Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
Tujuh puluh lima


__ADS_3

Nafas mereka sudah tidak beraturan, mereka hanya dua remaja yang sudah tumbuh dewasa, yang terkadang naf*** pun mengalahkan segalanya


Alam bawah sadar mereka bekerja sesuai naluri tidak ada yang memberi perintah, tidak ada yang memprovokasi, dan benar kata ayah seharusnya dia menyiapkan alat pengaman.


Jaka langsung sadar akan perbuatannya, ia segera melepaskan Vava, mengingat kata ayah mengingat kannya pada sang bunda juga. bunda sudah berpesan dan wanti-wanti


"awas Abang berani macam-macam, bunda sunat lagi kamu" ancam bunda.


Jaka tersenyum melihat Vava dengan wajah syok dan memerah membuat Jaka gemas padanya. "Abang akan jaga yang satu ini, untuk malam pertama kita nanti" ucap Jaka.


Jaka menangkup wajah Vava "sabar yah" ucap nya lagi


"Abang apa-apaan sih" ucap Vava ia pun mencubiti tubuh sang Abang hingga membuat Jaka berteriak minta ampun.


______________________


keesokan harinya Jaka yang masih tidur dengan posisi memeluk Vava.


terdengar suara handphone milik Vava berbunyi, Vava dengan enggan mengangkat panggilan, ia melihat panggilan video call dari sang bunda dengan santai nya Vava pun mengangkat panggilan tersebut.


*halo bunda, selamat pagi* sapa Vava


*halo sayang selamat pagi, kok gelap* tanya bunda


*gelap?? bunda ini sudah pagi Lo*


ucap vava


*sayang arahkan telpon nya kewajahmu, bunda video call*


*ah... maaf Bunda Vava gak sadar ngangkat telponnya* jawab Vava


*tunggu siapa yang tidur disebelah mu, wajah siapa itu*


'astaga Astaga astaga aku lupa semalam kami tidur bersama. mati aku bunda pasti marah' batin vava, ia masih belum berani mengarahkan handphone nya ke wajah sang Abang yang masih tidur nyenyak'


*Vava siapa itu? apa itu Abang?* teriak Keyra


Vava akhirnya mengarahkan handphone nya kewajah Abang yang masih tidur nyenyak

__ADS_1


*kalian berdua pulang sekarang juga* teriak Keyra diline telpon


Jaka yang mendengar suara bunda terkejut, ia langsung duduk, karena kebiasaan nya yang tidur tidak pakai baju, semakin membuat keyra salah paham dengan keadaan mereka berdua.


*apa yang kalian lakukan* teriak Keyra


*maaf bunda* jawab Vava


Jaka mengambil alih telpon genggam dari tangan Vava


*selamat pagi bunda cantik* sapa Jaka


*bunda jangan salah paham kami gak ngapa-ngapain bunda, Abang ketiduran dikamar Vava* ucap Jaka lagi


*bund gak mau tau, kalian berdua segera pulang, secepatnya* ucap keyra, langsung menutup sambungan line telepon secara sepihak


"yah... bunda marah dek" ucap Jaka seperti tidak terjadi apapun atas kemarahan sang bunda


"Abang jengkelin banget sih, kenapa juga tidurnya dikamar Vava, mana gak ijin dulu, sekarang ketahuan bunda kan" sungut Vava


"gak apa-apa lah dek, paling juga dikawinin, malah biar cepat halal Lo dek"


"sayang walaupun kita menikah kita bisa menunda kehamilan dulu" jawab Jaka


"gak gak pokok nya Vava gak setuju menikah di usia ku sekarang, aku masih ingin kuliah dan ngejar cita-cita ku" ucap Vava


"dek meski kita menikah kamu masih tetap bisa melanjutkan sekolah mu mau itu sampai S3 Abang juga tetap ngijinin, kamu mau nerusin karir kamu jadi dokter Abang juga setuju, Abang gak bakal ngelarang" Jaka berusaha memberikan penjelasan


"ah.. Abang pikirannya kenapa cetek banget sih, bodo ah.. sebel deh, keluar sana aku mau mandi" ucap vava mendorong sang Abang keluar kamar, Jaka hanya tersenyum sebelum sampai pintu Jaka mencium bibir Vava terlebih dahulu "morning kiss sayang" kemudian Jaka langsung keluar kamar sebelum adiknya mengamuk.


"abangggggg mesummmmm" Vava hanya mampu menghentak hentakan kedua kakinya dilantai, dia benar-benar heran bagaimana abangnya jadi semesum itu main sosor sembarangan gak kenal tempat gak kenal waktu. udah mirip bebek sosor sana sosor sini. Vava kemudian memegang kedua pipinya yang terasa memanas


'ih... bodo ah' batin vava ia pun menggeleng geleng kan kepalanya.


pagi itu Jaka mengantar Vava pergi ke kampus, dia pun melanjutkan perjalanan ke kafe milik ayah Jonathan.


Jaka bertemu dengan Om Jacob anak dari adik kakek Sebastian, Om Jacob lah yang dipercaya ayah Jonathan untuk mengelola cafe milik ayah, om jacob sudah membuka hingga tiga cabang yang tersebar di kota ini yang terbesar adalah didekat kampus.


"om apa kabar" sapa Jaka "hai jagoan kamu semakin dewasa dan tampan, kabar om baik baik saja bahkan sangat baik semenjak om dipercaya mengelola cafe milik ayah mu" jawab Om Jacob. Mereka pun mengobrol kesana kemari Jaka menghabiskan waktu disana sambil menunggu waktu untuk menjemput Vava.

__ADS_1


"hai Jack.. kamu Jaka kan" sapa seorang gadis cantik dan seksi, Jaka ingat dia belevia teman satu angkatan dengan nya dahulu.


"oh.. hai bele apa kabar" Jaka pun balik menyapa belevia.


belevia gadis keturunan Perancis dan sama-sama kuliah di negeri Paman Sam ini. Jaka memang dekat dengan bele bahkan banyak yang mengira bila mereka berpacaran.


Jaka pun akhirnya mengobrol dengan bele mengenang masa masa mereka kuliah dahulu.


akhirnya bele pun menghubungi sahabat sahabat mereka untuk berkumpul dan bernostalgia, satu persatu mereka datang Felix, Billi, Egon.


"sayang sekali Will tidak disini" ucapku


"benar sekali kenapa kau tidak menghubungi nya" ucap Felix


"kamu kira dari negara ku ke negara mu ini hanya perlu waktu 15 menit maka Will akan sampai" ucap Jaka


mereka pun mengobrol dan berhaha hihi ria, hingga suara telpon genggam milik Jaka berbunyi.


*Abang Vava selesai lima belas menit lagi*


*ok.. sayang Abang jemput sekarang* balas Jaka* Jaka pun segera berpamitan dengan teman-teman nya, dan berjanji datang lagi setelah menjemput sang adik.


dari kejauhan Jaka melihat Vava yang keluar dari gerbang kampus bersama beberapa temannya. Jaka terkejut melihat Vava yang bercipika cipiki dengan teman temannya bukan hanya teman wanita tapi teman pria. darahnya seolah mendidih melihat kejadian itu, segera dia turun dari mobil dan menghampiri gadis nya tersebut.


"loh Abang udah nyampe dari tadi ya?" sapa Vava, Vava yanh merasa senang karena Abang nya sudah tiba segera memeluk sang Abang , seketika luluh hati Jaka, yang sebelumnya ingin marah. kini hanya tersenyum kemudian berjalan dengan memeluk pinggang Vava secara posesif.


dan membawa Vava kembali ke kafe.


Jaka pun mengenalkan Vava kepada teman temannya. belum sempat Jaka duduk ternyata si mungil Lucie pun datang. Lucie dengan percaya diri nya memeluk Jaka dan memberikan ciuman dipipi kanan kiri Jaka. Vava yang melii adegan itu langsung saja mengerucut kan bibirnya.


_______________________________


terima kasih sudah membaca


"ibu guru cantik I Love you"


jangan lupa like dan komen


perbanyak vote nya buat author ya

__ADS_1


__ADS_2