
mau tak mau akhirnya Vava pun menurut
"pegangan dek" ucap Jaka, ragu-ragu Vava memegang pinggir kaos sang Abang.
secara cepat Jaka menarik kedua tangan Vava kearah depan perut nya, kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
______________________
Vava canggung dengan posisinya saat ini, sepanjang jalan sang Abang tak pernah melepas tangannya memegang kedua telapak tangan Vava seolah menali kedua tangan itu agar tidak terlepas.
Vava hanya pasrah kemudian menempel seperti cicak dibelakang punggung sang Abang. perasaan bahagia menyelimuti hatinya, jantung nya berdetak kencang, seolah-olah ingin melompat saking senangnya.
ia pun menyandarkan kepalanya di bahu sang Abang.
"Abang"
"kenapa dek"
'aku cinta abang' ingin sekali rasanya mengeluarkan kata-kata tersebut namun akhirnya tertelan mengingat laki-laki tampan yang ada didepan nya adalah sang abang
"gak jadi" ucap Vava
____________________________
"Abang.." Vava memasuki kamar Jaka mencari sang Abang yang ternyata tidur pulas.
"Abang bangun" Vava mengguncang tubuh Jaka. bukan nya bangun sang Abang malah menutup kepalanya dengan bantal.
"abangggggg... bangun, ihhhh"
"bangun anterin Vava ke toko buku bang"
Vava segera menarik bantal yang menutupi kepala sang Abang
terjadilah tarik menarik antara Jaka dan Vava.
setelah berhasil menarik bantal, dari sang Abang. setelah meletakkan bantal disamping Jaka, Vava mulai mengguncang tubuh Jaka lagi, belum sempat Vava menyentuh tubuh Vava, Jaka sudah lebih dulu menarik tubuh sang adik, hingga kini sang adik terpental tidur disampingnya nya.
Jaka menarik Vava memposisikan Vava layaknya guling. Vava berusaha melepaskan rangkulan sang Abang dengan menggoyang goyangkan badannya.
"dek jangan kebanyakan gerak" ucap Jaka
"Abang.. sumpek tau, ayo bangun anterin aku ke toko buku"
"dek kamunya kebanyakan gerak udah bangun Lo yang dibawah"
"udah bangun apaan, masih tiduran gini, lepasin bang"
"dibilang in jangan banyak gerak" ucap Jaka lagi
Jaka kemudian beralih menindih sang adik, dengan bertumpu kedua lengannya.
wajah vava memerah dengan perlakuan sang Abang.
Vava pun memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata sang Abang.
"kenapa gak liat wajah Abang" tanya Jaka
"Abang jelek bangun tidur" ucap Vava gugup
"karena sekarang udah bangun jadi kamu harus tanggung jawab Lo dek"
__ADS_1
"iya iya.. nanti aku traktir makan" jawab Vava
"makan apa"
"Abang maunya makan apa?"
"bukan maunya makan apa soalnya kalau udah bangun bisanya cuma makan satu hidangan"
"ih... Abang pemilih"
"gak pemilih Lo dek, memang cuma bisa satu aja dek"
"ya udah nanti aku belikan"
"gak bisa nanti dek, harus sekarang karena udah terlanjur bangun, Abang maunya makan kamu sekarang"
Vava menatap wajah sang Abang dengan bingung karena tidak mengerti maksud sang Abang. kedua mata mereka bertemu, Jaka semakin mendekat kearah sang adik.
satu buah kecupan dibibir sang adik, lama lama kecupan itu berubah menjadi sebuah ciuman, bukan hanya ciuman singkat, tapi sudah berupa lumatan-lumatan yang menuntut lebih.
Vava hanya terdiam kaku, bagi Vava yang belum pernah melakukan ciuma seperti ini, Sangat canggung dirasakan.
"dek.. Abang Cinta sama kamu dek, maaf dek Abang egois, bila abang mencintai adik Abang sendiri"
seketika badan Vava meremang, tubuhnya merinding dengan pernyataan cinta dari sang Abang, seolah tak percaya dengan pendengaran nya.
Vava segera mendorong sang abang sekuat tenaga, kemudian berlari keluar kamar sang Abang dan membanting pintu kamar sang Abang dengan keras.
Jaka yang ditinggal Vava dengan cara seperti itu, ia merosot terduduk disamping bed nya.
mangacak acak rambut nya dengan frustasi.
'bodoh.. bodoh.. Lo emang bodoh ka, Lo Abang paling brengsek di dunia, Lo udah jatuh cinta dengan adik Lo sendiri, bahkan Lo udah berani menciumi adek Lo sendiri'
sang bunda yang mendengar teriakkan putra sulung nya terkejut segera berlari menuju kamar Jaka, tanpa mengetuk keyra langsung masuk ke dalam kamar Jaka.
"Abang ada apa? kenapa berteriak?" tanya sang bunda
Jaka yang masih terduduk mengangkat kepalanya, melihat ke arah sang bunda.
keyra pun duduk bersujud didepan putra sulung nya.
Jaka pun menangis memeluk sang bunda.
keyra yang tidak tau apa yang terjadi hanya menatap bingung Jaka, kemudian keyra pun memeluk tubuh anaknya dan mengusap punggung putra kesayangannya.
"ada apa nak? kenapa menangis, mau cerita sama bunda?" tanya keyra lembut
"maafin Abang bunda, Abang bukan Abang yang baik, Abang kecewa dengan diri sendiri"
"Abang bikin salah apasih? perasaan tadi pulang dari perusahaan ayah baik-baik ajakan" tanya keyra
Flashback
"Abang... bagaimana menurut Abang dengan Lyra" tanya Jonathan setelah selesai menandatangani beberapa berkas, yang dibantu Jaka mengecek ulang.
"Lyra anak yang baik ayah, pintar"
"dan cantik" sahut Jonathan
"iya cantik ayah, tapi masih cantik Bunda" jawab Jaka
__ADS_1
"hei... bunda hanya milik ayah jangan coba macam-macam" ucap Jonathan
"hahahaha..." mereka berdua pun tertawa
"ayah ingin kamu menikah dengan Lyra"
"ayah.. Jaka baru berumur 22 Lo yah. itupun belum genap, Jaka gak mau nikah muda" jawab Jaka
"tapi ayah suka dengan Lyra anaknya manis, dan pandai, ayah ingin dia jadi menantu ayah" ucap Jonathan
"ayah mau Jaka menikah dengan Lyra?" tanya Jaka
"ayah gak memaksa, kalau Abang sudah punya pacar ayah gak masalah, bagi ayah kebahagiaan anak-anak ayah yang utama" jawab Jonathan
"abang belum punya pacar ayah... biar Jaka lebih mengenal Lyra terlebih dulu" jawab Jaka
"baiklah.. ayah tidak mengharuskan kamu menikah kalian bisa tunangan dulu" ucap Jonathan
"baik ayah"... "ok.. karena sudah selesai kamu boleh pulang duluan, ayah menunggu jam kantor pulang" ucap Jonathan
"ya.. ayah harus kasi contoh yang baik jadi bos teladan" ucap Jaka
kemudian pamit untuk pulang terlebih dahulu.
flashback end
______________________________
setelah selesai makan malam keluarga Atmaja kecil berkumpul diruang keluarga, si kembar Kenzi dan Kenzo sudah duduk di karpet dengan meja kecil siap dengan buku pr mereka ditemani sang bunda yang duduk bersandar pada Jonathan sang suami
sedangkan Vava memegang buku yang berjudul "kumpulan soal soal ujian Nasional"
biasanya Vava akan menyandarkan tubuhnya dengan manja pada sang Abang, namun tidak dengan malam ini, Vava menjauh bahkan dia memilih tiduran diatas sofa. membuat sang bunda mengomel karena Vava membaca sambil tiduran.
Jaka yang menyadari sikap sang adik hanya bisa pasrah. dia pun duduk menjauh dari Vava dan duduk di karpet dekat dengan ayahnya.
"ayah... Jaka mau bertunangan dengan Lyra" ucap Jaka
"hah... kamu serius bang" tanya Jonathan
"iya yah.. lagipula Lyra kan cantik" ucap Jaka
setelah selesai makan malam keluarga Atmaja kecil berkumpul diruang keluarga, si kembar Kenzi dan Kenzo sudah duduk di karpet dengan meja kecil siap dengan buku pr mereka ditemani sang bunda yang duduk bersandar pada Jonathan sang suami
sedangkan Vava memegang buku yang berjudul "kumpulan soal soal ujian Nasional"
biasanya Vava akan menyandarkan tubuhnya dengan manja pada sang Abang, namun tidak dengan malam ini, Vava menjauh bahkan dia memilih tiduran diatas sofa. membuat sang bunda mengomel karena Vava membaca sambil tiduran.
Jaka yang menyadari sikap sang adik hanya bisa pasrah. dia pun duduk menjauh dari Vava dan duduk di karpet dekat dengan ayahnya.
"ayah... Jaka mau bertunangan dengan Lyra" ucap Jaka
"hah... kamu serius bang" tanya Jonathan
____________________________________________
***Terima kasih karena sudah membaca
ibu guru cantik "i love you"
jangan lupa like dan coment
__ADS_1
serta vote yang banyak agar author lebih bersemangat dalam berkarya***