
"mundur, semua mundur" lukas pun berkata dengan suara yang hampir habis dia benar-benar kehilangan banyak darah
"Dominic segera bawa Lukas ke rumah sakit" teriak Theo yang melihat kesadaran saudara nya hampir hilang, "kami akan mundur sekarang"
Theo pun berbalik dengan dilindungi beberapa anak buah pilihan dan kepercayaan Opa Manfredo. mereka bergerak melingkar untuk melindungi tuan muda mereka, Theo segera menaiki Jeep Wrangler meninggalkan mansion kediaman lukas kemudian diikuti beberapa Jeep Wrangler lainnya yang siap mengawal tuan muda nya.
**********
Theo segera menuju kerumah sakit tempat Valen melakukan operasi pengangkatan peluru, untung lah peluru tersebut hanya mengenai samping perut Valen dan tidak membahayakan organ dalam tubuh Valen sedikit pun
Valen yang belum sadar dibawa keruang perawatan ditemani Henry.
Theo berjalan cepat menuju ruang perawatan Valen. tanpa mengetuk ia pun masuk kedalam ruangan tersebut.
menatap dalam wajah serta mata vava yang masih terpejam, Henry segera keluar dari ruangan ia tahu waktu nya memberikan privasi untuk tuan mudanya
Theo pun menggenggam tangan Valen dan mengecup nya. iapun mulai berbicara sendiri
"berhenti lah menjadi seorang pahlawan dokter kecilku, nyawamu hanya satu, bagaimana bila terjadi sesuatu padamu, bagaimana Abang akan meneruskan hidup Abang tanpa mu dek" berulang kali Theo mengecup punggung tangan Valen
perlahan mata terpejam itu pun terbuka,
Valen menorehkan senyum diwajahnya, ia meringis merasa sakit diperutnya akibat habisnya obat bius pasca operasi.
"dan berhenti lah menjadi seorang yang asing Abang Jaka" ucap Valen lirih
Jaka terkejut dengan ucapan Valen "walaupun Abang mengecat rambut Abang menjadi pirang dan Abang mengenakan softlens berwarna hijau aku tetap mengenali Abang, Abang lupa bila kita telah hidup bersama selama dua puluh tahun kita dibesarkan bersama, makan tidur bahkan mandi bersama, apa Abang masih akan menghindari dariku"
"maaf kan Abang dek, Abang terpaksa berpura-pura tidak mengenalimu demi keamanan mu"
"sekarang cerita kan bagaimana Abang bisa selamat dari kecelakaan itu dan mengapa Abang tidak kembali kerumah, tau kah Abang aku seperti orang gila kehilangan Abang, bahkan selama setahun aku dimasukkan kerumah sakit jiwa karena depresi berkepanjangan, tahukah Abang aku hampir bunuh diri, tahukan Abang..."
__ADS_1
"stop dek stop jangan terus kan lagi", Jaka menutup mulut Vava dengan jarinya
"ada alasan kenapa Abang tidak langsung pulang"
"ketika kecelakaan terjadi, itu sebuah rekayasa yang dibuat oleh rival ayah Jonathan, Abang berhasil keluar dari mobil yang hampir meledak, saat akan keluar salah satu penjahat menyerang abang, tapi Abang mampu melumpuhkan nya.
setelah berjalan agak jauh Abang kelelahan sehingga abang terpeleset jatuh dipinggir jurang dan jatuh ke sungai.
begitu Sadar Abang sudah berada di rumah sakit ini, dan Abang dirawat oleh opa Manfredo, ia mencari anaknya yang hilang dan ternyata anaknya sudah dibunuh sedang kan Mayat nya masih didalam mobil yang dimasukkan kedalam sungai oleh adik opa Manfredo, mereka berebut kekuasaan. melihat wajah Abang yang mirip sekali dengan anaknya yang hilang hanya saja rambut Abang yang hitam dan warna mata Abang yang hitam menuruni gen ibu yang orang indo maka dari itu opa Manfredo melakukan test DNA dan ternyata cocok, setelah ditelusuri Abang memang diletakkan dipanti asuhan demi keselamatan nyawa Abang, ibu Abang sudah menjadi korban pada waktu Abang berumur 1 bulan, ibu Abang wanita asli negara kita"
"setelah Abang sadar Abang kehilangan ingatan Abang, baru satu tahun terakhir ini Abang ingat siapa Abang dan Abang menceritakan semua nya pada opa, opa mendatangi rumah ayah dan bunda, menceritakan tentang kejadian yang menimpa Abang. ayah meminta Abang mencari mu disini, tahukan kamu dek, Abang selalu mengawasi mu selama setahun ini, Abang tidak berani mendekat karena Abang terlanjur masuk ke dunia hitam milik opa Manfredo. demi keselamatan mu Abang hanya melihat mu dari jauh, sampai kecelakaan itu terjadi Abang ditembak dan secara kebetulan kamulah yang menyelamatkan Abang"
"Abang begitu merindukan mu dek"
"sudah selesai cerita nya" tanya Vava "masih adakah cerita lainnya?" Vava mulai mengeluarkan buliran bening dari sudut matanya, seketika itupun Jaka memeluk tubuh Vava "sudah cukup jangan ada air mata lagi Abang menyayangi mu, Abang mencintai mu" Jaka pun memberikan kecupan kecupan lembut diseluruh wajah Vava, ia menangkup wajah kesayangan nya yang selalu dia rindukan Vava mengalungkan kedua tangannya dileher Jaka mendekatkan bibirnya ke arah Jaka mereka pun terbuai dalam ci***man hangat dan panas, rasa yang membuat candu dan tak ingin berhenti.
brak.. suara pintu didobrak
"astaga hubby ini rumah sakit" terdengar suara lembut suara yang selalu kurindukan, itu suara bunda Keyra.
"sayang apa yang terjadi? mengapa bisa begini?" tanya bunda Keyra
"Vava baik baik aja Bunda",
"abang juga gak apa-apa kan? kenapa bisa kecelakaan sih"
"tunggu ini bukan kecelakaan! luka apa ini?" tanya keyra, ia menatap lembut ke wajah putri semata wayangnya
"ayah bunda!! juga tau Abang masih hidup? kenapa tidak ada yang mengatakan padaku kalau Abang masih hidup"
"bukan maksud bunda untuk merahasiakan nya va, bunda masih takut kalau Vava belum bisa menerima kabar ini lagi, bunda belum siap lihat anak gadis bunda depresi lagi, maafkan bunda ya sayang"
__ADS_1
Tidak ada tanggapan apapun dari Vava, kalau mau dibilang kecewa ya dia sangat kecewa, merasa menjadi orang bodoh yang tiap malam merindukan orang yang dianggap sudah mati tapi nyatanya, dia masih hidup bahkan seluruh keluarga nya tau, hanya dia yang merasa menjadi orang bodoh.
keheningan menyelimuti ruangan itu, Jaka pun bertanya pada Bunda
"Kenzi sama Kenzo apa kabar bunda" ucap jaka berusaha memecahkan keheningan di ruangan itu. Vava perlahan melepaskan pegangan tangan Jaka,
"ayah bunda vava ingin tidur maaf bisakah kalian meninggalkan Vava sendiri dikamar" Vava menarik selimut nya dan memejamkan matanya.
Jonathan, Keyra dan Jaka akhirnya meninggal kan kamar Vava. mereka tau Vava butuh waktu sendiri.
setelah merasa mereka meninggalkan ruangan nya. ia pun menangis sejadi-jadinya, meringkuk sambil memegang perutnya yang masih sakit bekas operasi.
'kalian semua jahat, kalian semua tidak pernah menyayangi ku, tidak pernah memikirkan perasaan ku sama sekali, kalian semua egois' Vava menangis dan meratapi kebodohan nya. setelah merasa lelah barulah ia tertidur.
Jaka masuk ke dalam ruangan melihat mata bengkak Vava.
*flashback
satu jam yang lalu, " Jaka bukankah ayah sudah berpesan jangan melibatkan Vava di dunia tuan Manfredo, tapi sekarang lihatlah Vava jadi terlihat dia ditembak, masih beruntung peluru tidak mengenai rahim nya, bila sampai kena rahim dan mengalami kerusakan bagaimana perasaan Vava nanti nya. ayah tidak meragukan kemampuan Vava untuk melindungi dirinya sendiri, tapi ayah tidak pernah mempersiapkan Vava untuk menghadapi dunia yang sekarang kamu pilih. jadi ayah minta pilihlah yang terbaik untuk masa depan mu dan masa depan Vava, ayah akan mengurus surat rujukan agar Vava pindah rumah sakit, agar Ayah dan bunda bisa memantau. ini kesempatan terakhir mu untuk menemui Vava, apapun keputusan mu ayah hargai itu" Jonathan pun menepuk bahu Jaka kemudian berdiri dan berjalan ke arah ruang administrasi. Jaka hanya menghela nafas panjang.
Flashback end*
'maafkan Abang dek, Abang mencintai mu tapi memang kita tidak pernah bisa ditakdirkan untuk bersama' Jaka mengecup punggung tangan Vava, ia berdiri dan mengecup kening Vava, lalu pergi meninggalkan ruangan tempat Vava di rawat.
___________________________________________
numpang promo ya
baca juga novelku berjudul
"baby inseminasi" karya Riri Riza Carissa
__ADS_1
sudah dirilis 2 episode, cerita nya tentang gadis perawan tapi bisa hamil. jangan lupa like dan vote nya
Ganbatte Ri-Chan