
Kulihat wajahnya dari dekat, mengapa aku harus jatuh cinta dengan adik angkat ku ini, sikap manjanya, juteknya, galaknya semua sikap yang ditunjukkan kepada ku aku menyukai nya. aku tidak pernah bisa marah padanya. ya Tuhan kenapa aku harus ditakdirkan menjadi Abang angkat nya.
aku benar-benar menginginkan nya, aku ingin menjaga nya seumur hidup ku, perlahan kukecup dahi nya beralih kepipi, hidung tanpa sadar aku juga mengecup bibir nya.
gila aku benar-benar gila, aku menginginkan adikku sendiri tanpa sadar aku pun terlelap tidur disampingnya sambil memeluk tubuhnya.
______________________________
VAVA POV
Ketika terbangun, hari masih petang kulihat jam didinding menunjukan pukul empat pagi, belum terdengar azan subuh, aku merasa ada sesuatu yang berat menindih tubuh ku, suara dengkuran halus disamping ku.
aku terkejut ternyata Abang Jaka tidur disebelah ku, antara mimpi dan kenyataan. berkali-kali ku kejapkan mataku berfikir kalau ini adalah mimipi, perlahan kusentuh wajahnya yang tampan.
benar-benar nyata, ah.. baru aku ingat Abang tidur satu kamar dengan ku, karena dia orang yang sungkan, jadi gak mau tidur bersama dengan bang nanda.
masih kusentuh pipinya, perlahan dia pun membuka matanya, aku terkejut reflek menarik tangan ku, namun kalah cepat dengan tangan Abang yang lebih dulu memegang tangan ku.
cup... satu buah kecupan di bibirku, aku melongo tak percaya, ciuman pertama ku setelah remaja ternyata dicuri Abang angkat ku, orang yang diam-diam aku kagumi sekaligus aku cintai.
"selamat pagi sayang" sapanya
"aaa...Abang kenapa tidur disini" jawabku gugup, masih belum sepenuhnya sadar dengan ciuman pagi ku.
Dengan disertai cengiran nya Jaka pun berkata "maaf dek Abang kecapekan gendong karung beras, jadi habis mandi tau-tau ketiduran aja Disini"
"karung beras???... abangggggggggg" segera kucubit seluruh badannya, aku kesal karena disebut karung beras, seperti Kenzi dan Kenzo yang selalu menjahili ku dengan sebutan karung beras, karena sering minta gendong ayah maupun Abang Jaka
Jaka pun segera bangun dan berlari masuk kamar mandi, sambil tertawa tawa.
"Abang, nyebelin banget" ucapku, akupun beranjak bangun dari tidur ku. kubuka pintu kamar ku ternyata masih sepi.
'kakek sama nenek pasti sudah bangun' batinku. ku cari kakek atta yang biasanya bangun sebelum azan subuh.
benar dugaan ku kakek sama nenek sudah ada dihalaman mereka melakukan gerakan-gerakan ringan seperti senam.
"selamat pagi kakek nenek" sapaku
__ADS_1
"selamat pagi nduk cah ayu" jawab kakek
"selamat pagi sayang" jawab nenek pula
"abangku belum bangun nduk?" tanya kakek atta
"sudah kek, bentar lagi pasti keluar" jawabku, kemudian akupun berjalan mendekati kedua lansia kesayangan ku tersebut.
"mau pulang jam berapa?" tanya kakek.
"gak tau kek, belum ada kabar dari pilot ayah, masih menunggu jadwal kosong" jawabku
"naik mobil aja bareng om dan Tante vs" teriakan dari arah pintu, ternyata Tante Rika pun sudah bangun, dia berjalan mendekat kearah kami, masih dengan baju tidur nya.
"memang Tante sama om mau kerumah vava" tanyaku, "enggak sih, Tante ada seminar selama seminggu disana, om nganter Tante , mau berangkat sama teman-teman kantor om kamu gak boleh.
"wah asyiknya kalau naik mobil gak bete bisa berhenti mampir mampir dulu" jawabku, "tante sama om nginap dirumah ya" ucapku lagi, dengan bergelantungan di lengan Tante Rika.
"iya sayang, om kamu juga sudah nelpon bunda kamu kok, kasi tau mau numpang tidur sama makan" jawab Tante Rika, membuat ku tertawa.
sudah pasti om Rafa memilih tidur dirumahku Kate dia begitu menyayangi bunda, sangat menyukai masakan bunda begitu juga sebaliknya, kalau ada keperluan dikota ku pasti om Rafa menginap dirumah, walaupun jarak tempuh tempat yang dijanjikan jauh dari rumah.
kulihat wajah tiga orang laki-laki tampan berjalan mendekat kearah kami dengan menggunakan Koko dan sarung. siapa lagi kalau bukan om Rafa, bang Jaka, dan bang nanda. mereka mau ke masjid rupanya
"lha.. kalian sudah siap ke Masjid to, tunggu kakek mau mandi juga terus ke masjid bersama" ucap kakek kemudian berlalu di hadapan kami.
aku masih malu untuk menatap wajah abangku, teringat kejadian dikamar ketika Abang menciumku, hanya kecupan singkat membuat jantung ku berdebar kencang.
"loh va, kamu sakit nduk" tanya nenek yang ada disebelah ku, kemuadian angannya menyentuh dahulu "lha Ndak panas tapi kok wajah kamu merah gitu" tanya nenek lagi.
aku terkejut dengan ucapan nenek, kualihkan pandangan ku ke bang Jaka dia tersenyum melihat ku, 'abang sialan' batinku
"udah ayo masuk, kamu kedinginan pasti va" ucap Tante Rika, "eh iya Tante, vava Kedinginan"
setelah azan berkumandang empat laki-laki beda generasi tersebut berangkat ke masjid.
"mau sarapan pake apa cah ayu" tanya nenek padaku.
__ADS_1
"gak usah bikin sarapan bu, kita jalan- ke CFD cari sarapan disana" jawab Tante Rika.
"ya sudah ibu bilang ke sari sama suci masak sedikit saja buat mereka sarapan" ucap nenek Marlina.
"iya bu, ibu sama bapak ikut jalan-jalan juga" ucap Tante Rika
__________________________
Kami berangkat dengan jalan kaki, Karena tempat CFD memang dekat dengan rumah kakek, tepat dijantung kota ini. hanya 10 menit kami sudah sampai, aku berjalan disamping kakek atta, yang berjalan dengan menggunakan tongkat, maklum usia kakek hampir mendekati usia 80, walupun masih terlihat segar bugar. karena kakek hoby ber olahraga.
didepan ada nenek dan Tante Rika, sedangkan dibelakang kami ada 3 bodyguard kesayangan ku, om Rafa, Abang Jaka, dan Abang Nanda. hahahahhaha....
____________________________________
JAKA POV
kami berangkat pulang setelah shalat dhuhur dan sampai dirumah jam 11 malam lebih, karena memang banyakan mampir, selama dalam perjalanan Abang dan om bergantian menyetir.
"kok malam banget baru nyampe bang" tanya bunda Keyra
"iya bunda, kebanyakan mampir bund, gara-gara anak gadis mami ni" ucapku menunjuk Vava yang tidur pulas dikursi penumpang.
om Rafa dan Tante Rika sudah turun bersapa ria dengan ayah.
"bangunin aja bang, kebiasaan kamu gendong manja dianya" ucap bunda
"gak apa bund, biar Abang gendong aja, kasian dibangunin nanti malah gak bisa tidur lagi" jawabku
"ya sudah sana bawa ke kamar, bilang sama ni surti suruh bukain pintu kamar Vava" ucap bunda
"pak parjo tolong bantu rafa bawa barang bawaan anak-anak ya" masih kudengar suara bunda meminta tolong satpam depan untuk membawa barang bawaan kami.
____________________________________________
Terima kasih karena sudah membaca
ibu guru cantik "i love you"
__ADS_1
jangan lupa like dan coment
serta vote yang banyak agar author lebih bersemangat dalam berkarya