
Jaka pun mengenalkan Vava kepada teman temannya. belum sempat Jaka duduk ternyata si mungil Lucie pun datang. Lucie dengan percaya diri nya memeluk Jaka dan memberikan ciuman dipipi kanan kiri Jaka. Vava yang melii adegan itu langsung saja mengerucut kan bibirnya.
_________________________________
"wow Jack aku tak menyangka kamu memiliki adik secantik ini" ucap Felix mengagumi sosok Vava.
Felix yang berusaha mendekati Vava, selalu dihalangi Jaka, bahkan Jaka dengan posesif nya memeluk bahu Vava agar mendekat dan bersandar didadanya.
"Jack... yakin kalau Valen adik kamu" tanya lucie, "yups Lucie ada apa? kenapa kamu meragukan nya?" balas Jaka
"aku tidak yakin bila hubungan kalian hanya sebatas adik kakak, kalian lebih mirip pasangan yang dimabuk asmara malah lebih seperti pengantin baru" ucap bele lagi.
"seperti nya kamu lebih pintar mengamati seseorang lebih dari yang aku kira Lucie" jawab Jaka, "tentu saja kami dalam suatu hubungan, kami akan menikah" jawab Jaka yang menciumi pucuk kepala Vava.
"wohooooo... apa apaan ini pantas saja aku tidak kau beri selah untuk mendekati Valen" ucap Felix
"jangan bermimpi kawan, dia milikku dan sudah kutandai" jawab Jaka
"baiklah Jaka kami mengerti, apa hubungan mu dengan keluarga angkat mu, semoga kalian bahagia" ucap Lucie.
_____________________________
Sampai di apartemen mereka dikejutkan dengan kehadiran Om Jacob dipintu apartemen mereka.
"loh om kok bisa ada disini, bukannya om tadi pulang ya" tanya Jaka, dengan membukakan pintu dan mempersilahkan Jacob masuk apartemen mereka
"iya om tadi pulang tapi diperjalanan ditelpon dady kamu, kamu tau momy mu marah besar, dia meminta om agar segera memulangkan kalian, dan besok pagi jet pribadi milik oppa kalian sudah datang untuk menjemput"
"ahhhh... bunda apa-apaan sih, kenapa sampai heboh kayak gitu, kayak yang gak pernah muda aja" ucap Vava yang masuk ke dalam kamar dengan wajah kesal ia pun membanting pintu kamar nya.
__ADS_1
"apa yang sudah terjadi, sampai momy mu yang super lembut bisa jadi singa kelaparan"
tanya Jacob.
"hehe.. bunda memergoki kami berdua tidur bersama waktu video call, tapi sungguh om kami tidak melakukan apa-apa, Vava masih tersegel utuh om" ucap Jaka
"hah... dasar anak nakal, Dady kamu juga aneh, seperti tidak mengenal pergaulan di negara adidaya ini" ucap Jacob
"om tau sendiri ayah selalu menuruti apapun perkataan bunda" ucap Jaka
"baiklah kalian segera packing barang kalian, om pamit pulang kasian Tante kalian sedang menunggu om" ucap Jacob kemudian pulang setelah berpamitan pada Vava dikamar.
"sudahlah dek gak usah ngambek lagi, kita turuti permintaan bunda" ucap Jaka berusaha merayu Vava
"tapi ini gak adil Abang, susah payah aku ke negara ini sendiri, aku berusaha melupakan Abang, setelah aku enjoy dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan disini, Abang tau-tau datang, dan lihat gara-gara Abang aku harus balik lagi kerumah, bagaimana dengan cita-cita ku bang" ucap Vava
"jadi kamu berusaha lari dari Abang, dan kamu berusaha melupakan abang, apa sekarang sudah berhasil melupakan Abang, apa sekarang dihatimu Abang sudah tidak berarti lagi" ucap Jaka ia begitu kecewa mendengar ucapan Vava, apa hanya Vava yang berkorban, apa Vava tidak pernah berfikir jika dia juga banyak berkorban, ia juga berusaha mati-matian menjadi yang terbaik, memberikan yang yang terbaik untuk ayah dan bundanya, ia melakukan itu agar dipercaya dapat menjaga anak gadis kesayangan mereka.
Jaka pun berlalu pergi meninggalkan kamar Vava, ia kecewa dengan Vava yang berfikir bila pernikahan mereka hanya akan menghalangi cita-citanya.
Jaka meraih kunci mobil, dan pergi meninggalkan apartemen. dia begitu marah, ia melaju dengan kecepatan tinggi menuju club' malam milik Felix.
"wohoooo.... sobat ada apa dengan mu, bukan nya tadi kita berpisah wajahmu masih ceria, kenapa sekarang jadi seperti cucian milik bibi Elle yang belum disetrika" ucap Felix, Egon yang duduk disebelah Felix juga merasa heran melihat sahabat mereka satu ini.
Jaka ingat bibi Elle adalah orang yang bekerja membersihkan apartemen miliknya dan juga Felix, bibi Elle juga akan membawa cucian mereka.
Jaka adalah teman mereka yang jarang sekali mabuk, bahkan mereka selalu bertaruh jika Jaka masih lah perjaka seperti arti dari namanya bila diartikan dalam bahasa Indonesia. karena Jaka tidak pernah dekat dengan teman wanita hanya belevia dan Lucie karena para gadis tersebut sahabat Felix, jauh berbeda dengan Felix yang seorang player, Felix tidak pernah kekurangan wanita yang selalu menemani malam panjang nya, sama seperti William, namun sekarang William sudah taubat, setelah memiliki Lyra sebagai tunangan nya, dan sebentar lagi merek menikah.
Mereka bingung apalagi sekarang Jaka sudah memesan minuman dengan kadar alkohol tinggi, meminumnya sekali teguk.
__ADS_1
Egon menyenggol lengan Felix sedangkan Felix yang juga tidak tau hanya menaikkan bahunya. Felix segera menghubungi seseorang yang mungkin bisa diajak bicara Jaka.
Belevia datang dengan tergesa-gesa, ia mencari keberadaan Felix dan juga Jaka. ia pun segera ke private room yang biasanya Felix gunakan untuk menyambut kedatangan tamu-tamu penting atau para sahabatnya yang sedang berkumpul, ada lima ruangan dilantai dua. Belevia segera masuk kedalam room nomor satu.
Ternyata bukan hanya Felix dan Jaka disana, ada Egon dan Lucia yang sedang bercumbu. Benar perkataan Felix, jaka terlihat berantakan, laki-laki wibawa yang biasanya berpenampilan rapi tak tercela, kini sudah dalam keadaan mabuk, dua bagian atas kancing baju nya sudah lepas, rambut acak-acakan, mata nya yang merah.
"ada apa ini Felix bukankah sore tadi dia masih baik-baik saja" tanya Belevia
"entahlah bel kami belum bisa mengorek informasi dari mulut nya, dia hanya meracau menyebut nama Vava dari tadi" ucap Felix yang asik dengan gadis disampingnya.
"Felix usir ****** disebelah mu, harus nya kamu membantu Jack, bukan asik bercumbu sendiri, dan kalian berdua Egon, Lucia pergilah ke hotel jika ingin bercinta" teriak Belevia
"oh.. ayolah bel, kami tidak menggangu mu, sebaiknya jangan hiraukan kami anggap lah kami patung" ucap Egon
Felix tertawa mendengar ucapan Egon "hai bro, patung yang bisa bercinta" ucap Felix
ia pun berjalan mendekati Belevia dan Jaka
"berapa lama dia seperti ini" ucap bele
"entahlah aku lupa jam berapa dia kemari, aku meminta mu kemari untuk menemani ku mengantar Jack, aku merasa sungkan mengantar nya sendiri di apartemen nya, karena disana ada adik perempuan nya.
__________________
Vava menyesal dengan ucapannya, bagaimana bisa dia mengatakan ingin melupakan sang Abang, bagaimana bisa dia mengatakan kalau dia berhasil melupakan sang Abang, pantas saja abangnya marah.
____________________________________________
Terima kasih sudah membaca
__ADS_1
Ibu guru cantik I Love you
terima kasih juga untuk vote nya