Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
Tujuh puluh delapan


__ADS_3

vava menggelengkan kepalanya berkali kali. Jaka pun menangkup kedua belah pipi Vava.


"bilang dek kalau sudah tidak ada cinta lagi dihati kamu, maka Abang akan berusaha untuk melepaskan dan melupakan mu, meskipun rasanya tidak mungkin bisa" ucap Jaka. tumpah lah air mata Vava yang ia tahan sejak tadi, entah siapa yang memulai kini mereka sudah berciuman, hingga nafas mereka hampir habis.


Setrlah sadar Vava pun mendorong Jaka sekuat tenaga, "aku tidak ingin menikah dengan Abang" ucap Vava


"dan aku mohon Abang jangan ganggu kehidupan Vava sekarang, silahkan Abang pulang sendiri kerumah" ucap Vava lagi.


"kamu benar benar tidak menginginkan Abang dek, benar tidak ada cinta lagi" ucap Jaka menahan amarahnya.


"Vava ingin sendiri Abang, jadi Vava mohon Abang pergi" Vava pun berdiri ia berjalan menuju kamarnya, tak tinggal diam Jaka mengejar Vava dalam kamar


Jaka mendorong tubuh Vava hingga duduk dipinggir kasur milik Vava.


"ngomong sekarang Kalau sudah tidak ada cinta lagi untuk Abang, ayo ngomong dek Abang ingin mendengar langsung dari Mulut mu kalau kamu tidak mencintai Abang" ucap Jaka, yang masih memegang pergelangan tangan Vava bahkan meremasnya membuat Vava meringis kesakitan


"Abang sakit" ucap Vava berusaha melepaskan pegangan tangan Abang nya.


"jawab Abang sekarang dek" ucap Jaka dengan emosi nya, bahkan ia lupa bila ia telah menyakiti orang yang paling ia lindungi dalam hidupnya.


"Abang tangan Vava sakit" ucap Vava lagi buliran buliran air mata kini sudah jatuh dipipi Vava, ia menatap sendu wajah sang Abang tepat dikedua bola mata sang Abang


Jaka pun melepaskan pegangan tangan nya sadar karena telah menyakiti adiknya, Jaka berteriak frustasi. ia menarik narik rambut nya sendiri sedangkan Vava masih menangis sejadi-jadinya.


"Abang akan pergi dan menjauh dari mu" ucap Jaka, dia berdiri berjalan keluar dari kamar Vava. ia keluar dari apartemen nya, ia melaju dengan kecepatan tinggi tidak peduli dengan sumpah serapah ucapan orang-orang yang ia lalui, berkali kali ia hampir menabrak pengendara lainnya.

__ADS_1


____________________________________________


hingga malam vava menunggu kehadiran sang Abang namun Abang nya tidak datang datang. tadi setelah lelah menangis ia mencari keberadaan sang Abang namun tidak ada kunci mobil juga tidak ada, ia melihat pakaian Abang masih ada di lemari Abang. Vava berfikir abangnya juga butuh ketenangan, namun hingga malam tiba Abang nya juga tak kunjung pulang. dia sudah meminta bantuan om Jacob untuk mencari keberadaan sang Abang namun masih belum ada kabar.


Hingga tengah malam ia mendapat kabar terjadi kecelakaan didekat jurang dipinggir sungai yang mengakibatkan dua mobil terbakar, terdapat dua korban yang ikut terbakar diluar mobil, mayat sudah tidak dapat lagi diidentifikasi, dua mobil sudah dapat diidentifikasi dan salah satunya mobil milik Jaka. bagai tersambar petir seolah tak percaya bila pertengkaran nya dengan Abang membuat ia tidak pernah bisa melihat abangnya lagi.


Jacob segera memberi tau Jonathan dan Keyra, keyra menangis histeris tidak percaya bila anak sulung kesayangan harus meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. bahkan berulang kali keyra pingsan.


Mayat Jaka dibawa pulang ke Indo dan dimakamkan di pemakaman milik keluarga Atmaja. Vava semenjak mengetahui bahwa sang Abang kecelakaan parah dan melihat kondisi Mayat Jaka juga sama seperti sang bunda pingsan bahkan sampai mayat Jaka dimakam kan Vava masih belum sadar.


semua berduka atas meninggalnya Jaka, seolah tak percaya, sahabat sahabat Jaka yang berada di negara adidaya tempat Vava kuliah juga ikut mengantar tubuh yang telah ditinggal kan roh nya tersebut hingga ke peristirahatan terakhir.


banyak para sahabat dan kolega dari ayah Jonathan yang tidak percaya atas kepergian putra sulung Jonathan. Jonathan sendiri begitu terpukul, ia kehilangan salah satu penerus perusahaan nya.


kediaman keluarga Jonathan sudah tampak sepi hanya tertinggal. kakek atta, opa Sebastian dan juga Julian yang masih berbincang-bincang dengan Jonathan.


perlahan mata Vava pun membuka ia berusaha menyesuaikan kedua bola matanya dengan sinar dari lampu yang ada di kamarnya. ia teringat dengan abangnya, dia pun langsung terduduk namun kepalanya terasa sakit dan berat. ia mengerang menahan sakit dikepalanya.


"kamu sudah sadar sayang" ucap keyra, ia segera mengambil air minum yang sudah tersedia diatas nakas, Vava pun meminum habis dalam sekali teguk.


"Abang dimana bunda" tanyanya, setelah sadar dengan perkataan nya ia mulai menangis. " sabar sayang yang tabah ya nak, kita ikhlas kan kepergian Abang" ucap keyra, bahkan air mata keyra yang semula mengering kini mulai membanjiri pipinya, ia tak sanggup melihat betapa terpuruk nya anak gadis nya.


"Vava yang salah bunda, Vava penyebab kecelakaan Abang"


"bukan sayang ini semua takdir Tuhan, Tuhan lebih menyayangi Abang kamu, jadi Ia mengambil Abang dari kita, bukan salah kamu nak"

__ADS_1


"semua salah Vava bunda, andai saja Vava tidak egois Abang pasti masih bersama kita Bunda, Vava mencintai Abang bunda, Vava butuh Abang, Vava ingin hidup bersama Abang bunda"


"sudah sayang, kita ikhlas kan Abang kamu ya nak" ucap Oma Karin, Oma Karin melihat betapa hancur nya cucu kesayangan nya. "jangan pernah menyalahkan diri sendiri sayang, semua adalah takdir, jangan menangis lagi beri jalan untuk Abang Jaka agar ia tenang disana" ucap Oma Karin lagi


keyra sudah tidak sanggup menatap putrinya, melihat betapa hancur nya Vava, Oma Karin pun mengambil alih Vava dari pelukan keyra, kini keyra dibawa nenek Lina keluar kamar menuju kamar Keyra.


bibi surti masuk dengan membawa nampan berisi susu coklat dan bubur diatas nampan, Keyra meminta pada bi surti agar mengantar makanan tersebut


"sayang kamu makan dulu ya" ucap Oma


"nanti saja Oma, Vava belum lapar"


"sayang sedari kemarin Lo kamu belum makan apapun, jangan sampai sakit, mau Oma suapin?" tanya Oma Karin.


"Oma Vava ingin melihat jasad Abang untuk terakhir kalinya" ucap Vava


"maaf sayang, kami tidak dapat menunggu lebih lama lagi, jadi kami sudah mengubur jasad nya" ucap Oma Karin


bahkan untuk mengantarkan jasad sang Abang ke tempat peristirahatan nya yang terakhir pun ia tidak bisa apalagi untuk melihat jasad Abang nya yang terakhir kali.


Vava menangis sejadi-jadinya hingga ia merasa kepalanya berdenyut denyut, matanya berkunang-kunang, akhirnya ia pun pingsan kembali dan membuat Oma Karin panik, berteriak memanggil Jonathan dan Keyra.


____________________________________________


terima kasih sudah membaca

__ADS_1


'ibu guru cantik " I Love you"


__ADS_2