
setelah mengantar sikembar kesekolah segera Jaka menuju kampus dia perlu bicara dengan Lyra.
sampai diparkiran segera Jaka keluar dari mobil celingak-celinguk dia mencari mobil Arya ataupun Lyra.
*halo lyr.. Lo dimana*
*hai.. Jack gue masih dirumah ada apa*
*ngampus jam berapa*
*pagi jam pertama gue ada jam, kenapa Jack*
*gue tungguin Lo dikampus*
*oh.. ok gue nunggu jemputan kak Arya*
"elah ni orang kurang ajar banget main tutup telpon aja" gerutu Lyra setelah mendapat telepon dari Jaka
"lyr... dijemput la Arya tuh" suara sang mami memanggil
"iya mi. Lyra dah selesai kok, tunggu bentar" Lyra pun segera mengambil tas kuliah nya, segera berlari keluar kamar, setelah berpamitan pada sang mami. Lyra segera menuju teras rumah dimana kakak keponakan nya menjemput.
"kak Willi juga bareng ke kampus ya" tanya Lyra malu-malu
"iya lyr.. semalem gue diculik sepupu Lo, diajak dugem" jawab Willi sekenanya
"bacot Lo Wil" ucap Arya
"jangan didengerin lyr, ngaco, dia tuh yang datang apartemen gue udah kayak kerbau dungu, udah tua juga masih mabuk-mabukan" ucap Arya lagi
"diem Lo berisik" ucap William
"ada masalah apa kak kok sampe mabuk-mabukan" tanya Lyra
"udah lyr gak usah dipedulikan, gak bakal insyaf dianya" ucap Arya, segera melaju ke arah kampus
Lyra menatap sayu wajah William, pria yang diam-diam dia cintai, Lyra pun hanya membuang nafas nya secara kasar.
lama Lyra menatap William hingga tiba-tiba William menoleh kebelakang tepat dimata Lyra. mereka berdua terkejut lalu sama-sama membuang muka.
___________________________
baru saja turun dari mobil, tangan Lyra sudah ditarik oleh Jaka
"Ar.. gue pinjem Lyra bentar" ucap Jaka, kemudian menarik Lyra menjauhi kedua sahabatnya.
"ada apa sih kak, kayak yang penting banget gitu" ucap Lyra
"kita ke perpus bentar"
"boleh, masih ada 15 menit" ucap Lyra
"lyr... sory banget Lo bisa bantuin gue gak? gue bilang ma bokap gue setuju buat jadi tunangan Lo" ucap Jaka
"what... kakak gila ya, kenapa setuju sih" ucap Lyra
"gini deh kita buat perjanjian, Lo mau deketin Willi kan, gue bantu diam-diam buat dia cemburu dan ngerasa butuh Lo"
__ADS_1
"gak bisa gitu dong kak, kalau kak Willi malah jadi menjauh gimana" ucap Lyra
"gue jamin enggak deh, gue tau watak sahabat gue satu itu" ucap Jaka
"janji ya!! terus kakak maunya gimana?" tanya Lyra, "loe terima aja misal bokap loe mau ngejodohin gue ma Lo, Lo bilang jalanin dulu buat tahap perkenalan lebih jauh calon suami loe"," gimana" tanya Jaka
"boleh lah.. gue juga pusing ditanya tanya Mulu ma bokap" jawan Lyra
"pokoknya setiap kita jalan gue akan ajak William, ok"
"terserah kakak" ucap Lyra malu
"yah.. ni bocah beneran cinta ma dungu" ucap Jaka
"sembarangan ngatain bocah kita seumuran Lo, gara-gara kebiasaan gue manggil temen-temen kak Arya kak, akhirnya loe juga gue panggil kak" ucap Lyra sewot
"dan lagi ya kak Willi bukan dungu, dia belum dapatin aja wanita yang bisa ngebimbing dia dijalan yang bener" sahut Lyra lagi
"serah deh Bu ustazah mau ceramah apa, ayo gue antar Lo ke kelas" ucap Jaka
Lyra pun mengikuti Jaka berjalan menuju kelas nya.
_________________________________
"ngapain Lo Jack pagi-pagi dah heboh nyeret Lyra" tanya Arya, ketika mereka telah duduk diruang kelas menunggu dosen
"gue setuju dijodohin ma Lyra" ucap Jaka
"what.." William pun berteriak
"loe serius Jack, jadi Lo anak rekan bisnis om Is yang mau dijodohin ma Lyra" ucap Arya
"sorry boy.. no coment" jawab Arya
"Will ngapain Lo diem aja, habis teriak tadi, suara Lo ilang" tanya Jaka
"berisik loe, yah. gue ucapin selamat deh" ucap William cuek, yang hanya mendapat lirikan dari Arya
"alamat ngedugem lagi ntar malam" celetuk Arya, namun tidak digubris kedua sahabatnya.
______________________________
VAVA POV
"Bunda lulus nanti Vava boleh gak kuliah di Oxford university, Vava mau ambil jurusan kedokteran" ucap Vava yang duduk di ayunan menemani sang bunda yang memangkas beberapa batang dan daun anggrek layu
"kok berubah haluan sayang, bukan nya pengen keguruan kayak bunda" tanya sang bunda
"kayaknya Vava lebih tertarik jadi dokter seperti nenek buyut" ucap Vava
"kamu sudah yakin dengan pilihan mu, benar-benar mantap" tanya bunda sekali lagi
"lagi pula kenapa harus jauh sih, keluar negri Lo, di negeri orang, kami gak takut" ucap sang bunda lagi, kemudian ikut duduk di ayunan samping Vava
"anak bunda gak lagi menghindari sesuatu kan" tanya sang bunda, sambil mengusap rambut putri satu-satunya.
"menghindar apa sih maksud bunda, Vava hanya ingin mandiri kok bund, kalau kuliah hanya di negeri sendiri sama aja bohong, pasti bentar-bentar vava pulang kerumah" ucap Vava
__ADS_1
"kita omongin nanti ya, nunggu ayah kamu setuju apa enggak, tapi bunda berharap kamu berfikir dengan masak apa yang kamu rencanakan, jangan sampai menyesal sayang" ucap sang bunda, kemudian keyra pun turun dari ayunan masuk kedalam rumah berjalan ke arah dapur.
Vava hanya termenung sepeninggal an sang bunda, jujur dia tidak sanggup jauh dari bunda juga ayahnya, namun lebih tidak sanggup lagi melihat abangnya. apalagi sampai menikah dengan wanita lain.
mungkin dengan menjauh Vava mampu melupakan rasa cinta nya pada sang Abang.
Vava pun turun dari ayunan menyusul masuk ke arah dapur dimana sang bunda berada.
"bunda... masak opor ayam dong, vava kangen opor ayam bunda" ucap Vava memeluk sang bunda dari belakang.
belum selesai dia bermanja dengan sang bunda, tangan kekar ayahnya sudah melepas kan tangannya kemudian berganti an memeluk Bunda nya, dan menciumi pipi istri nya.
"ayahhhhh..." Vava merasa kesal karena ayah nya lebih mendominasi sang bunda.
"bunda punya ayah ya" ucap sang ayah manja
"dasar ayah bucin" ucap Vava kemudian berjalan ke arah mesin pendingin untuk mengambil daging ayam yang biasanya dibekukan sang bunda.
Jonathan terkekeh melihat putri semata wayangnya cemberut.
"ayah ngapain sih, mau bantu masak" ucap Keyra
"enggak godain anak gadis ayah aja" jawab Jonathan
"ya udah lepasin bunda mau masak" ucap keyra
"gak ah" ucap Jonathan masih memeluk istrinya
"ayahhhhh" teriak Kenzo dari belakang rumah
kemudian suara teriakan Kenzo yang mau tak mau membuat Jonathan melepaskan pelukan nya dari sang istri.
dia lupa sedang istirahat bermain bola bersama sikembar, berpamitan mengambil air minu, namun mata jahilnya melihat Vava yang memeluk Bunda nya.
"ayah lupa mau ambil minum" Jonathan pun segera berjalan kearah kulkas mengambil air mineral.
____________________________________________
makasih buat yang udah like. author balas like juga Lo 👍👍👍
buat yang coment juga author kasi jempol,
gak terkecuali para haters tetep author kasi jempol👍👍👍
love love love 😍😍😍 buat yang udah vote
____________________________________________
***Terima kasih karena sudah membaca
ibu guru cantik "i love you"
jangan lupa like dan coment
serta vote yang banyak agar author lebih bersemangat dalam berkarya***
mau vote bingung cara nya
__ADS_1
👇👇👇