
"makasih ya dek" diusap nya rambutku, kemudian dia singkirkan poniku yang sudah mulai panjang kebalik telingaku
jantungku berdetak kencang dengan perlakuan abangku
'abangggggggg.... tau gak sihhh kalau aku tuh cinta banget sama abang' ingin sekali aku berteriak mangatakan hal tersebut didepan abangku, namun apa daya hanya berani kuucapkan dalam hati
____________________________
karena om Roni dan pak Wira yang tidak bisa menemani kami akhirnya Jaka dan Vava mau tak mau naik jet pribadi milik sang ayah
sampai dikota kelahiran sang bunda Mereka sudah dijemput oleh Rafa adik dari sang bunda sekaligus om bagi mereka berdua
"keponakan om yang tampan dan cantik selamat datang, gimana perjalanan nya?? menyenangkan" tanya Rafa
"bete om, asikkan naik mobil sendiri bisa mampir sana sini, naik pesawat apa enaknya coba tau-tau nyampe aja, kesel deh" jawab Vava
"hahahahhaha.... kalau nyupir sendiri capek sayang, jauh Lo bukan cuma 1-2 jam" jawab Rafa
"memang mau jalan-jalan kemana sih, nanti om antar deh" tawar Rafa lagi
"tapi kita pulang dulu kerumah kakek kasian kakek nungguin loh"
"iya om... janji ya ajak vava jalan-jalan" ucap Vava
"ok.. siap kebetulan Tante Rika besok juga libur jadi bisa diajak jalan-jalan juga" jawab Rafa
"wah... enak banget ya yang mau jalan-jalan, gak ngajak-ngajak" celetuk Jaka
"lah.. Abang kan kesini buat kerja ngapain juga diajak, kalau aku kan memang mau jalan-jalan" jawab Vava
"iya iya dehhh..." jawab Jaka
__________________
VALENTINA POV
setiba nya dirumah sang kakek suasananya begitu adem halaman rumah kakek memang luas, dengan rumah adat Jawa yang berdiri kokoh dan terlihat bersih, walaupun sudah terlihat versi modern nya namun tetap terlihat seperti rumah joglo rumah adat Jawa
kakek atta dan nenek Lina menyambut kedatangan kami berdua
__ADS_1
ternyata ada bang Nanda juga putra dari pakde Julian
"kakek nenek apa kabar, vava kangen" segera ku menghambur ke pelukan kedua nya. dengan penuh kasih sayang mereka menciumi kedua belah pipiku
"heh.. bocil apa kabar mu" ucap Nanda
"ahhh... Abang apa apaan sih, aku udah gede lagi, bukan bocil lagi"
bang Nanda memang usil sering menjahili ku namun dia juga begitu menyayangi ku, umur nya sama dengan bang Jaka
namun dia masih menempuh S1 nya di semester akhir, Karena memang Abang Nanda sedikit Badung alias bandel
mungkin karena dia satu-satunya pewaris semua usaha milik pakde Julian yang tersebar dipulau kelahiran nya.
"Abang kok disini" tanyaku kepada Bang Nanda
"Abang udah selesai sidang skripsi dek, jadi tinggal nunggu jadwal wisuda aja, jadi Abang main kerumah opa dan oma"
"kok gak bantuan pakde Julian sih" tanyaku
"capek dek, otak Abang pengen istirahat bentar" jawabnya
"Alhamdulillah jaka, papa sehat kalau Tante Keyra sama om Jo apa kabar" tanya Nanda balik
"Alhamdulillah sehat walafiat bang" jawab Jaka
nenek lina membawa piring berisi kue, sedangkan dibelakang nya 2 orang prt mengikuti dengan membawa nampan berisi jus jeruk dan aneka Snack dalam toples
malam hari nya kami menikmati aneka kuliner khas kota ini, benar-benar memanjakan lidah kami.
___________________
JAKA POV
Hari Sabtu ini seperti yang ayah perintah aku bertemu dengan clien ayah yang berasal dari negara tetangga, beliau meminta bertemu dikota ini ternyata karena beliau menemani sang istri berbelanja aneka kain batik.
aku tersenyum mendengar cerita dari clien ayah satu ini, meskipun bos besar ternyata bucin. benar-benar seperti ayah, yang selalu menuruti semua kemauan bunda. apapun yang bunda ingin kan maupun bunda perintah ayah pasti menurutinya.
apakah aku kelak juga bisa seperti ayah mencintai satu wanita dan bersama hingga tutup usia ku.
__ADS_1
tapi kisah cintaku tak seindah kisah cinta ayah dan bunda, cintaku adalah cinta terlarang, yang hanya bisa kulihat namun tak bisa untuk kusentuh
setelah selesai pertemuan dengan clien ayah aku segera menyusul keberadaan keluarga ku yang sedang berada dikota pelajar seperti permintaan Vava ingin melihat batu tertata hingg membentuk sebuah candi
aku berangkat bersama om Rafa yang menemani ku menemui clien
setelah berputar-putar akhirnya kami bertemu dengan vava, bang Nanda serta Tante Rika, selesai dari sana kami langsung menuju jantung kota, berbagai macam oleh-oleh khas kerajinan tangan kota gudeg tersebut dibeli Vava maupun Tante Rika.
malam hari kami menikmati makanan khas kota Jogja, tidak lupa juga membeli gudeg Manggar kesukaan bunda
puas dengan hasil buruan kami pun kembali tiba dikota kelahiran bunda jam 12 malam.
bahagia itu lah yang kurasakan melihat wajah pulas adikku tercinta ketika tidur
seperti nya dia benar-benar lelah
"kakek kira kalian menginap, soalnya kakek tunggu gak pulang-pulang" sambut kakek atta didepan pintu
"bapak kenapa belum tidur sih, Rafa kan punya kunci cadangan" ucap Rafa
"bapak gak tenang le cah Bagus, lagian kalian juga gak kasi kabar bapak" jawab kakek atta
"maaf kek, saking senangnya kami lupa kabarin kakek" jawab Jaka
"hoeee.... ni gimana duo princes dibangunin apa kalian gendong" teriak Nanda dari mobil, ia sibuk menurunkan belanjaan Tante beserta adik sepupu nya
"om... Vava biar aku gendong aja kasian pasti dia capek banget, kalau Tante terserah om mau dibangunin atau digendong" ucapku
Segera ku gendong adikku ala bridal style, dibantu kakek atta membukakan pintu kamar kami. sedangkan Tante Rika ternyata sudah bangun sendiri karena mendengar teriakan bang Nanda, hanya Vava yang masih tidur nyenyak, dia benar-benar mirip bunda kalau sudah pulas mau ada bom meledak masih saja mereka tidur nyenyak
Setelah kuletakkan diatas bed segera uselimuti tubuhnya
Aku segera berbegaa masuk ke kamar mandi karena badan terasa lengket semua. selesai mandi aku segera merebahkan tubuhku disofa disebelah bed tempat tidur vava
dirumah ini sebenarnya ada 4 kamar, kamar kakek dan nenek, kamar om Rafa, kamar bunda, dan kamar tamu, biasanya aku tidur dikamar tamu, tapi sekarang sedang ditempati bang Nanda dan aku masih sungkan dengan nya karena memang kami jarang bertemu tidak dengan Vava yang memang sering dijemput pakde julian ke pulau tempat tinggal bang nanda bila libur sekolah telah tiba, sedangkan aku bila libur lebih senang menemani ayah kekantor belajar bisnis dengan ayah
maka dari itu aku tidur sekamar dengan Vava menempati kamar bunda, namun aku tidur disofa panjang yang ada dikamar ini. kulihat Vava yang tidur nyenyak, perlahan aku beranjak berdiri mendakati nya.
kulihat wajahnya dari dekat, mengapa aku harus jatuh cinta dengan adik angkat ku ini, sikap manjanya, juteknya, galaknya semua sikap yang ditunjukkan kepada ku aku menyukai nya. aku tidak pernah bisa marah padanya. ya Tuhan kenapa aku harus ditakdirkan menjadi Abang angkat nya.
__ADS_1