
"hubby apa yang kalian lakukan" teriak keyra, melihat seorang wanita tengah memeluk suaminya dari belakang
bahkan Jonathan masih memegang tangan wanita tersebut
"sayang ini tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Jonathan kemudian tersadar ia masih memegang tangan Alika yang ia kira keyra
"lepaskan aku alika, minggir" ucap Jonathan berusaha melepaskan pelukan Alika
bukan nya melepas pelukannya Alika semakin mempererat pelukannya
"kak aku merindukan mu, apa kakak tidak merindukan ku" ucap Alika manja
"Alika lepaskan jangan membuat gara-gara"
keyra berjalan mendekat kearah sofa kemudian meletakkan nampan berisi kopi dan susu hamil miliknya.
kemudian keyra duduk dengan santai disofa tersebut, sambil melihat suami yang tengah dipeluk erat oleh seorang wanita yang ia tidak kenal sama sekali
Jonathan kemudian menghempaskan tangan Alika dengan kasar, sehingga terlepas dan membuat alika jatuh tersungkur kebelakang.
"kak Jo sakit, kenapa kasar sekali" ucap Alika dengan manja nya
______________
"sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang, percaya padaku aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya" ucap Jonathan
kemudian mendekat dan berlutut didepan keyra yang masih diam membisu
"sayang bicaralah apa saja, jangan diam, aku mohon"
"hmmmmmm...."keyra menghembuskan nafas dengan berat
Alika segera menarik tubuh Jonathan
"kak apa yang kamu lakukan, kenapa malah sujud didepan wanita gak jelas itu sih"
"diam Alika segera angkat kaki dari ruangan ku, dan yang kamu bilang wanita gak jelas ini istri ku"
"kak.. kamu beneran udah nikah, kamu gak main-main kan kak, bagaimana dengan perjodohan kita kak"
"jangan pernah berfikir tentang perjodohan masa kecil kita kau anggap serius, sekarang pergilah"
"ok aku akan pergi, tapi aku perlu penjelasan dari om Sebastian" ucap Alika Kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan
______________
"sayang bicaralah sesuatu, jangan diam saja, kumohon" ucap Jonathan, dengan menciumi jari jari keyra
"semua yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan sayang"
"hubby dari tadi kamu hanya bilang tidak seperti yang aku pikirkan, memangnya kamu tau apa yang aku pikirkan??" tanya Keyra
__ADS_1
"ya gak sih, hanya saja aku takut kamu berfikir yang tidak tidak dengan kejadian tadi"
"apa maksud mu dengan kata yang tidak-tidak?? berarti aku harus berfikir yang iya iya. hmm??"
"bukan bukan begitu sayang"
"aku hanya perlu penjelasan mu, karena aku percaya kepada mu sebagai suami ku" ucap keyra dengan melepas tangan Jonathan dijarinya, kemudian ia mengusap kedua pipi Jonathan
"aku tidak mengenal wanita tersebut, aku lebih mengenal suamiku, jadi bisakah aku mendapat penjelasan dari kejadian tadi"
"honey.. dia adalah Alika, Alika citra Mahardika, dia putri om Dika, dulu kami bertetangga dan teman masa kecil"
"karena dulu aku pintar Alika sering kerumah ku untuk mengajari nya tugas sekolah, setiap hari selalu kerumah, pernah suatu hari papi dan om Dika bercanda untuk menjodohkan kami ketika kami dewasa, tapi sungguh itu hanya candaan saja"
"papi tidak benar benar menjodohkan kami, papi tidak pernah memaksakan kehendak nya padaku, bahkan ketika aku mengejar mu, papi marah, bukan karena tidak suka denganmu, tapi karena papi merasa aku yang tidak pantas bila bersama dengan mu yang sempurna, maka dari itu papi mengharuskan ku mensejajarkan diri dengan mu barulah memberikan restunya"
"jadi jangan pernah berfikir apapun tentang Alika atau wanita lain yang ada disekitar ku, karena perhatian ku hanya untuk mu seorang keyra Attala Haryanto" ucap Jonathan kemudian berdiri karena kakinya sudah kesemutan
"kenapa berdiri" ucap keyra
"aku belum menyuruhmu berdiri" ucapnya lagi
"sayang kakiku kesemutan ini, tega bener sih" ucap Jonathan
"baru jongkok 5 menit udah alasan kesemutan"
"astaga... sayang , baiklah aku jongkok lagi" ucap Jonathan bersiap - siap untuk jongkok lagi
"maaf Jo aku bercanda"
"hubby honey.. hubby... kok panggil Jo lagi sih"
"yes.. my hubby"
"apa ini kopi ku" tanya Jonathan dengan mengangkat gelas kopi yang ada dimeja
"hmm.. seperti nya sudah dingin, biar aku ganti" ucap keyra
"gak perlu, aku gak mau kamu jauh-jauh lagi selama dikantor ini
"terserah lah tuan pemaksa" keyra pun meminum es susu hamil rasa coklat miliknya
'uh.. jdi gak enak kan susunya, es nya udah banyak yang cair' batin keyra
______________
Alika segera meminta sopir sekaligus bodyguard nya untuk mengantar nya ke rumah Sebastian
"pasti ada penjelasan dari om Sebastian, tidak mungkin jika kak Jojo dijodohkan, dan tidak mungkin juga kalau itu pilihan kak Jojo kan? 😠😠"
"bukankah wanita tadi perutnya buncit apa dia hamil, pasti wanita jelek itu menjebak kak Jo dengan kehamilan nya"
__ADS_1
"tidak tidak kak Jo bukan orang mesum, dia kan dingin sedingin gunung Everest yang gak pernah cair"
"pasti wanita itu tidur dengan laki laki lain lalu memfitnah kak Jo untuk bertanggung jawab atas bayi yang dikandungnya, pasti itu pasti"
"nona ada apa? ada yang bisa saya bantu?"
"diam dan fokus menyetir, aku tidak mau sampai kamu menabrak, aku belum menikah" ucap Alika
sopir sekaligus bodyguard Alika hanya tersenyum
"jangan senyum senyum aku tak suka dengan senyuman mu" ucap Alika ketus
"baik nona maaf" ucap Candra bodyguard sekaligus sopir pribadi Alika
Candra sebenarnya pemuda yang tampan, jago karate, sebenarnya dulu Candra sekertaris sekaligus orang kepercayaan Mahardika, namun Mahardika kemudian mempercayakan putrinya untuk dijaga dan dilindungi Candra
Alika sendiri sebenarnya jatuh cinta kepada Candra tapi karena Candra yang selalu menjaga jarak dari Alika membuat alika pun menjaga gengsi nya
sampai diruma Sebastian Alika segera turun dari mobil dan memencet bel pintu rumah tersebut
"ada yang bisa saya bantu nona"
"lohh..lohh.. ini bukannya non Alika ya anaknya tuan Mahardika"
"iya bibi, bibi apa kabar? om Sebastian ada bi"
"oh . iya . non silahkan masuk, tuan ada ditaman belakang"
"bibi aku masuk dulu ya, biar aku langsung kebelakang, seperti nya masih hafal dengan rumah ini" ucap Alika
"sore om" ucap Alika
Sebastian yang tengah asik dengan bukunya kemudian menoleh ke asal suara, begitupun mami Karin yang duduk disebelah Sebastian dengan rangkaian bunga ditangannya ikut menoleh kearah suara
"hai.. bukankah ini Alika putri Mahardika"
"iya om"
"wah kamu, makin cantik makin dewasa, apa kabar kamu nak??"
"baik om"
"dengan siapa kamu ke indo"
"sendiri om, cuma sama pak candra, sekretaris papa"
"wah.. Candra masih setia aja dia sama papamu, apa kabar papa dan mama"
"kabar baik om"
"apa kamu sudah menikah"
__ADS_1
"belum om.. saya kemari justru ingin menagih janji om sama papa yang akan menjodohkan Alika dengan kak jojo"