datang, semoga mereka berbaik hati mencabut tuntutan nya"
"sudahlah mi jangan berharap, Juli mengakui kesalahan Juli, sekarang Juli Sadar kalau cinta tidak bisa dipaksakan, Juli bahagia mendengar keyra sudah bersama laki-laki yang dia cintai, Juli ikhlas melepas Keyra, yang Juli inginkan hanya keyra memaafkan Juli"
"seharusnya sejak dulu kamu berpikir dewasa seperti ini, kayaknya memang keyra berpengaruh besar dalam hidupmu nak, mami bangga kamu tidak jadi laki-laki egois, dan merasa paling berkuasa"
Marlina kemudian masuk kedalam kantor dilihat nya Jonathan juga sudah berada disana sendiri
__ADS_1
keyra menuntun bapak Atta untuk menjenguk Julian, bapak benar-benar Ngotot pengen ketemu Julian
"maaf pak kami mau menjenguk saudara Julian" ucapku kepada petugas yang ada didepan
kemudian mereka meminta tanda pengenal lalu menggantinya dengan kartu jenguk tahanan
"anda apa nya saudara Julian" tanya nya
"saya penuntut nya" ucap bapak tegas
"mari silahkan masuk saudara Julian akan dipanggil diruang jenguk"
"keyy..." ucap Julian
ya Tuhan kenapa jadi kucel begini tak batinku, wajah yang biasanya tampan bersih dan berwibawa
kini terlihat kucel, kusam, lingkaran hitam dimatanya terlihat jelas, brewoknya mulai tumbuh tidak beraturan
"mas Julian apa kabar" tanyaku
Julian menatapku sayu
"aku baik-baik saja key, maafkan aku atas kesalahanku"
"sudah lah mas key ngerti kok, sebelum mas minta maaf key sudah memaafkan mas, ini bapak ingin ketemu mas" ucapku
Julian segera menyalami bapak dan mencium punggung tangan bapak
"bapak" panggil ku
"pak..bapak.. kenapa melamun" panggil ku lagi menyadarkan lamunan bapak
"ah iya.. saya pak Attala bapaknya Keyra"
"saya Julian pak, maafkan saya sudah menyakiti putri bapak" ucap Julian kemudian berlutut dihadapan bapak
"apa yang kamu lakukan nak, bapak tidak apa-apa, ayo berdiri segeralah duduk ditempat mu"
"bapak memang sempat emosi Waktu tau kamu meculik dan menyekap anak bapak tapi sekarang bapak tidak marah lagi, karena keyra bilang dia diperlakukan dengan baik"
"mas Atta" ucap seorang perempuan paruh baya yang baru saja masuk
seketika pak Atta membalikkan badannya mendengar suara yang amat sangat dia rindukan, suara yang telah lama tidak ia dengar hingga puluhan tahun
"mar... Marlina" ucap bapak terbata-bata, kulihat wanita tersebut langsung menghambur kepelukan bapak, bapak juga memeluknya erat
bapak mencium wajah wanita Ter bertubi-tubi bapak melupakan kami yang ada disana dengan wajah cengo' kami sama-sama melongo
"kamu kemana saja, aku berusaha mencari mu setelah acar ijab qobul kita kamu langsung menghilang" tanya bapak disertai deraian air mata kedua orang paruh baya tersebut
__ADS_1
"mami.. bapak.." ucapku bersamaan dengan Julian
mereka seolah tersadar dan malu dengan perbuatan mereka
"ah... Julian maafkan mami" ucap marlina terbata-bata
begitu juga dengan bapak terlihat canggung
"seperti nya kami butuh penjelasan dari anda berdua" ucapku pada mereka berdua
"maafkan bapak nak, tunggu dulu, kamu disini ngapain Lin" tanya bapak kembali mengalihkan perhatian nya ke mami Julian
"aku menjenguk anakku"
"jangan-jangan Julian ini anakmu, dia anak kita" ucap bapak
nyonya Marlina kemudian mengangguk kan Kepala nya
"ya Tuhan pantas saja melihat sorot matanya aku melihat dirimu disana" ucap bapak langsung memeluk Julian
Julian dan aku masih dengan wajah yang bingung
"stop deh pak dengan drama nya, Rara butuh penjelasan bukan peluk-pelukan kayak Teletubbies" ucapku masih Bingung
Raffa yang berada disebelah kupun sama saja malah tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya
"maafkan bapak nak" ucap bapak melepaskan pelukannya dari Julian
"kami dulu sepasang kekasih, karena kesalahan dan ke khilaf an kami, mami kamu hamil duluan, ketika bapak meminta restu bapak diusir oleh kakekmu, namun tidak dengan nenekmu"
"nenekmu memberikan kami uang agar kami dapat menikah setidaknya kami ijab qobul terlebih dahulu"
"jadi sampai sekarang kami masih suami istri, tapi setelah acara ijab qobul, mami diculik paksa anak buah kakek kamu nak" ucap mami marlina menambah cerita bapak
"kami dipaksa berpisah mami, dipindahkan ke rumah paman, adik kakek kamu, kakek Abdullah, dia yang merawat mami sampai kamu lahir, kemudian mami menikah dengan laki-laki pilihan kakekmu, papi yang kamu kenal bukan papi kandung mu tapi hanya papi tiri, seperti yang kamu ketahui papi kamu selingkuh tidur dengan sekertaris nya"
"jadi kami bersaudara" tanyaku tidak percaya, aku melirik Raffa yang tersenyum kerah Julian
"akhirnya aku punya kakak laki-laki juga" ucap Raffa memeluk Julian
julian menyambut pelukan Raffa
"walaupun Juli masih bingung tapi Juli senang Juli memiliki saudara memiliki adik perempuan dan laki-laki, bahkan adik yang Juli cinta i sepenuh hati, ternyata adik Juli sendiri"
Raffa kemudian menarik badanku sehingga aku ikut-ikut menempel ditubuh mereka berdua
"maafkan aku key" ucap Julian memeluk ku kemudian mengecup kening ku
"ternyata aku mencintai adikku sendiri" ucapnya miris
__ADS_1
"apa yang kalian lakukan" teriak Jonathan dari arah pintu, membuat kami berdua terlonjak Karet terkejut