
"maaf pak.. Bu Sesilia tadi menghubungi kantor ingin makan siang bersama anda" ucap sasya setelah selesai memberikan beberapa berkas untuk di tandatangani.
"kami sudah tahu jawabannya, mengapa harus memberitahu ku" ucap Jaka tanpa menoleh kepada sekertaris nya.
"maaf pak Bu Sesilia memaksa, dan bilang demi persahabatan semasa kuliah" ucap sasya takut takut menjelaskan.
Ia sendiri sebelum risih dengan Sesilia, wanita Tersebut tampak jelas mendekati bos nya, yang notabene nya jelas memiliki istri bahkan di waktu hamil seperti ini Bu Valentina terlihat lebih cantik dan seksi.
"be.. beliau juga bilang kalau tidak bisa makan siang bersama hari ini bisa diganti lain hari tidak apa apa" ucap nya lagi.
"tidak ada lain hari, makan siangku tetap bersama keluarga ku, dan tidak ada yang spesial untuk semua orang kecuali keluarga ku" jelas Jaka, setelah nya ia pun menelepon seseorang dengan suara yang benar-benar mesra.
*sayang apa menu hari ini? aku segera pulang* ucap nya, dan sasya sudah tau siapa yang dihubungi bos nya tersebut. ia pun pamit undur, dan keluar dari ruangan tersebut.
lagi lagi saluran telepon di meja kerjanya berbunyi, sasya pun mendecak tak suka ketika mendengar suara perempuan yang beberapa hari ini mengganggu kerja nya untuk menanyakan kapan bos nya tersebut ada waktu luang.
karena sudah benar benar merasa geram dan muak, sasya pun memilih menghubungi nomor Vava istri dari bos nya.
*ya halo Sya... ada apa?* tanya suara ramah diseberang line phone nya.
*ibu maaf kalau saya mengganggu waktu ibu sebentar* balsa sasya. setelah dipersilahkan akhirnya sasya pun menceritakan tentang Sesilia yang selalu ingin mendekati Jaka dan selalu menanyakan waktu luang Jaka.
*emmm.. gini aja Sya, kamu buat janji besok malam wanita itu dengan suami ku* ,
*eh.. ibu yang benar saja* ucap sasya tak percaya dengan pendengaran nya.
*buat aja janji, nanti aku yang akan kasi dia pelajaran seperti nya pelajaran ku di hari pertama bertemu belum meninggal kan kesan untuk nya* seringai licik diotak Vava pun mulai berfikir.
*lalu bagaimana dengan bapak, Bu??* tanya sasya lagi masih bingung.
*bapak?? tentu saja berangkat dengan ku, tugasmu hanya memberi tahu wanita tersebut*
*dimana tempat nya Bu?* tanya sasya lagi.
*ya biar dia lah yang nentuin dia yang ajak kan* jawab Vava.
__ADS_1
*baik Bu kalau begitu, soalnya kuping saya sudah panas Bu di telpon melulu" ucap sasya, membuat Vava tertawa cekikikan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak tanggung-tanggung Sesilia memilih rumah makan di hotel bintang lima.
Sesuai dengan janjinya Vava pun mengajak Jaka menemui Sesilia, namun Jaka tidak memberi tahu jika akan bertemu dengan wanita tersebut. Vava hanya mengatakan ingin makan di hotel tersebut, dengan senang hati Jaka pun mengiyakan, bahkan Jaka memesan satu buah kamar untuk mereka berdua. kapan lagi bisa berduaan apalagi besok Minggu jadi bisa bermalas malasan di kasur dengan istrinya.
karena kalau di rumah meskipun hari libur Vava akan tetap bangun pagi untuk membantu bunda Keyra di dapur. tak lupa ia pun berpamitan kepada kedua orang tua angkatnya yang sekarang berubah menjadi mertua nya.
"sayang kok cantik banget sih, jadi gak rela mau keluar, boleh di karungin aja gak biar gak di lirik laki laki lain" ucap Jaka yang duduk di samping istri nya dan fokus menyetir. ia pun terus menggenggam tangan istrinya hanya sesekali melepas untuk memindah mindah persneling.
seperti dugaan Vava meskipun restoran tersebut berada di dalam hotel bintang lima dengan standar harga yang Funtastic namun tetap saja ramai apalagi malam Minggu seperti sekarang.
"nah sayang lihat disana ada wanita yang selalu menggangu mu, sekarang temui dia dan aku akan menelepon sebentar" ucap Vava. ia menunjuk keberadaan Sesilia kepada suami nya.
"kamu apa apaan sih Va, Abang gak mau ya kamu marah marah lagi, kita makan di tempat lain aja" ucap Jaka yang siap berbalik arah.
"eehhhh....ehhhhh... jangan dong, pokok nya buruan Abang temui wanita tersebut, awas macam macam!"ucap Vava matanya pun melotot ke arah Jaka.
Jaka pun menghela nafas panjang, ia tidak tahu permainan apa lagi yang akan dimainkan istri nya tersebut.
Jaka pun berjalan ke arah Sesilia, dan menepuk pundak gadis tersebut.
"hai.. " sapanya.
"mas Jaka, wuahhhh... makin tampan aja deh, Ayo duduk mas" ucap Sesilia ia pun berdiri dan berharap dapat bercipika cipiki ria bersama lelaki tersebut dan mengambil sedikit kecupan di wajah dan bila beruntung di bibir pria tersebut.
Namun khayalan nya tak sesuai dengan ekspektasi. Jaka langsung duduk bahkan bersalaman ia pun enggan. ia celingak-celinguk mencari keberadaan Vava yang bilang akan menelepon sebentar.
"mas cari siapa" tanya Sesilia.
"Sil... bisa gak jangan panggil gue mas, risih banget deh dan juga istri gue gak suka ya!" ucap Jaka tegas. benar kata ayah Jo ia harus bertindak tegas dengan wanita yang jelas jelas mendekati nya, atau rumah tangga nya yang jadi korban.
Bodoh sekali jika Jaka mengorbankan rumah tangga nya.ia saja berjuang habis habisan untuk mendapatkan cinta gadis yang telah menjadi istri nya sekarang.
__ADS_1
"kebiasaan mas.. emmm... ka, aku gak sangka istri kamu posesif banget" ucap Sesilia sinis.
"biar saja gue malah suka, berarti istri gue cinta mati mau gue" ucap Jaka.
"gak usah kebanyakan ngomong deh, ada urusan apa?" tanya Jaka
'ya Tuhan kenapa Jaka jadi kasar begini sih, padahal pertemuan pertama dia baik banget dan welcome, sekarang kok berbanding terbalik apa istri nya yang jelek-jelek kin gue ya' batin Sesilia.
"gak ada urusan apa apa mas.. eh maksudnya Jaka.. aku hanya ingin makan malam bersama mu, mengingat semasa kita kuliah" ucap Sesilia ia menopang dagunya menatap Jaka, dan ia sengaja melengkung kan dada yang jumbo nya agar terlihat oleh Jaka.
Namun lagi-lagi khayalan Sesilia tidak sesuai dengan ekspektasi. Jaka masih saja celingak-celinguk mencari keberadaan Vava.
Hingga lampu mati dan sedetik kemudian sebuah lampu menyoroti sosok Sesilia.
Dan alunan piano mendengar kan lagu happy birthday.
Sesilia melongo belum mengerti situasi Jaka sendiri pun tak kalah bingung.
setelah nya lampu pun menyala terlihat Vava mendorong meja yang diatasnya terdapat kue ulang tahun black forest, yang ia pesan kemarin, dan itulah sebabnya ia tadi ijin menelepon.
"selamat ulang tahun ya kak" ucap Vava ia pun menarik tangan sesil untuk bersalaman dan ia pun memaksa Sesilia untuk cipika cipiki.
Sesilia seperti kambing congek yang di cucuk hidung nya, ia menurut saja perkataan Vava, bahkan ketika di suruh untuk membuat permohonan dengan lantang nya ia menyebutkan ingin menikah dengan Jaka kemudian ia meniup lilinnya. tentu saja itu membuat Vava ingin mencekik wanita tersebut, namun ia harus tetap bermain cantik karena belum saatnya wanita tersebut mendapat pelajaran.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
sesuai janji ya 2 part sehari dan yang ini banyak lo ya, seribu kata loh awas aja kalau masih bilang sedikit 😒😒😒 tak cium ntar
Jangan lupa like and coment, terus berbagi vote nya sedikit pun tak apa.
ibarat pepatah sedikit sedikit, lama lama menjadi bukit. jadi sedikit vote kalau semua kasi vote lama lama jadi banyak khannnn??
*Ya elah thorrr kasian amat ngemis Vote*
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1