Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
Extra part 6


__ADS_3

"ayah seperti nya benar kata ayah, Jaka harus hati-hati dengan pak Rian, dia berusaha menjebak Jaka" , "ayah sudah bilang agar kamu berhati-hati, untung saja kamu memeriksa draft kontrak iklan itu kalau tidak kamu pasti dipaksa membayar denda, apa yang dia inginkan??" , "ayah tau rian menginginkan sesuatu" , "sudah bukan rahasia umum lagi jika Rian berani memberikan keuntungan lebih pasti ada yang sedang dia incar" , "Jaka belum tau apa yang dia inginkan" , "ya sudah kamu tetap berhati-hati dalam bekerja, karena kamu sudah terlanjur bekerja sama dengan nya" , "baik ayah Jaka akan lebih hati hati"


*******


selama seminggu iklan nya dibuat akhirnya selesai juga, kini PT. Waterfall perusahaan air minum milik Rian mengadakan pesta syukuran atas berhasil nya iklan kerja sama dengan perusahaan Atmaja group milik ayah Jonathan yang dikelola oleh Jaka.


"pak anda kedatangan tamu pak Rian" ucap Sasya di line telepon, "suruh masuk" , "baik pak"


"seperti nya anda benar benar sibuk pak Theo" , "tidak sesibuk anda pak Rian yang masih menyempatkan waktu untuk ber kunjung kemari. apa ada yang bisa saya bantu" , "tidak tidak kebetulan lewat dan saya ingin memberikan anda undangan pesta atas keberhasilan iklan serta produk saya"


"kapan itu, akan saya usahakan datang bila tidak mungkin akan saya wakilkan pada bagian pemasaran"


"saya harap anda datang sendiri bersama istri anda, sebagai tuan rumah saya akan sangat senang bila anda berdua bisa hadir"

__ADS_1


"saya tidak bisa memastikan istri saya ikut, dia tidak menyukai suasana bising" , "tenang saja saya akan memesan private room khusus untuk kolega kolega penting kita"


"yah.. kita lihat saja nanti" , "baik lah pak Theo saya permisi kalau begitu"


*******


"Abang aku tidak ingin ikut ke pesta itu" , "kita hanya pergi sebentar untuk menghargai pa Rian, soalnya dia sendiri dek yang antar undangan nya, Abang tidak enak hati bila tidak hadir, tenang saja disana sudah ada bagian divisi pemasaran jadi kita hanya datang sebentar setelah itu kita pamit ok.."


"selamat datang tuan Theo dan nyonya Theo" ucap Rian dia menyalami Jaka dan juga Vava, "terima kasih atas kepercayaan anda pada perusahaan kami untuk mengiklankan dan juga memasarkan produk anda" ,


gadis itu benar benar cantik, bagaimana bisa seorang seperti Theo bisa mendapatkan gadis secantik Valentina, batin Rian.


"sebaiknya kamu duduk disini dek, Abang mau menyapa beberapa kolega Abang dulu setelah itu kita berpamitan" Jaka menarik tubuh Vava agar duduk, di tempat yang sudah disediakan, ia mencium kening Vava.

__ADS_1


"boleh aku ke stand makanan" ucap Vava, "ya sudah Abang antar kesana, Jaka mengantar kan Vava ke stand makanan, lalu meninggalkan nya disana.


Vava berputar putar di stand makanan yang tersedia, dia berfikir untuk memakan beberapa menu yang akan muat diperut nya. tingkah laku Vava tidak terlepas dari tatapan mata seseorang.


Ia pun mendekati Vava dengan membawa dua gelas jus jeruk. "hai.. seperti nya ibu hamil bingung memilih makanan" , "Ahhh... pak Rian anda mengejutkan saya, makanan nya terlihat lezat semua, aku bingung pilih yang mana saja agar muat diperut ku" Rian tertawa senang melihat Vava yang terlihat kebingungan itu "menyesal tadi aku makan dulu di rumah" Vava menggembungkan pipinya.


Rian semakin gemas ingin sekali dia mengecup pipi yang menggembung itu, apalagi bibirnya yang menggoda itu. "oh iya pak Rian istri nya tidak di ajak??" tanya vava, tangan nya masih sibuk memilih milih cake.


"tentu saja ikut, dia berada di private room, anda mau kesana, disana sepi dan nyaman untuk anda" , "benarkah??" tanya Vava matanya membulat sempurna, "aku tunggu Abang dulu yah" , "akan saya antar kan anda nanti saya akan mengatakan pada pak Theo supaya menyusul anda disana, tamu yang harus didapat seperti nya masih banyak"


"ohhhh... baiklah kalau begitu, ayo" , "letakkan makanan nya biar pelayan mengantar semua jenis makanan disini jadi anda bisa memilihnya disana" , "anda tau sekali apa yang saya pikirkan, Terima kasih pak Rian"


Rian berusaha memeluk pinggang Vava, namun Vava menghindari nya dengan berjalan agak lambat jadi tampak lah Vava yang pura pura mengikuti Rian di belakang.

__ADS_1


'kok perasaan aku gak enak ya, apa lebih baik kabari Abang dulu' batin Vava dia lalu mengetik sesuatu di ponsel nya, mengatakan bahwa dia akan ke private room bersama Rian bertemu dengan istri nya.


__ADS_2