Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
delapan puluh


__ADS_3

"oh ya dokter Valen, apa anda akan menghadiri acara yang diadakan rumah sakit akhir pekan ini, saya harap anda datang dan dapat bersenang-senang sejenak melupakan penat selama setahun bekerja"


"maaf dokter seperti nya saya tidak bisa ikut" "ada apa dokter Valen apa anda tugas jaga"


"tidak dokter, saya hanya ada urusan pribadi"


"baiklah, tapi saya harap anda bisa hadir dok"


"terima kasih dokter, saya akan pikirkan, kalau begitu saya permisi" aku pun segera berjalan keluar dari ruangan dokter Betram


hah.. sudah kuduga dia mencari ku hanya untuk mengajakku ke acara barbeque akhir pekan ini, ngomong berbelit Belit, menghabiskan waktu ku saja. segera aku masuk ke ruang ku sendiri.


**********


"dokter permisi" ezme yang menerobos masuk ke dalam ruangan ku membuat ku terkejut


"ada apa ezme, mengapa kamu masih ada disini bukan nya tidak ada jadwal jaga"


"itu nanti saja dokter ada pasien tertembak, seperti nya... ahhh... nanti saja ayo dokter"


"hai dokter tunggu aku"


Setelah mendengar ezme berkata ada pasien tertembak aku segera mengambil jas dokter ku dan berlari keluar tanpa menunggu perkataan ezme berikut nya.


"aku segera masuk keruangan penanganan pertama, kulihat ada 3 orang yang terluka namun hanya satu yang terlihat begitu parah tertembak bagian dada sedang kan dua lainnya hanya luka-luka baku hantam, aku segera mendekati ke arah pasien dengan luka tembak, luka cukup serius dan banyak darah yang mengalir, kuambil alih peran perawat yang berusaha menghentikan pendarahan tersebut.


"biar aku ambil alih, bantulah ezme menyiapkan ruang operasi, pasien harus segera dioperasi"


"baik dokter"


"dokter bagaimana keadaan teman kami" ucap salah satu pasien yang seperti nya telah selesai diobati, aku melihat kearahnya kulihat wajah kekhawatiran nya.


"seperti yang anda lihat pasien masih pingsan, saya harap ada yang mengisi formulir pendaftaran pasien harus segera dioperasi, karena pasien bisa kehabisan darah menurut hasil x Ray peluru nya bersarang beberapa inci di dekat jantung.

__ADS_1


"segera lakukan operasi dokter, saya akan mengisi formulir pendaftaran serta penanggung jawab pasien" ucap nya


"tanpa anda perintah tuan, kami akan segera melakukan operasi" akupun mendorong brankar kemudian diambil alih beberapa perawat dan kami pun masuk kedalam ruang operasi tersebut. selama 4 jam akhirnya peluru tersebut dapat kami keluar kan.


akupun segera keluar dari ruang operasi, tubuh ku benar-benar lelah, untung lah besok aku mendapat kan cutiku selama 3 hari, kuharap aku dapat ber hibernasi.


"butuh kopi dokter" tanya ezme yang masuk kedalam ruangan ku


kuambil alih cangkir kopi ditangan ezme, hanya dia yang paling mengerti apa yang aku butuhkan, ezme adalah perawat yang rajin dan pandai, dia lahir dikeluarga tidak mampu, aku membawa nya bersama tinggal di apartemen milik ku, karena apartemen yang disediakan ayah Jonathan begitu besar, lebih cocok bila digunakan untuk keluarga besar bukan wanita lajang seperti ku. walaupun aku ingin mandiri namun aku tau ayah selalu mengawasi ku dengan body guard bayangannya. sehingga tidak pernah aku mengalami hal yang buruk menimpa ku. mungkin para penjahat sebelum mendekati ku sudah ditangani oleh bodyguard suruhan ayah.


kembali ke ezme, dia memiliki 3 orang adik yang masih kecil dan ibunya hanya seorang janda mereka tinggal dipinggiran kota dimana terdapat pemukiman kumuh, berkat bantuan ayah aku dapat membantu keluarga ezme hidup lebih layak, menempati rumah yang ayah beli atas namaku.


"oh ya dokter pasien nya tampan sekali"


dasar ezme semua laki-laki baginya adalah tampan, akupun tersenyum kearah nya.


"dokter tidak melihat wajah pasien nya bukan?" seperti biasa aku jarang memandang wajah para pasien yang akan ku operasi kecuali pasien sadar yang berkonsultasi padaku.


"mengapa kamu bisa ikut jadwal piket", "ah iya dokter, tadi sewaktu akan kembali kerumah perawat essie menghubungi ku, meminta tolong padaku mengganti kannya, karena bayi nya masih sakit"


**********


"pasien terakhir adalah pasien yang anda operasi dok, setelah itu anda bisa istirahat dengan tenang"


"terima kasih ezme selalu menemani ku"


kami pun masuk ke kamar VIP disana ada seseorang yang duduk didekat brankar.


aku ingat dia salah satu pasien yang menanyakan tentang pasien yang aku operasi ini, aku pun segera mendekat.


deg... deg... deg...


jantung ku seolah ingin lepas dari tubuhku, perlahan aku mundur namun teguran dari ezme menyadarkan kan ku.

__ADS_1


"dokter ada apa?", " tidak apa-apa ezme, bagaimana perkembangan pasien"


Bagaimana mungkin laki-laki ini begitu mirip dengan seseorang yang begitu aku cintai seumur hidupku, tidak aku rasa aku hanya berhalusinasi. tanganku bergetar ketika menyentuh kulit tubuh nya sewaktu memeriksa nya. "pasien demam tambah dosis penurun panas'nya", " baik dokter"


"bagaimana keadaan tuan kami dokter", "keadaan nya sudah normal dan baik-baik saja, tunggu saja sebentar lagi dia akan sadar" aku pun berjalan keluar diikuti oleh ezme. "va.. jangan pergi" deg.. lagi lagi jantungku berdegup, suara itu suara yang tidak pernah aku lupakan


Segera aku berbalik ke arah pasien, "ada apa dokter, ada masalah" tanya laki-laki itu


"apa yang diigaukan pasien" tanyaku pada laki-laki yang sedang menunggu pasien.


"entahlah dokter, setahu kami tuan selalu mengigau memanggil va dia calon istri tuan kami, ada masalah dokter"


"tidak terima kasih" akupun berlalu tidak mungkin itu dia, sudah Lima tahun sejak kepergian nya, apa karena aku terlalu merindukan nya, jadi aku berhalusinasi.


"ada apa dokter anda terlihat pucat"


"tidak ada ezme, aku hanya lelah"


**********


aku kembali ke apartemen ku bersama dengan ezme "ez... sebaiknya kita breakfast dulu sebelum pulang aku benar-benar lapar",


"tak masalah dokternya ketika sampai rumah kita bisa tidur nyenyak, biar saya saja yang mengemudikan mobil nya Dok", "ahhhh... terima kasih ez", "kembali kasih dok, saya masih belum menikah dok jadi saya tidak akan menyia-nyiakan nyawa saya bila anda yang mengemudikan mobil nya"


drttt... drttt...suara ponsel ku berbunyi


dengan malas aku mengangkat telepon ku.


*halo*, *halo dokter Valen, maaf mengganggu istirahat mu, saya Betram*


*ya dokter Betram ada apa*


*maaf dokter Valen cuti anda kami cabut dahulu, anda shift malam, anda saya beri keringanan datang terlambat , ini permintaan direktur bukan saya yang berwenang maafkan saya, selamat pagi*

__ADS_1


aaahhhhhhhh.... rumah sakit gila, kali ini ada masalah apa lagi siapa lagi dokter yang mengambil cuti mendadak, ingin ku bunuh rasanya. aku hanya perlu tidur, ya Tuhan.


sudah pukul 12 siang aku beranjak bangun, kulihat ezme sedang memasak "apa yang kau masak ez", "aku hanya membuat panekuk, persediaan bahan makanan ternyata habis maaf Val aku kelupaan memberitahu mu, tidak ada sayur sama sekali".


__ADS_2