Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 2


__ADS_3

Abang jadi berangkat gak sih" teriak Vava dari dalam mobil ia menurunkan kaca mobilnya "lah... udah masuk mobil aja kamu dek, Abang cariin dari tadi lo"


Jaka melajukan mobilnya ke arah penjual bubur ayam kesukaan istrinya dan sudah menjadi langganan mereka berdua bila malas' masak dipagi hari.


*******


"Dek bubur nya dibungkus aja ya kita bawa ke kantor ya, Abang harus segera sampai kantor pagi ini, ada clien Abang yang datang pagi ini ke kantor soal nya dia akan segera berangkat ke negeri tetangga, jadwal penerbangan nya pagi jam 10. gak apa-apa kan"


"ya ampun Abang gak perlu dijelasin juga lah, udah kayak reporter aja, jelasin sampe sejelas jelasnya"


"ya kan Abang gak mau kamu marah gara gara Abang gak mau makan bubur ayam di warung"


"iya enggak Abang sayang, Vava ngerti kok"


"mamang bubur ayam nya 3 porsi ya dibungkus" ucap Vava "eh... non Vava dan mas Jaka!! gak makan disini aja?" , "enggak mang lagi buru buru mang, kapan kapan deh kita makan disini, sekarang dibungkus dulu ya" , "siap atuh neng, habis ini ya"


sepuluh menit menunggu akhirnya pesanan Vava selesai dibuat, mereka berdua pun segera beranjak dan pergi dari warung mengejar waktu agar segera sampai di kantor Jaka.

__ADS_1


###


sampai dikantor Vava langsung berjalan ke pantry seperti biasa semua orang akan menyapa istri bos nya atau putri dari pemilik perusahaan ini.


Vava sendiri terkenal ramah dan selalu menyapa siapa saja yang ia jumpai dia hanya bermodalkan hai kakak cantik dan mas ganteng untuk menyapa, Jaka terkadang cemburu dan juga jengkel dengan tingkah centil istrinya, tapi mau gimana lagi saking sayangnya ya cuma di diemin aja.


Seperti sekarang Vava malah asik mengobrol dengan clien Jaka yang seharusnya menyelesaikan beberapa urusan dengan Jaka namun malah Vava mendominasi pembicaraan itu dan seperti nya. Pak Rian juga enjoy enjoy saja ngobrol dengan Vava, apalagi seputaran kehamilan Vava, dan usut punya usut istri pak Rian juga tengah berbadan dua sama sama memasuki usia tiga bulan.


"aduh maaf pak Theo ke asikan ngobrol dengan nona Vava malah lupa dengan pembahasan kita, mana sudah waktunya saya untuk berangkat, sebagai permintaan maaf saya setuju semua dengan pak Theo saja ya, biar saya tanda tangani semua berkas nya saya percaya dengan anda, pastinya tidak akan mengecewakan saya"


Jaka memberikan semua berkas berkas kerjasama mereka, 'sebenarnya aku harus senang atau jengkel sih dengan ibu hamil satu ini, di satu sisi jengkel dan juga cemburu dia ngobrol begitu dekat dengan pak Rian, disisi lain gara gara ngobrol dengan dia juga pak Rian kehabisan waktu dan tanpa pikir panjang langsung setuju saja dengan semua syarat ku' hduhhh.... batin Jaka.


tok.. tok.. "masuk" "permisi pak" , "ada apa sasya" , "jadwal anda hari ini jam sepuluh meeting bersama rekan rekan bagian marketing, jam dua belas anda ada janji makan siang dengan model iklan kita Rebecca, lalu jam dua siang anda akan menghadiri seminar di universitas...." , "tunggu dulu aku tidak pernah membuat jadwal makan siang dengan orang lain mangapa ada jadwal makan siang dengan orang lain kapan aku menyetujui nya?" ucap Jaka memandang sasya dengan wajah emosi


Memang benar apa yang dikatakan Jaka, ia tidak pernah membuat janji pada waktu jam makan siang, karena dia pasti memilih pulang kerumah atau makan siang bersama istrinya. apalagi setelah mengetahui istrinya hamil Jaka tidak pernah absen untuk pulang makan siang bersama istrinya, ia ingin melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau istrinya makan makanan dengan benar dan bergizi.


L

__ADS_1


A


N


J


U


T


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2