
"ayah akan mencoret nama kamu dari keluarga Atmaja, ayah akan mencoret kamu dari anak pertama ayah, kamu mencoreng nama baik ayah...... " ucap Jonathan.
Serasa tidak percaya dengan pendengaran nya Jaka langsung berdiri dan berlutut didepan Jonathan "ayah.. maafkan Abang ayah" ucap Jaka
___________________________
"ayah akan mencoret nama kamu dari keluarga Atmaja apabila kamu berani bermain-main dengan putri kesayanganku, ayah akan mencoret nama kamu dari anak pertama ayah karena kamu akan menjadi menantu ayah, dan kamu mencoreng nama baik ayah kalau saja ayah terlanjur melamar Lyra untuk mu, untung saja tidak karena Bunda mu marah besar bilang kalau ayah nekat melamar Lyra untuk Abang maka ayah gak dikasi jatah satu bulan" bisik Jonathan dikalimat akhirnya
Jaka tertawa mendengar gurauan sang ayah, Jaka pun berdiri memeluk sang ayah.
Jonathan menepuk nepuk punggung putra sulung nya. "kejar cinta kamu nak, tidak ada yang salah dengan cinta kalian, kalian berdua tidak memiliki hubungan darah"
"terima kasih ayah terima kasih" ucap Jaka
"sudah ayo keluar ayah lelah ayah ingin beristirahat, ayah mau minta jatah bundamu" ucap Jonathan jenaka
"ayah ngomongnya sama anak dibawah umur lho yah" ucap Jaka
"dibawah umur tapi kamu berani menciumi anak gadis ayah, awas saja kalau sampai Vava hamil diluar nikah, kalau kebelet pake pengaman" ucap Jonathan
"ayah... Abang gak sebejad itu ayah, Abang janji akan menjaga Vava hingga kami menikah" ucap Jaka
"gak usah janji, itu satu hal yang sulit kamu tepati kalian sudah sama-sama dewasa. pasti banyak setan berkeliaran disamping kalian ketika hanya berdua" ucap Jonathan
"ayah kok Abang berasa ngobrol dengan devil ya!" ucap Jaka
"anak kurang ajar, kamu mengatai ayah devil" Jonathan pun menjitak kepala Jaka
dua laki-laki beda generasi itu pun tertawa bersama, Jonathan masuk kedalam kamar nya, sebelum masuk Jonathan sempat-sempatnya menggoda Jaka "Abang awas ya jangan bersolo karir di kamar mandi" ucap Jonathan kemudian menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Jaka hanya menggeleng kan kepalanya, kok bisa sih bunda betah menghadap suami mesum seperti ayahnya itu. tidak Jaka pungkiri bahwa cinta yang dimiliki kedua orang tua angkatnya begitu besar, membuat semua orang iri, ayahnya seorang laki-laki yang romantis dan lembut pada bunda nya.
__ADS_1
padahal dikantor ayahnya terkenal tegas, dingin, galak dan mudah sekali emosi apabila ada kesalahan yang fatal tak segan-segan Jonathan memecat karyawan tersebut ditempat pada saat itu juga.
flashback end
__________________________________________
ternyata benar kata ayah kalau berdua banyak setan jahanam yang berada diantara mereka berdua, terbuktikan sekarang Jaka mati Matian menahan birahinya.
bagaimana tidak dia menatap bibir merah adiknya yang sedikit terbuka seolah menggoda nya untuk meminta ciuman, belum lagi sesuatu yang menonjol didadanya, seolah meminta untuk di pegang dan di ***** , lagi pula sejak kapan dada Vava yang semula datar jadi mengembang sebesar ini siapa sih yang meniup nya, batin Jaka. belum lagi kaki Vava yang membelit kakinya yang memeluknya seperti guling, tahukan kamu dek Jaka junior terbangun, dan terasa sesak ingin keluar.
Jaka pun perlahan beranjak dari tidur nya, perlahan dia bangun dan bangkit berdiri agar tida membangun kan Vava, Jaka segera keluar dari kamar Vava, dia masuk ke kamar disebelah nya dan segera mandi dia perlu mandi keramas untuk mendinginkan kepala nya. dan benar kata ayah dia harus bersolo karir dikamar mandi.
setelah selesai mandi dan berganti pakaian Jaka segera keluar dari kamarnya. Jaka menelpon bunda nya. selisih waktu antara Jakarta dan as adalah 11 jam. disini jam 10 malam, disana pastilah sudah pagi sekitar jam 8-9 pagi biasanya pada jam jam itu sang bunda menyirami tanaman dan bunga-bunga ditaman sambil berjemur. dia pun memesan satu kotak pizza dengan topping daging dan buah, sementara menunggu ia pun menelpon sang bunda.
*halo sayang* suara renyah sang bunda menyapa nya, Jaka sengaja men loud speaker panggilan tersebut.
*bunda.. Abang sudah sampai di apartemen dan Abang sudah bertemu adek"
*baik bunda dan sehat walafiat*
*syukur lah, gimana misinya sudah belum* tanya sang bunda antusias
*sudah bunda, Alhamdulillah misi suksek dan berjalan lancar* jawab Jaka
*ya sudah kalau begitu disana masih malam kan, buruan tidur dan beristirahat* titah sang bunda
*baik bunda* ucap Jaka, ia pun mematikan panggilan line telepon
kini Jaka beralih ke sofa depan tv dengan membawa cangkir kopi miliknya, ia pun menikmati pizza yang sudah datang sambil menonton film action.
______________________________________
__ADS_1
sementara Vava dikamar terkejut ketika bangun melihat sudah tidak ada lagi sang Abang. dia pun berfikir jangan-jangan tadi itu hanya mimpi, vava pun segera turun dari tempat tidur dia bergegas keluar dari kamar.
sayup-sayup terdengar suara tv hidup, vava berjalan cepat ke arah ruang tv, ternyata sang Abang sedang menonton tv dan asik makan pizza. Vava pun berjingkat jingkat, mendekat kearah Jaka dia pun menutup kedua mata sang Abang dengan kedua telapak tangannya nya.
"terbangun sayang" tanya Jaka, deg.. jantung Vava berdetak kencang saat Abang nya memanggil sayang, jaka pun melepaskan tangan vava yang menutupi mata nya, masih dengan memegang tangan itu Jaka pun mendongak kan kepalanya menatap kearah Vava, ditariknya tengkuk sang adik, diciumi nya bibir itu bibir yang sudah merupakan candu baginya. lama mereka menikmati candu itu, mereka berciuman seperti adegan Mary Jane dan Peter Parker sebuah film romantis dimana pemeran utama nya, bergelantungan tengah berciuman dengan pemeran wanita nya.
Jaka pun menarik Vava agar duduk dipangkuan nya, ia menyuapi pizza enak tersebut kemulut Vava.
"Abang stop, aku gak mau ngemil tengah malam, aku tidak suka bila ada banyak lemak diperut ku" ucap Vava ia membungkam tidak mau menerima suapan pizza dari sang Abang
"tidak ada lemak diperut mu sayang" Jaka pun mengusap lembut perut rata milik Vava ada gelenyer gelenyer aneh yang Vava rasakan. Vava menyentuh tangan Jaka,
Mereka saling memandang akhirnya mereka pun mulai berciuman lagi seolah tidak ingin berhenti, bahkan tangan Jaka yang semula hanya menyentuh perut Vava sudah beralih naik keatas, apalagi Vava yang tak mengenakan *** memudahkan tangan Jaka untuk ******** dan menyentuh ***** milik vava . Jaka pun mulai meny*** dengan rakusnya. seolah ia seorang bayi yang benar benar kehausan. bayi yang tidak ingin melepaskan sebelum ia merasa kenyang, ia pun merasa kurang ia pun menginginkan lagi lagi dan lagi, mereka menginginkan lebih lebih dan lebih lagi.
Nafas mereka sudah tidak beraturan, mereka hanya dua remaja yang sudah tumbuh dewasa, yang terkadang naf*** pun mengalahkan segalanya
Alam bawah sadar mereka bekerja sesuai naluri tidak ada yang memberi perintah, tidak ada yang memprovokasi, dan benar kata ayah seharusnya dia menyiapkan alat pengaman.
________________________________
panas dingin buat para pembaca.
yang puasa jangan batal ya
Semoga direview malam hari ya 🙈🙈🙈
terima kasih sudah membaca
*ibu guru cantik " I Love you"
terima kasih untuk like, coment dan vote nya
__ADS_1