
plakkk... satu tamparan keras di pipi mulus milik Sesilia, siapa lagi pelaku nya jika bukan Pak Baskoro.
"papa..., kenapa papa tampar sesil" tanya sesil yang terkejut karena bari saja ia merebahkan tubuh nya setelah kembali dari restoran ia malah mendapat satu tamparan keras dari pak Baskoro.
"gadis bodoh, dengan siapa kau membuat masalah, apa otak mu tidak kau gunakan. hah??" teriak pak Baskoro.
"astaga papa.. kenapa papa tampar sesil pa" Bu Asri datang tergopoh-gopoh saat mendengar suar gaduh. ia melihat pipi kanan putri nya merah bekas tamparan suaminya.
"tanyakan pada anak manja mu itu, belajar di luar negeri bukan nya menjadi pintar malah belajar jadi pelakor" ucap pak Baskoro.
"maksud papa apa?" tanya Bu Asri yang masih bingung.
"tanya saja pada gadis bodoh itu" pak Baskoro pun pergi meninggalkan kamar Sesilia.
__ADS_1
"ya ampun Nak, sebenarnya ada apa sih, Sampai papa mu marah seperti itu?" tanya Bu Asri. "sebentar mama ambil kan es batu dulu untuk kompres pipi kamu" Bu Asri pun berlalu dari hadapan Sesilia.
lima menit setelah nya Bu Asri pun kembali dengan membawa baskom berisi air es dan juga waslap.
Dengan lembut Bu Asri mengompres pipi Sesilia. "ada apa?" tanya nya lagi.
"maaf ma, bukan maksud sesil mau merebut suami orang, tapi perempuan itulah yang sudah merebut calon suami sesil" ucap sesil masih dengan perasaan benar menurut nya.
"Jaka ma, sekarang namanya berubah menjadi Theo Konstantino Manfredo, dia dulu teman kuliah sesil ma, kami dulu berpacaran ma" ucap Sesilia.
"loh.. bukannya dia anak angkat nya pak Jonathan ya, dia kan sudah bertunangan dengan anak kandung pak Jonathan setelah putri nya lulus SMA" ucap Bu Asri.
"hah.. mama yang benar?" tanya Sesilia tak percaya.
__ADS_1
"iya bener, waktu itu malah papa kamu juga diundang, walaupun acara nya tidak di rayakan secara besar-besaran tapi pak Jonathan mengundang beberapa relasi bisnis nya yang dekat dengan pak Jonathan termasuk papa kamu" ucap Bu Asri, "kok bisa kamu bilang pacaran sama kamu waktu kuliah" tanya Bu Asri.
"emm.. belum jadian sih ma, tapi kami dulu dekat banget ma" ucap Sesilia, "lagipula sesil yang lebih dulu kenal dengan Jaka"
"otak kamu perlu di cuci ya" ucap Bu Asri ia menekan nekan pipinya putri nya dengan keras. "mereka bahkan bersama saat bayi bagaimana kamu bisa bilang kamu lebih dulu kenal, sudah lah jangan buat masalah lagi, keluarga kita bukan apa apa dibandingkan dengan keluarga pak Jonathan, jangan macam macam dengan putri semata wayangnya, kamu cantik nak banyak laki laki lain yang berebut menjadi suami mu" ucap asri ia pun meninggalkan putri nya yang masih saja keras kepala.
"apa iya istri Jaka anak pak Jonathan, bukan nya Jaka ya yang anaknya pak Jonathan, jangan jangan perempuan itu anak haram" ucap Sesilia
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
maaf ya part ini dikit banget, nyicil dulu mau ke acara konferensi tetangga, yang pasti repot seharian.
nanti malam nyusul lagi kalau gak ngantuk yah 😎😎😎
__ADS_1