Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
enam puluh tujuh


__ADS_3

setelah selesai makan malam keluarga Atmaja kecil berkumpul diruang keluarga, si kembar Kenzi dan Kenzo sudah duduk di karpet dengan meja kecil siap dengan buku pr mereka ditemani sang bunda yang duduk bersandar pada Jonathan sang suami


sedangkan Vava memegang buku yang berjudul "kumpulan soal soal ujian Nasional"


biasanya Vava akan menyandarkan tubuhnya dengan manja pada sang Abang, namun tidak dengan malam ini, Vava menjauh bahkan dia memilih tiduran diatas sofa. membuat sang bunda mengomel karena Vava membaca sambil tiduran.


Jaka yang menyadari sikap sang adik hanya bisa pasrah. dia pun duduk menjauh dari Vava dan duduk di karpet dekat dengan ayahnya.


"ayah... Jaka mau bertunangan dengan Lyra" ucap Jaka


"hah... kamu serius bang" tanya Jonathan


"iya yah.. lagipula Lyra kan cantik" ucap Jaka


keyra yang mendengar perkataan putra sulung nya langsung menoleh ke arah Vava


"Abang.. kalau ngomong gak usah ngaco" ucap Keyra


"ayah juga, bunda udah bilang gak usah main jodoh-jodohan, memangnya anakku gak laku gak bisa cari sendiri sampe harus dijodohin segala" ucap keyra sewot


"ayah gak maksa Lo bund, lagipula Abang bilang tadi mau mencoba pendekatan dulu dengan Lyra , ayah aja kaget kok sekarang malah minta tunangan" jawab Jonathan


"iya Bunda, Abang mau tunangan dengan Lyra dulu, sambil belajar mengenal calon istri Abang" ucap Jaka


Vava yang mendengar perkataan sang abang merasa benar-benar dipermainkan.


padahal baru sore tadi Abang nya menyatakan cinta, tapi mengapa sekarang mau tunangan dengan wanita lain.


sakit hati nya merasa dipermainkan, apa sang Abang merasa Vava tidak mencintai nya, saat itu Vava hanya gugup dan bingung tidak tau harus berbuat apa, Vava juga malu makanya dia berlari keluar kamar, malu bila sang Abang mendengar detak jantung nya.


Dia ingin menangis saat ini juga tapi takut bila ditanya bunda atau ayah, bingung hari menjawab apa.


lagipula Vava belum siap dengan respon kedua orang tua nya. bila kedua anaknya saling mencintai


tapi semua itu hanya omong kosong sang Abang yang ingin memberi harapan palsu pada adiknya


akhirnya dia memilih untuk pura-pura tidur meletakkan buku diatas wajahnya.

__ADS_1


"va.. Vava... hah.. kebiasaan deh ni anak suka tidur sembarangan" ucap keyra yang berusaha membangun kan Vava


"biar Abang gendong adek ke kamar aja bunda, jangan dibangunin kasian, pasti capek belajar bentar lagi dia kan ujian" ucap Jaka


"lagian kenapa repot-repot belajar sih, bukannya sudah dapat surat panggilan dari beberapa universitas" jawab Jonathan


"dasar ayah, memangnya ayah gak pernah belajar hoby bolos" ucap keyra


"sayang.. suami kamu ini pinter Lo, gak perlu belajar" ucap Jonathan mencium pipi keyra


"sombong" ucap keyra berjalan menuju kamar si kembar


Jaka tersenyum melihat betapa romantisnya kedua orang tua angkatnya. sedangkan dia biasakan seromantis ayahnya kelak memperlakukan istri nya. sekarang saja rasanya mustahil dia memilih menikah dengan wanita yang tidak dia cintai, sungguh ironis.


Jaka kemudian perlahan mengangkat tubuh sang adik, berjalan menuju arah tangga menuju lantai 2 dimana kamar nya dan kamar Vava berada dan juga satu buah kamar tamu.


diperhatikan nya wajah sang adik yang ia cintai, sungguh bila dia bisa memilih dia memilih tidak menjadi bagian dari keluarga ini. bila akhirnya dia mencintai adik nya sendiri.


Jaka merasa kan sakit yang teramat sangat, mungkin dengan memilih Lyra dia perlahan bisa melupakan cintanya pada Vava


"maaf Abang bangunin kamu dek" ucap Jaka


perlahan Vava bangun dan duduk ditepi tempat tidur nya.


"apa maksud Abang dengan pertunangan tadi" tanya Vava


"maaf dek, kalau perkataan Abang sore tadi menyakiti mu, Abang tau Abang tidak boleh memiliki perasaan ini, Abang tidak boleh mencintai adik Abang sendiri" ucap Jaka


Vava pun berdiri memeluk tubuh sang Abang, Jaka berusaha untuk tidak membalas pelukan adiknya, dia benar-benar takut terbawa suasana. sayup-sayup terdengar suara tangisan Vava


"maafin Abang dek, jangan nangis, hati Abang sakit mendengar suara tangisanmu"


Vava melepas kan pelukan nya, dia berjinjit menarik leher abangnya mengalungkan kedua tangannya dileher sang Abang, kemudian mencium bibir sang Abang, dengan air mata yang berlinang.


Jaka terkejut dengan perlakuan sang adik, dengan kasar dia pun mendorong Lyra hingga terjatuh duduk dibed milik nya.


"maaf dek, Abang tau Abang salah, maafin Abang, Abang akan berusaha melupakan rasa cinta abang" ucap Jaka

__ADS_1


kemudian pergi dari kamar Vava, kembali menuju kamar nya sendiri.


Vava menangis dibalik selimut dia menagis dalam diam, menangis sejadi-jadinya tanpa mengeluarkan suara, takut bila tangisannya terdengar sang bunda maupun ayah.


ia menangis hingga tertidur pulas, kemudian terbangun dipagi hari sebelum semuanya terbangun.


_________________________


Vava segera bangun menuju kamar mandi, setelah selesai mandi ia pun segera memakai Seragam sekolah miliknya.


kemudian turun kebawah, lalu keluar rumah dan mencari keberadaan pak diman.


Vava meminta pak Diman mengantarkan nya kerumah Cindy


vava memberitahu pak Diman bahwa bukunya dibawa Cindy karena hari ini dia ada ulangan, dan dia belum belajar.


sungguh alasan yang tidak masuk akal, bahkan tanpa buku apalagi belajar ia pasti bisa.


seperti yang dikatakan sang ayah, tidak perlu belajar Vava pun pandai karena dia juara umum di sekolah


Cindy yang mendapat telepon dari sahabat nya pagi-pagi, langsung berlari menyambut kedatangan Valen. dia yakin pasti ada yang terjadi pada sahabat satunya ini.


setelah turun dari mobil dan memberikan alasan kepada pak Diman agar memberitahu bunda, supaya bunda tidak bingung mencari nya. barulah dia masuk kedalam rumah Cindy.


"loe kenapa val, mata Lo sampe bengkak begini" tanya Cindy, memapah valen menuju kamar nya


"loe duduk dulu gue ambil air es buat ngompres mata Lo" ucap Cindy, kemudian meninggalkan Vava dikamar nya


____________________________________________


***Terima kasih karena sudah membaca


ibu guru cantik "i love you"


jangan lupa like dan coment


serta vote yang banyak agar author lebih bersemangat dalam berkarya***

__ADS_1


__ADS_2