
VALENTINA JOERA ATMAJA
Seperti biasa karena ini hari Jumat maka Jaka akan menjemput Vava pulang sekolah
Ketika membuka pintu depan mobil Vava terkejut melihat Windi yang duduk di samping sang abang.
"ah.. maaf kak Val gak lihat kakak, kalau begitu Val duduk belakang" ucap Valentina
"eh.... Valen mau duduk didepan ya, Kalau begitu kak Windi duduk dibelakang aja, sini kamu duduk didepan" ucap windi menawarkan
"gak usah kak gak apa-apa vava duduk belakang aja" jawabku, kemudian beralih membuka pintu penumpang
aku begitu kesal melihat mereka berdua bercanda, apalagi kak Windi yang terlihat begitu dekat dengan bang Jaka
aku pura-pura sibuk dengan handphone ditangan ku
"sibuk apa sih dek, kok diam aja dari tadi" tanya Jaka pada Vava, dia melihat wajah masam adiknya sejak masuk ke dalam mobil.
"gimana sekolah nya tadi? baik-baik aja kan?" tanya Jaka lagi
"baik Abang" jawabku singkat
"kenapa manyun aja, ada masalah disekolah kah?" tanya Jaka lagi
"enggak bang, Abang fokus nyetir aja deh, Vava belum nikah ya gak mau mati gara-gara Abang nabrak" jawabku ketus
"Astaghfirullah val, kok ngomong nya jelek gitu, omongan bisa jadi doa Lo" ucap Jaka
"iya maaf, Abang bawel terus dari tadi pusing aku dengar nya" jawabku sewot
"Jaka aku turunin di market depan itu ya, ada yang mau aku beli" ucap windi
"ok... mau aku tungguin?" ucap Jaka
"gak usah lah, lagian dekat rumah kok, nanti aku jalan kaki paling gak nyampe 10 menit" ucap windi lagi
"oh... ok" ucap Jaka
segera Windi turun dimarket yang ia tunjukkan tak lupa mengucapkan terima kasih pada adik asuh nya dipanti dahulu "makasih ya ka atas tumpangannya, val aku turun dulu ya!"
"iya kak hati-hati" jawabku
"beneran win gak perlu gue tungguin" ucap jaka, "iya Jaka, kelamaan ntar Lo nungguin gue belanja, sekali lagi makasih ya tumpangannya"
_____________________________
__ADS_1
JAKA POV
"dek pindah depan dong, masa iya Abang jadi supir sih" ucapku
"ogah, males pindah-pindah" jawab Vava ketus
"kenapa sih dari tadi Abang ajak omong jawabnya sewot Mulu, Abang ada salah ya"
"udah aku bilang Abang fokus aja nyetir, gak usah berisik" jawabnya lagi
kulihat wajah cantik adikku, wajahnya benar-benar masam, apa ada masalah disekolah tapi tadi baik-baik aja waktu keluar gerbang, apa dia marah waktu Windi duduk didepan
"dek... dek..dek.. Valentina joera Atmaja" kupanggil namanya berkali-kali, dia masih diam dengan tatapan matanya keluar jendela
"adek Abang yang paling cantik dan paling Abang sayangi, Abang panggilin kamu dari tadi Lo"
"apasih bang" jawabnya tanpa melihat kearah ku
"jadi ikut Abang kerumah kakek atta" tanyaku
"jadi, tapi aku belum packing, berangkat jam berapa?" tanyanya mulai melihat kearah ku
"sini deh duduk didepan biar Abang enak ngomong nya, sakit leher Abang nengok belakang mulu, apa mau Abang gendong biar duduk didepan"
"iya iya bawel, vava pindah depan" Vava pun segera beranjak duduk pindah didepa
"gak mempan rayuannya, bukan nya udah kenyang liatin kak Windi duduk didepan" jawab nya sewot
"eh.. adik Abang cemburu nih, tadi kan Windi udah nyuruh pindah ganti an tempat duduk, kenapa malah menolak, sekarang Abang yang jadi sasaran"
"ihhh ..siapa yang cemburu, Vava kesal aja bang, harusnya kan kak Windi tau kalau Abang jemput Vava, kenapa gak langsung turun pindah depan, mana Vava terlanjur buka pintu depan, bete kan jadinya" ucap Vava
"ya udah Abang minta maaf, lain kali kalau ada yang nebeng lagi, Abang suruh pindah belakang, sekarang liat abang, kasi senyum dong" ucapku
Vava pun menoleh ke arah sang Abang, memberikan senyuman pada sang Abang.
"Abang pacaran ya sama kak Windi" tanya Vava
"kenapa memangnya kalau Abang pacaran sama kak Windi, kamu setuju gak?" tanya Jaka
"ya... ya... terserah Abang, kalau Abang suka kak Windi ya silahkan pacaran sama kak Windi" jawab Vava, kemudian memalingkan wajahnya menatap kaca disamping kirinya
"yakin nih dek, kamu setuju Abang pacaran sama Windi"
"iya terserah Abang" jawab Vava
__ADS_1
"harusnya jawabannya gak kayak gitu dek" ucap Jaka ,menghela nafas panjang
"maksud Abang apa? memang Vava harus jawab apa" tanya Vava antusias melihat kearah sang Abang
"eh.... gak apa-apa dek, dah yuks buruan turun, segera packing bawaan yang nanti mau dibawa" ucapku, kuusap rambut panjang nya sebelum dia turun
__________________________________
VALENTINA POV
"assalamualaikum... bundaaaaaaa" teriakku ketika masuk kerumah
"waalaikumsalam.... sudah pulang!! buruan ganti baju, jadi ikut Abang kerumah kakek atta?" tanya bunda Keyra
"jadi dong..." jawabku segera berlalu dari hadapan bunda, sebelum nya tak lupa kucium telapak tangan beliau serta kucium kedua pipi bunda, hal yang sama dilakukan juga oleh Abang
"ayah belum pulang bund" tanya Jaka
"sudah sayang, ayah baru mandi, kamu juga buruan mandi lalu pergi ke masjid untuk shalat Jumat ajak juga adik kamu Kenzi dan Kenzo, bunda nyiapin mereka dulu" ucap bunda Keyra
"baik bunda, Jaka ke kamar dulu"
_____________
Vava masuk kedalam kamar langsung membuang tas nya sembarangan lalu merebahkan tubuhnya di atas bed milik nya
"ihhh... kesel banget deh lihat kak Windi genit-genit sama Abang, masa iya sih mereka pacaran, terus nasib aku gimana coba"
tok..tokk...
"dek... Abang boleh masuk" suara Jaka menyadarkan ku dari lamunan indahku
"iya bang, gak dikunci kok pintu nya"
kulihat abangku membuka pintu kemudian masuk, bau harum menyeruak dihidungku, abangku begitu tampan dengan baju Koko dan sarung
"ada perlu apa bang?" tanyaku masih melihat kearah Abang ku, benar-benar tampan
"ada sajadah bersih gak?? Abang pinjam untuk dibawa ke masjid" ucap Jaka
"oh... bentar val ambilin kayaknya sih masih ada" segera ku berdiri masuk ke walk in closed milik mencari sajadah untuk Abang
"nih bang" ku ulurkan tangan ku untuk memberikan sajadah
"makasih ya dek" diusap nya rambutku, kemudian dia singkirkan poniku yang sudah mulai panjang kebalik telingaku
__ADS_1
jantungku berdetak kencang seperti ingin melompat dengan perhatian abangku
'abangggggggg.... tau gak sihhh kalau aku tuh cinta banget sama abang'