Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
delapan puluh dua


__ADS_3

Tengah malam pintu ruangan ku kembali diketuk orang ketika kutanya siapa


ternyata Henry lagi, ia pun ku persilahkan masuk "ada yang bisa saya bantu tuan Henry"


"maaf dokter tuan ku memerlukan anda", "apa yang terjadi, segera kuraih jas dokter ku, dan mengambil stetoskop milik ku dan setengah berlari keruang pria tersebut, aku segera masuk kulihat dia duduk bersandar.


"apa yang terjadi tuan, apakah anda merasa ada yang salah dengan tubuh anda"


iapun terkejut dengan responku kemudian menatap Henry yang baru saja masuk. Henry tersenyum dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal laku ia pun mengusap tengkuknya sendiri.


aku tidak peduli dengan tatapan mata mereka berdua segera kuarahkan stetoskop ku ke dadanya untuk memeriksa, demi Tuhan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada pria ini.


ia pun memegang pergelangan tangan ku dan berkata "terima kasih dokter sudah menyelamatkan nyawa saya",


"bukan saya yang menyelamatkan nyawa anda tapi Tuhan lah yang menyelamatkan Anda, dan kami para dokter hanya sebagai perantara", "permisi tuan apa ada lagi yang bisa saya bantu" tanyaku


"tidak dokter terima kasih"


"baiklah kalau begitu bisakah anda melepaskan tangan saya" ,"oh.. maafkan saya dokter", aku pun segera pergi belum sampai pintu kembali pria tersebut mengerang kesakitan, aku pun segera berjalan kembali


"anda baik-baik saja tuan tanyaku", dia memegang lukanya "maaf tuan jangan ditekan lukanya" segera kualihkan tangannya yang memegang dadanya, kuarahkan stetoskop ku kembali ke dadanya untuk memeriksa kondisi nya.


**********


Theo Konstantino Manfredo POV


"hai tuan, tidak kah anda lihat dokter tadi begitu cantik, anda ingin tau siapa namanya"


"aku sudah tau" ucapku pada Henry pengawal kepercayaan Opa Manfredo.


"hah... kapan anda berkenalan dengan dokter cantik itu", "kau tidak perlu tau Henry, panggilkan dokter itu sekarang", "apa ada yang sakit tuan", "tidak ada dan jangan banyak tanya", "baik tuan"


kulihat pintu kamar ku terbuka dokter cantik itupun masuk dengan wajah yang begitu khawatir "apa yang terjadi tuan, apakah anda merasa ada yang salah dengan tubuh anda"


aku melihat ke arah Henry yang tersenyum dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal laku ia pun mengusap tengkuknya sendiri.

__ADS_1


kupegang tangannya aku pun mengucapkan terima kasih padanya


"terima kasih dokter sudah menyelamatkan nyawa saya",


"bukan saya yang menyelamatkan nyawa anda tapi Tuhan lah yang menyelamatkan Anda, dan kami para dokter hanya sebagai perantara", "permisi tuan apa ada lagi yang bisa saya bantu" tanyanya


"tidak dokter terima kasih"


"baiklah kalau begitu bisakah anda melepaskan tangan saya" ,"oh.. maafkan saya dokter", kulepaskan tangannya, tapi aku belum puas bermain dengan kucing kecilku yang sekarang sudah berubah menjadi singa dewasa yang ganas.


aku pun berpura-pura kesakitan sambil memegang lukaku "arrrggggg" kulirik dia berjalan kembali mendekati ku


"anda baik-baik saja tuan?" tanyanya", "maaf tuan jangan ditekan lukanya"


ia pun mengalihkan tanganku yang memegang dadaku, dan mengarahkan stetoskop nya kembali ke dadaku untuk memeriksa kondisi ku.


kulihat wajah cantik nya, kini dia benar-benar sudah dewasa. aku ingin memeluk dan mencium nya saat ini.


"apa masih sakit" deg jantung ku berdetak ketika dia menatap ku sangat dekat, kualihkan pandangan ku ke arah Henry, dia pun mengerti dan segera pergi dari kamar meninggal kan kami berdua.


perlahan kucium bibirnya, memberikan sentuhan sentuhan lembut dibibir nya. perlahan dia merespon ciumanku, dia membalas nya walaupun terasa masih kaku, sama dengan lima tahun yang lalu, gadisku gadis kecil ku yang kini sudah benar benar dewasa.


"argh.." aku mengerang kecil ketika tangannya tidak sengaja menekan lukaku, akibat nya ciuman kami terlepas. ia menatap ku antara bingung dan khawatir. aku pun tersenyum, melihat pipi nya kini berubah menjadi merah.


"maafkan kelakuan saya dokter", "a..aa..apakah sakit? maaf aa.. aku tidak sengaja", kupegang tangannya "tidak apa dokter, bolehkan saya tau nama dokter", "saya Valentina, panggil saja Valen"


"namaku Theo Konstantino Manfredo" panggil saja Manfredo"


"baik tuan Manfredo, bila sudah tidak ada lagi yang bisa saya bantu saya permisi"


kulihat dia berjalan keluar dari kamar ku, berganti dengan Henry yang kini masuk.


"hai.. hai.. apa yang telah anda lakukan pada dokter cantik itu tuan?"


"diam.. aku ingin beristirahat", "ahh.. anda tidak...", "Henry aku perlu senjata saat ini", "maaf tuan, maaf saya akan diam tuan".

__ADS_1


"hah.. anda tidak bisa diajak bercanda tuan", omel Henry berjalan menuju sofa


"Henry aku masih mendengar", dia pun langsung menutup mulutnya.


*******


Valen POV


'aaaarrrrrrhggggggggg.... bodoh sekali kenapa aku tidak menampar wajah tampan nya, bisa-bisanya aku membalas ciuman itu'


'aaaarrrrrrhggggggggg... maluuuuuuu sekali'


kurebahkan kepala ku dan ku bentur-bentur kan kepalaku ke meja.


'mau ditaruh dimana mukaku, pasti dia menganggap ku sebagai dokter gampang an, yang mudah dirayu, kalau bukan karena miripnya dia dengan Abang mana mungkin aku dengan mudah nya di cium laki-laki brengsek itu'


"dokter anda kenapa", "ezme sejak kapan kamu masuk", "maaf dokter saya mengetuk pintu anda dari tadi tapi tidak ada jawaban saya pikir anda tertidur, saya membawa selimut baru", "terima kasih ez"


"selamat pagi dokter", "selamat pagi juga ez, ayo jalan" aku pun berjalan kearah bangsal bangsal dirumah sakit ini memeriksa pasien yang sedang dirawat inap, dan yang terakhir aku mengunjungi kamar milik Manfredo.


"selamat pagi tuan Manfredo" ezme pun mulai beramah tamah dengan nya.


"bagaimana keadaan tuan pagi ini", "tuan sudah makin membaik dok", "baiklah karena mungkin anda sudah baik dan tidak ada yang dikeluhkan saya bisa mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit yang anda inginkan"


akupun berlalu dari kamar itu, berjalan bersama dengan ezme menuju ruangan ku,


masih ada satu jam untuk ku pulang.


"permisi suster ezme", "iya tuan Henry apa yang terjadi dengan tuan Manfredo", "tidak apa-apa, bisakah saya meminta bantuan kepada anda, tolong katakan pada dokter Valen untuk menjaga tuan kami, sementara saya akan pulang", "seperti nya anda berusaha menjodohkan dokter Valen dengan tuan Manfredo, ok..ok.. aku rasa ada baiknya bila dokter Valen tidak menjomblo lagi, dan sekarang waktu sudah selesai bagi shift kami untuk pulang", "kebetulan sekali saya bisa mengantar anda pulang suster cantik", "seperti nya tawaran yang bagus tuan Henry, saya akan.. ",


"ezme ayo kita pulang", "kebetulan sekali dokter, bisakah saya meminta tolong pada anda untuk menjaga tuan saya sebentar, saya harus kembali", "bukankah ada penjaga yang ada didepan pintu", "tidak dokter, tuan ku sudah memulangkan mereka karena seperti nya dokter tidak suka", "tapi maaf tuan Henry saya ada janji denga ezme untuk pulang bersama dan berbelanja", "saya yang akan mengantar nona ezme sekalian pulang dokter", "baiklah karena seperti nya saya tidak memilik alasan, saya akan menggantikan mu menjaga tuan mu", "terima kasih dokter kalau begitu kami permisi"


**********


terima kasih sudah membaca

__ADS_1


'Ibu Guru Cantik "I Love you"


__ADS_2