
"sayang jangan lupa siang nanti ke dokter kandungan" ucap Vava ia masih sibuk mengancing kan kemeja milik Jaka dan memakai kan dasi. Jaka pun segera menjawab iya atas apa yang diucapkan istri nya, dengan tetap pada posisinya memeluk pinggang istri tercinta nya.
"jangan di iya in aja bang!! jangan sampai lupa loh" , decak sebal Vava keluar untuk menyangkal jawaban suaminya
"lahhh... dek kalau gak Abang iya in terus Jawaban Abang apa dong??" , Jaka mencole hidung istrinya dengan gemas, andai saja tidak ada meeting pagi hari dengan para karyawan, ia lebih memilih untuk meeting dengan istri nya di kasur
"ya iya.. tapi janji gak bakal lupa lagi kan" , ucap Vava ia sudah selesai memasang dasi dan menepuk nepuk pundak Jaka memastikan jika suaminya sudah terlihat rapi dan pastinya tampan, kini ia melihat mata suaminya meminta keyakinan pada suaminya.
"iya sayang... iya... Abang janji gak bakal lupa" Jaka pun mengecup kening vava "adek tolong ingatkan Abang juga ya satu jam sebelum berangkat" ucap nya lagi, dan Vava pun hanya mengangguk kan kepala nya tanda setuju.
mereka berdua segera berjalan turun menuju ruang makan dimana sudah ada ayah Jonathan, bunda Keyra dan juga si kembar Kenzi dan Kenzo.
"abang nanti antar adik adikmu ke sekolah dulu ya, ayah mau ke rumah Opa dan Oma"
ucap keyra. ia menyendok kan nasi goreng ke dalam piring suaminya dan juga kedua putra kembar nya. lalu menyerahkan wadah nasi goreng tersebut kepada Vava agar dapat melayani Jaka suami nya.
"bunda siang nanti Vava pergi sama Abang mau ke dokter kandungan" , ucap vava.
"mau bunda aja yang nemani dari pada Abang kamu bolak balik" ucap keyra.
"tidak usah Bunda, biar Jaka saja sekalian Jaka ajak Vava makan siang di luar" jawab Jaka cepat, ia benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan melihat tumbuh kembang janin calon bayinya yang ada di rahim istri nya.
"baiklah" ucap keyra ia pun menyendok kan nasi goreng ke dalam mulutnya nya.
"bunda juga siang nanti janji ke kantor ayah loh untuk makan siang di kantor" Jonathan ikut menyela pembicaraan mereka.
__ADS_1
"iya ayah... bunda ingat kok, ayah mau bunda masakin apa?" , tanya kerya ia menatap kearah mata suaminya.
"apa aja sayang pasti ayah makan" si kembar Kenzi dan Kenzo hanya menatap malas pada kemesraan kedua orang tua nya.
berbeda dengan Jaka ia menatap sayang ke arah kedua orang tua angkat nya yang sekarang menjadi mertua nya. mereka selalu saja mesra, tidak pernah Jaka melihat mereka berdua bertengkar, walaupun dominan ayah Jonathan lebih banyak mengalah dalam segala hal, namun meski demikian bunda Keyra tetap menghormati Jonathan.
semoga ia dapat mencontoh kehidupan kedua orang tua angkat nya itu. dan tidak ada lagi yang namanya orang ketiga dalam hubungan mereka berdua.
"Zizo kalian udah selesai belum" tanya Jaka kepada kedua adik kembarnya, yang ternyata mereka sudah menggendong tas ransel mereka.
"Abang gak liat kita udah selesai dari tadi, Abang makan nya kelamaan" ucap Kenzo salah satu si kembar yang paling suka bicara dan protes, berbeda jauh dengan Kenzi yang tidak banyak suara dia sungguh irit bicara.
*******
"ok.. ini yang ke sebelas kali nya kalau nyambung dan diangkat akan ku kasi hadiah mangkok cantik sebagai souvernir" ucap Vava ia mengomel sendiri dikamar, dan kekesalan nya bertambah ketika panggilan nya tetap diabaikan.
"abanggggg.... " teriak nya didalam kamar ia melempar ponsel nya diatas kasur, ia pun bergegaslah membawa tas tangannya. segera turun dan meraih kunci mobil milik sang bunda yang kebetulan mobil milik nya sedang servis bulanan di bengkel.
ini sudah yang ketiga kalinya nya Jaka mengabaikan nya ketika waktu nya untuk periksa kandungan, ia selalu pergi sendiri seperti wanita hamil tanpa suami. untuk masalah makan siang Jaka memang tidak pernah sekalipun absen, Jaka selalu saja pulang kerumah makan siang bersama dengan vava, bunda Keyra dan juga ayah Jonathan.
Vava melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia pergi menuju perusahaan milik suaminya. ia ingin melihat kesibukan apa yang sedang dikerjakan suami nya hingga ia lupa lagi dengan janjinya, bahkan telpon dan juga pesan nya tak dibaca.
setiba nya di Perusahaan Vava pun segera memarkir kan mobil nya tepat di belakang mobil Jaka karena parkiran disebelah kanan kiri mobil Jaka kebetulan ada yang menempati.
seorang satpam mendatangi Vava bermaksud menegur karena mobil Vava akan menghalangi jalan mobil lain untuk keluar. baru saja akan menegur sang satpam pun terkejut ternyata sang pemilik perusahaan yang sedang keluar dari mobil.
__ADS_1
"maaf ya pak sebentar saja gak sampe 15 menit kok" ucap Vava, ia berlalu dan berjala cepat menuju lobby, dilihat nya satu orang satpam yang standby dipintu masuk dan dua orang customer servis mengangguk hormat kepada nya.
Vava memasuki lift khusus para petinggi dan kebetulan lift tersebut sedang berada dibawah. ia menekan tombol 8 dimana ruangan para petinggi berada. setelah pintu lift terbuka. Vava melangkah kan kakinya menuju ruangan bertuliskan CEO kebetulan ada sasya diduduk di kursi nya yang tepat disebelah pintu masuk ruang Jaka.
"Se.. selamat pagi menjelang siang Bu" sapa Sasya ia terkejut akan kedatangan istri dari bos nya, biasanya wanita cantik itu selalu bersama bos nya jika datang ke Perusahaan.
"suamiku ada mbak??" tanya Vava
"a..ada Bu, sedang menerima tamu, kami baru.." belum selesai sasya menyampaikan pesan Vava sudah terlebih dahulu masuk.
ceklek... suara pintu terbuka Jaka yang berada didalam menengadah kan kepala nya, ingin melihat siapa orang yang tidak punya sopan santun masuk ruangan nya tanpa mengetuk pintu atau pun salam.
seketika senyum Jaka mengembangkan melihat sosok wanita cantik yang masuk dengan wajah masam.
"sayang, kamu kemari" ucap Jaka ia terkejut akan kedatangan istrinya, seketika ia ingat telah berjanji akan mengantarkan istri nya periksa kehamilan.
"ya Tuhan.. maaf sayang aku kelamaan meeting pagi ini" Jaka berusaha sewajar mungkin agar tidak terlihat jika ia melupakan janji nya, ia tidak ingin ibu hamil di depan nya marah pada nya karena melupakan janji nya. ia pun segera meraih jas yang ia lepas di sandaran kursi nya.
Belum sempat ia berdiri, sudah ada suara wanita yang keluar dari toilet. "mas Jaka, ada siapa?" ucap wanita tersebut.
____________________________________________
maaf ya baru sempet update lagi, soalnya nyelesain cerita "Baby Inseminasi"
udah tamat lho.. yukss intip cerita nya. beda dari yang lainnya.
__ADS_1