Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 10


__ADS_3

ya Tuhan.. maaf sayang aku kelamaan meeting pagi ini" Jaka berusaha sewajar mungkin agar tidak terlihat jika ia melupakan janji nya, ia tidak ingin ibu hamil di depan nya marah pada nya karena melupakan janji nya. ia pun segera meraih jas yang ia lepas di sandaran kursi nya.


Belum sempat ia berdiri, sudah ada suara wanita yang keluar dari toilet. "mas Jaka, ada siapa?" ucap wanita tersebut.


'astaga' ia melupakan keberadaan Sesilia, anak dari Pak Baskoro yang mewakili meeting siang ini.


Vava pun mengerutkan dahinya, dan menatap curiga pada suaminya.


terlihat lah sosok cantik keluar dari kamar mandi di ruang kerja Jaka, wanita tersebut keluar dengan anggun nya menggunakan sepatu hak tinggi dan juga setelah jas kerja serta rok yang menurut Vava tidak bisa di sebut rok, karena saking pendek nya, mungkin jika wanita tersebut sedikit menungging akan terlihat lah dalaman nya.


oh...astaga... apa apaan ini, jadi karena wanita ini suaminya lupa dengan nya, baiklah katakan ia lupa dengan istrinya tapi bagaimana bisa ia lupa dengan anaknya, jadwal periksa kandungan hanya sebulan sekali loh. masa iya dilupakan, ok... ini benar benar keterlaluan.


"Sesil.. kau sudah selesai, oh ya kenal kan ini istri ku Vava, dan sayang ini client aku Sesilia kami baru saja selesai meeting, dia teman kuliah ku dulu" ucap Jaka mengenal kedua wanita yang ada di dekat nya.


"Oh.. hai, aku Sesilia panggil aja sesil, gak nyangka ternyata kamu udah nikah Mas" ucap Sesilia ia mengulurkan tangannya pada Vava dengan angkuhnya.


'Mas....??? whattttt? bisa bisanya manggil mas ke suamiku' batin Vava tak senang ia pun memasang benteng pertahanan agar suaminya tidak berpaling.


"ya.. aku Vava istri bang Jaka, salam kenal semoga kerjasama nya berjalan sukses ya" ucap Vava, ia pun tak kalah angkuh nya saat memperkenalkan diri nya.


"Abang udah selesai belum, inget Lo jadwal periksa dedek" Vava pun memeluk tangan Jaka, mode on siaga

__ADS_1


Sesilia menatap tak suka pada tangan Vava yang memegang Jaka, katakanlah ia cemburu pada wanita yang sudah menjadi istri sah mantan pacar nya itu.


pacar.. ya kisah mereka terjalin selama mas kuliah, hanya saja Sesilia lah yang menganggap Jaka sebagai kekasihnya sedang kan Jaka hanya menganggap nya teman, teman tapi mesra karena dimana pun ada Jaka pastilah ada Sesilia. lebih tepatnya kemanapun Jaka pastilah Sesilia akan mengikuti.


"iya sayang" ucap jaka ia pun mengecup dahi Vava yang tengah menengadah menatap nya.


"oh.. ya Sil, maaf ya gue gak bisa nganterin Lo, gue mau nganterin istri gue periksa kandungan" ucap Jaka.


"iya mas.. tenang aja aku bisa pulang sendiri kok, besok aku kesini lagi buat bahas yang belum selesai tadi" jawab Sesilia, ia pun pergi begitu saja keluar ruangan jaka tanpa berpamitan pada Vava.


benar benar membuat geram ibu hamil satu ini, "siapa sih" tanya Vava ia melepaskan pegangan tangan nya.


"loh.. kan tadi udah kenalan! kenapa sih?? cemburu ya" ucap Jaka, ia merasa senang jika istri kecilnya cemburu, apalagi melihat pipinya yang menggembung udah mirip ikan mas koki.


"sayang.. tunggu dong, kok Abang ditinggal sih, ntar Abang di culik cewek seksi gimana?" teriak Jaka ia pun berjalan cepat mengikuti istrinya.


"Sasya saya pergi dulu periksa kandungan istri saya, setelah jam makan siang saya akan ada di tempat, jika nanti ada yang membuat janji" ucapnya, ia meninggal kan pesan pada sekertaris nya tersebut sebelum kembali mengejar istrinya yang sudah masuk ke dalam lift.


'astaga, bagaimana bisa ibu hamil ini jalan begitu cepat' batin Jaka, ia sudah ngos-ngosan ketika sampai lift.


"kok di tinggalin sih" tanya Jaka.

__ADS_1


"kelama..." belum selesai Vava bicara mulut nya sudah dibungkam oleh bibir Jaka.


Vava pun menerima dengan senang hati, katakan lah seharusnya ia marah tapi mau bagaimana lagi, ia akan selalu pasrah dan takluk dengan sentuhan sentuhan dari suaminya. bahkan kadang ia meminta lebih, mungkin hormon dalam tubuh nya atau lebih tepatnya bawaan orok.


"Abang...." teriak Vava ketika Jaka melepaskan pangutannya.


"gemes tau gak? dari datang loh ini pipi menggembung terus, mulut di tarik ke bawah mulu, Abang minta maaf sayang.. Abang baru selesai meeting" ucap Jaka.


Ting... suara pintu lift terbuka. keluar lah mereka berdua, masih dengan perdebatan yang sama, hingga mereka ke parkiran dan masuk ke dalam mobil Jaka.


"alasan... harusnya begitu selesai Abang hubungi Vava, bukannya malah berduaan sama wanita lain di ruangan Abang" jawab Vava tidak terima.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai...hai...hai....


maaf ya kelamaan banget yang update maklum dampak virus Corona


🤣🤣🤣🤣🤣🤣


netizen : author somplak ya!! datang datang ketawa.

__ADS_1


author : 😭😭😭😭 tega bener


__ADS_2